Adi kerehen sekalak kepala politik nr 1 RI (presiden) ula i politiisir atau "meminta segenap pihak agar tidak mempolitisir", enda pe jelas sada bentuk pernyataan politik kang. Adi nungkun kita rayat enda engkai maka bage nindu Drs Jhonson Tarigan Kabid Informasi dan Komunikasi Pemkab Karo, jelas enda pe pertanyaan politik janah jawaban pe mesti kang politis. Pejabat negara menam politis kerina, iangkat jadi pejabat pe lewat pemilihan politis. Adi pejabat pemerintahan reh janah segenap pihak tak boleh mempolitisir, siapa lagi yang bisa di politisir dalam sebuah negara? Engkai maka la banci ipolitisir atau engkai maka bupati Karo la menyambut kerehen kepala politik nr 1 RI, pasti nge banci ka ijawab secara poitis gelah rayat ngantusi politik Karo Enda Ndai, ertina Karonta enda labo kapken man buninken. Kerina nge kapken kepala daerah sideban la nggit sadape ketadingen menyambut atau 'angkat telor' presiden, atau pejabat negara/pemerintahan. Ma siidah kang i Parapat uga nyambut presiden + gubsu 'Melayu' alu lagu/budaya Melayu. Kita la perlu 'angkat telor' ninta, tapi la banci lahang terpaksa ka nge siakui, enda me kapken bagian politik adah ndai, alias bagian dari kehidupan riil, tidak peduli telor besar atau telor kecil. Adi sinik saja pe tentu kang sada politik, ertina plitik 'la lit kaipe'. Adi la lit kaipe tentu la kabo lit kaipe. Adi sinik la ergerak pemimpinta, kai ka sibahan. Pemuda/mahasiwa aktivis Karo kerina tentu la mungkin ikut sinik la la ergerak. Kestatisan ganti kedinamisan. Gerakken. Lang bagi ni nai denga kang kita kari rusur. Anak-anak muda, pemuda, mahasiwa, aktivis kerina, dilaki/diberu, kam ngenda si jadi pelopor avantgarde Karonta. La nai lit sideban. Gerakkan.
Bujur MUG --- In [email protected], "Si Laga Man" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Re: Pemkab Karo Mana karyamu? Bicara ipolitisir kalak ka gia sekali, yah, uga kin banci iban Pemkab Karo? Mis buikenna? Mis pekpekina simempolitisir e? Banci banna hilang? Mis kalak mbiar adi enggo jangan, nina? Jangan ..... jangan .... Apa ada hukumnya tidak boleh mempolitisir kunjungan Presiden RI ke daerah? Adi nina ndai bagenda lit denga kuakap oratna: : "Jangan dipolitisir kunjungan presiden karena memang itu sudah kunjungan politik." jg --- In [email protected], "pelangiharum" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Yang marah sih...udah banyak, cuma....la lako. Itu masalahnya. > Lama-lama, kalau dipikir Pemkab Karo ini kayak daghelan komidi yang > lucu, juga tidak lucu. Banyak kejadian yang bikin kita mikir, > ini betulankah atau cuma halusinasi. > > Contohnya, sebuah berita yang dirilis Harian Global baru-baru ini. Aku > kutipkan sedikit : > "Sekdakab Karo Ir Makmur Ginting MSi meminta segenap pihak agar tidak > mempolitisir kunjungan Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono ke Tanah Karo > dalam rangka meresmikan tugu perjuangan LVRI di Berastagi dan Masjid > Agung Kabanjahe, sekaligus membuka secara resmi acara pesta bunga/buah > dan Mejuahjuah yang dijadwalkan 28 Agustus 2008. > Demikian hal ini dikatakan Kabid Informasi dan Komunikasi Pemkab Karo > Drs Jhonson Tarigan kepada wartawan, Senin (4/8) di ruang kerjanya > Kabanjahe." > > Bagaimana sih bapak Sekda ini, koq kunjungan presiden jangan > dipolitisir. Namanya udah presiden, presiden itu jabatan politik. > Orang-orang Partai Demokrat pasti senang jagoannya datang, mereka pasti > mempolitisir, wajar.... Sang presiden meresmikan mesjid adalah > perjalanan politik. Termasuk meresmikan tugu LVRI, meresmikan Pesta > Mejuah-juah adalah perjalanan dan perbuatan politik. Kenapa jangan > dipolitisir, Pak? Bingung awak ini... > > Kalau Panglima TNI diganti dan dibilang jangan dipolitisir, bolehlah > (walaupun sebenarnya ada implikasi politis). Tapi kalau namanya sudah > menteri pertahanan, pasti politislah yau....Bupati juga jabatan politis, > moga Pak Bupati paham ....jadi gak gampang ngambek sama rakyat. Rakyat > itu sama dengan anak , Pak, butuh perhatian..... > salam, > > ita > > --- In [email protected], evie sitepu <eviesitepu@> wrote: > > > > Sentabi permilis adi aku kurang mehamat, > > > > Adi kai pe lanai mo diate pemerintahen kab. Karo (Bupati ras Wakil > Bupati khususna) ngekai maka la terbegi sora merawa ibas rakyat karo > nari arih. Termasuk kita si lit ibas milis enda tentu saja. > > > > Apakah kita harus diam saja?????? (emosi mode on) > > Kok sepertinya nelangsa sekali nasib kita sebagai rakyat. Pemerintahan > yang kita pilih sama sekali tidak berniat konon pula berusaha untuk > memperbaiki kehidupan rakyat yang memilih. > > Mejuah-juah, > > Evie Sitepu > > --- On Tue, 5/8/08, Andreas Bangun andreas_bangun@ wrote: > > From: Andreas Bangun andreas_bangun@ > > Subject: [tanahkaro] Pemkab Karo Mana karyamu? > > To: [email protected], [EMAIL PROTECTED] > > Date: Tuesday, 5 August, 2008, 11:53 AM > > Gerakan Penanggulangan Pengangguran > > Prog. Disnakertrans Prov. Sumatera Utara > > > > Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dr. Ir. Erman Suparno, MBA,MSi > baru baru ini hadir dalam Gerakan Penanggulangan Pengganguran di PRSU > tanggal 1 Agustus 2008. > > Dalam acara tersebut Pemerintah menyediakan Stand Pameran Produksi > dari masing-masing Kabupaten kota. Kegiatan tersebut mendapatkan > respon baik dari 2000 orang ppengunjung yang hadir dalam acara tersebut, > yang sangat disesalkan peranan pemda Kab. karo tidak berbuat apa- apa > sehingga stand Karo di isi oleh Pribadi yang bertanggung jawab dan > peduli terhadap Karo. Walau dengan seadanya memperlihatkan Uis Nipes dan > Beka Buluh serta keranjang Belanja anyaman Karo. > > Jika kita lihat Stand tersebut memang cukup sederhana tapi itu mampu > menutupi ketidakpedulian pemkab karo terhadap GPP yang diselenggarakan > Provinsi. > > Jadi....... lanai termorahi nake uga kin pemerintah Karo enda . jadi > bage gia Ia, kitalah sipenggejab gejabken uga gelah ingan ndabuh pusuh > enda banci ermerimna, gia kitik siban tapi adi mehuli erdekahna > ermerimna.Just Do the best by yourself. bujur ras mejuah juah kitape > banlah
