Wadoh............. Batukarang nindu bang??? Kuta ku kap e. hiksssss...hikssss
--- On Thu, 7/8/08, Alexander Firdaust <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Alexander Firdaust <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [tanahkaro] 100 Ha Padi Gagal Panen To: [EMAIL PROTECTED], [email protected], [EMAIL PROTECTED] Date: Thursday, 7 August, 2008, 8:39 AM Sumber: http://www.seputar- indonesia. com/edisicetak/ sumatera- utara/100- ha-padi-gagal- panen-2.html Kecewa karena bibit padi bantuan pemerintah tidak berbuah, ratusan petani Desa Batukarang,Kecamata n Payung,Kabupaten Karo, kemarin membabat tanaman padi dengan mesin rumput. Mereka merasa tertipu oleh pemerintah pusat yang menyalurkan benih padi melalui Dinas Pertanian Kabupaten Karo beberapa waktu lalu. Saat ini usia tanaman padi mereka mamasuki empat bulan, namun tetap tidak mengeluarkan bulir padi. Menurut sejumlah warga, kekecewaan bertambah karena saat penyaluran bibit bantuan pemerintah tersebut, petani harus membayar Rp5.000 untuk satu sak bibit padi seberat 5 kg. ”Aksi ini kami lakukan sebagai ungkapan rasa kekecewaan kepada pemerintah yang memberikan bibit padi yang kualitasnya tidak baik sehingga menimbulkan kerugian yang cukup besar kepada petani,”kata Andreas Ginting, salah seorang petani Desa Batu karang kemarin. Menurutnya, selama masa tanam musim kali ini, petani sudah mengeluarkan biaya yang cukup besar hingga mencapai Rp10 juta per hektare (ha). Uang tersebut digunakan untuk biaya produksi mulai dari masa tanam hingga menjelang panen. Pada musim kali ini,petani diperkirakan merugi karena dalam 1 ha hanya mendapatkan hasil sekitar 1 ton dengan harga jual Rp3 juta.Padahal, jika dalam keadaan normal,setiap hectare tanaman padi bisa menghasilkan 8 ton. ”Petani dalam setiap hektarenya ratarata mengalami kerugian sekitar Rp7 juta,”kata Andreas. Pada saat umur padi berumur dua bulan, Andreas sudah curiga melihat perkembangan daun padi yang keropos. Selain itu, tanaman padi yang dikeluarkan oleh salah satu penyalur bibit padi berjenis IR 64 ini juga dinilai lamban berkembang dibandingkan menggunakan bibit lainnya. ”Pada saat itu kami sudah melaporkan hal tersebut kepada petugas di Dinas Pertanian yang ada di Kabupaten Karo, tapitidakmendapatta nggapan yang serius,”ungkap Andreas. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo Sidharta Pinem yang dihubungi wartawan melalui telepon selulernya membenarkan adanya menyalurkan bibit padi varietas IR 64 di Januari lalu. Namun, dia membantah jika bibit yang disalurkan ke Desa Batukarang tersebut palsu. Menurutnya, bibit padi IR 64 sebanyak 10 ton diberikan secara cuma-Cuma, dananya bersumber dari perubahan anggaran belanja daerah (PABD). Dia menambahkan, bibit padi IR 64 yang disadurkan kepada petani sebelumnya dalam kondisi baik dan saat itu langsung diserahkan kepada masyarakat petani setelah dilakukan sosialisasi sebelumnya. Kerusakan padi petani Desa Batukarang diduga akibat serangan hama daun yang biasanya membuat tanaman menjadi gagal panen. Meskipun demikian,pihaknya akan melakukan penelitian lebih lanjut terhadap tanaman padi di desa yang gagal panen tersebut. Best Regarts www.dausmedia. cjb.net Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
