--- In [email protected], shodan purba <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > MJJ: > Yang saya pernah dengar dan baca, bahwa koperasi yang akhirnya menjadi tangguh adalah yang diinisiasi oleh para anggotanya yang punya 'common problem', yang melihat bahwa 'persatuan' adalah cara mereka keluar dari permasalahan mereka seperti yang terjadi pada pekebun anggur di Perancis pada abad 18(?) Setelah bersatu dalam suatu koperasi mereka berangsung mampu menstabilkan pemasaran anggur mereka. > > Gerakan koperasi di Indonesia praktis adalah "top-down" yang akhirnya cenderung melenceng menjadi komoditas politik. Lihat saja jajaran lembaga koperasi yang disampaikan oleh senina PS, semuanya adalah olahan pemerintah. Saya duga ini terkait dengan posisi Muh Hatta sebagai Wakil Presiden ketika 'memperkenalkan' koperasi di Indonesia. Kalau tadinya dikabar-baikkan dari dari grass root, katakan umpamanya oleh pelopor di pesantren2 dan diakonia karitatif gerejawi, mungkin agak lain ceritanya. >
Setuju sekali, ini maksud saya dimana koperasi bisa jalan di Indonesia ketika pengurus dan anggotanya mempunyai strong ideologi alias pemahaman ideologi , moral, problem dan pandangan hidup yang sama (common problem dalam hal diatas). bujur, MCPS
