POLITIK KESEJAHTERAAN, Itu yang di dambakan bagi seluruh masyarakat
Indonesia Tentunya. 

Namun bagaimanakah seharusnya perilaku seorang peminpin yang
Berpolitik untuk MENSEJATERAKAN masyarakat?

Keriteria apa yang harus paling tidak terlihat dalam kehidupannya
sehari hari sehingga orang tersebut layak di pilih sebagai peminpin
yang kita percayai?

Bujur








--- In [email protected], Advent Tambun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mjj, 
> 
> Tolong dibedakan dua hal yang sangat penting ketika berbicara
politik apalagi bila politik itu dikaitkan dengan kekayaan budaya. 
> POLITIK KEKUASAAN
> dan
> POLITIK KESEJAHTERAAN,
> 
> Politik kekuasaan seumur jagung, politik kesejahteraan seumur hidup. 
> 
> Kesimpulan pribadi berdasarkan pengalaman yang ada : JANGAN
MELIBATKAN KEKAYAAN BUDAYA DAN AGAMA dalam politik kekuasaan. 
> 
> 
> bujur, 
> advent tambun
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: libra_denta <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Wednesday, August 27, 2008 8:37:25 PM
> Subject: [tanahkaro] MERGA SILIMA, RAKUT SITELU
> 
> 
> Mjj Arons,
> 
> Ini cuma Brain storming saja, Banci kataken cakap kedai kopi.
> 
> Ide pertanyaan yang muncul adalah begini,
> 
> Bagaimanakah strategi orang karo dalam kancah perpolitikan nasional
> menjelang pemilu 2009?
> 
> Apakah MERGA SILIMA , RAKUT SITELU, bisa di jadikan pondasi dasar
> dalam Organisasi perpolitikan?
> 
> KALIMBUBU = Bagaimana memposisikannya bagi Non Karo
> 
> SENINA    = Bagaimana memposisikannya bagi Non Karo
> 
> ANAK BERU = Bagaimana memposisikannya bagi Non Karo
> 
> Yang jelas posisi tersebut dapat di bagi - bagi berdasarkan perannya
> dalam organisasi ( Karena Non KARO tidak punya marga ).
> 
> Bujur
>


Kirim email ke