Hihiiiiiiiiiihihiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii ............. seru juga ya .. baru kali ini nih ... pejabat di semprot Presiden ...
--- On Fri, 29/8/08, MU Ginting <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: MU Ginting <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [tanahkaro] SBY nyemprot dan SBY nyapreskan diri To: [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] Date: Friday, 29 August, 2008, 3:22 AM Kamis, 28/08/2008 17:56 WIB SBY Semprot Tiga Pejabat Negara Saat Sidang Kabinet Anwar Khumaini - detikNews Jakarta - Presiden SBY marah bukan kepalang. Ia membentak tiga pejabat negara yang asyik ngobrol. Ia tersinggung para pejabat itu tidak serius mendengarkan ucapannya. Peristiwa itu terjadi saat SBY memberikan pengarahan dalam Sidang Kabinet di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2008). Dalam sidang itu dibahas antara lain tentang kontrak ekspor liquefied natural gas (LNG) Tangguh yang akan dinegosiasikan dengan pemerintahan China. Awalnya suasana pengarahan itu tenang-tenang saja. SBY memulainya dengan memberikan penjelasan LNG. Setelah SBY, giliran Wapres Jusuf Kalla (JK) yang memberikan penjelasan. JK menceritakan pertemuannya dengan Presiden China Hu Jintao dan membahas LNG Tangguh tersebut. Setelah JK selesai bercerita, SBY memberikan kesimpulan. Di sela-sela menyampaikan kesimpulan itu, tiba-tiba SBY menunjuk ke tiga pejabat negara. Pejabat itu diketahui sedang asyik ngobrol. "Hai jangan ngobrol sendiri! Dengarkan! Jangan berbicara sendiri dong! Coba sini, ini masalah penting!" ucap SBY. Belum dapat dipastikan siapa yang dimarahi SBY. Namun bila dilihat dari arah tangan SBY sepertinya menunjuk ke Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar, Kepala BKPM M Lutfi, dan Kepala BPS Rusman Heriawan. Suasana pun menjadi hening. Beberapa pejabat yang ditunjuk itu langsung diam. Kemudian SBY kembali melanjutkan ucapannya. Dia mengatakan kasus LNG Tangguh ujian di pemerintahannya. "Mari kita jadikan ini sebagai pelajaran yang baik. Saya ajak kepada semuanya mari kita melangkah ke depan untuk menuju yang baik lagi. Tolong jangan sebarkan berita yang justru membuat rakyat menjadi bingung," kata SBY. Dalam rapat itu hadir semua menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Kapolri Jenderal Pol Sutanto, Jaksa Agung Hendarman Supandji dan Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso.(nik/iy) - Kamis, 28/08/2008 19:00 WIB Terima Ormas Islam SBY Mencapreskan Diri Jika Dikehendaki Masyarakat Anwar Khumaini - detikNews Jakarta - Pemilu legislatif dan Pilpres 2009 tak lama lagi akan digelar. Masing-masing calon sudah mulai unjuk gigi. Demikian juga Presiden SBY, meski tidak langsung menyatakan akan maju di Pilpres 2009, namun dia mengisyaratkan akan kembali ikut merebut kursi empuk kepresidenan. Hal tersebut terungkap saat Presiden SBY mendapatkan kunjungan dari ormas Islam Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). SBY kembali mengatakan, jika rakyat masih mengharapkan, dia akan maju di Pilpres 2009. LDII, melalui ketua umumnya Prof Abdullah Syam, bertanya mengenai kesiapan SBY apakah hendak maju lagi dalam Pilpres 2009. "Beliau menjawab dengan arif, diplomatis, dan agak panjang," kata Prasetyo saat jumpa pers usai bertemu Presiden SBY di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (28/8/2008). Menurut Abdullah, SBY memberi sinyal akan maju lagi dalam Pilpres 2009. "Seandainya kepemimpinannya bermanfaat bagi bangsa dan negara Indonesia serta program-programnya sudah terlaksana dengan baik dan masyarakat menghendakinya, maka SBY akan kembali mencalonkan diri," ujar Abdullah menirukan SBY. Dalam pertemuan tersebut, juga disampaikan hal-hal mengenai proses demokratisasi dan penegakan hukum yang sudah dijalankan pemerintahan SBY. "Pokoknya LDII melakukan sesuatu sesuai dengan amar ma'ruf nahi munkar, apa yang baik kami sampaikan, apa yang perlu diperbaiki juga kami sampaikan," ujar juru bicara LDII, Prasetyo Sunaryo. Usai menerima LDII, SBY juga menerima Konsorsium Pesantren Indonesia dan Pameran Pesantren se-Indonesia yang sudah berlangsung pada 20-28 Agustus lalu di Bandung. Pada kesempatan itu, Konsorsium Pesantren menyampaikan amanah dari masyarakat pesantren kepada Presiden. Amanah itu adalah meminta kepada Presiden untuk menciptakan perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berkesinambungan. "Selama ini perubahan yang terjadi berubah-ubah tanpa ada kesinambungan, " jelas Abdullah Mubarok, ketua panitia Konsorsium Pesantren. (anw/nrl) -- Går det långsamt? Skaffa dig en snabbare bredbandsuppkopplin g. Sök och jämför priser hos Kelkoo. Get your preferred Email name! Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
