Mjj Arons...

Engkai makana jaman sigundari kerina serba online ? engkaimakana blackberry
laku pesat ? hp seri e-nya nokia di gemari para eksekutif dan lain erbagaina
kerina.

Mari si oge kai nina Hermawan Kertajaya ibas pemaparan kerna New Wave
Marketing.


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber Kompas.com Senin, 8 September 2008 | 00:33 WIB

    *KALAU *Anda nonton film-film Hollywood yang bertemakan *action*, hampir
bisa dipastikan Anda akan selalu mendapatkan karakter *good cop* dan *bad
cop*.

Orang-orang Hollywood memang paling suka mengkontraskan polisi yang baik
dengan polisi yang jelek.

Polisi baik digambarkan selalu mematuhi aturan yang ada, jujur, dedikatif,
dan bersikap profesional. *Play by the book* istilahnya.

Sementara, polisi jelek digambarkan suka menangkap orang tanpa alasan yang
jelas atau suka menyiksa tahanan yang sedang diperiksa. Polisi jelek juga
sering merasa sok berkuasa mentang-mentang dia punya *power*.

Tapi, teman-teman saya yang pernah ikut pelatihan di FBI Academy di Amerika
bilang bahwa di sana ada istilah *ugly cop* juga.

Wah, ini bukan sekadar polisi yang cuma kasar dan sok kuasa. Polisi seperti
ini malah jadi *backing* mafia judi dan obat terlarang. Polisi buruk seperti
ini justru lebih berbahaya daripada polisi jelek. Kalau polisi jelek
biasanya bisa langsung kelihatan dari luar. Sementara, karena saking
lihainya, banyak di antara *ugly cop* ini yang tidak ketahuan belangnya.
Dari luar nampak baik, namun ternyata di belakang ulahnya sangat buruk.

Nah, di New Wave Landscape yang berorientasi serba Digital, Global, dan
Future ini juga begitu.

Jangan kaget kalau para kompetitor Anda ada tiga tipe juga: Good
Competitors, Bad Competitors, dan Ugly Competitors.

Kalau pesaing Anda adalah *good competitors*, akan terjadi persaingan yang
sehat, *fair competition*. Pasar akan membesar secara alamiah. Namun, jika
pesaing Anda adalah *bad competitors *atau malah *ugly competitors*,
situasinya bisa malah runyam. Bukan hanya Anda yang akan terkena dampaknya,
namun secara keseluruhan pasar bisa rusak.

Persaingan yang sehat terjadi ketika lapangan permainannya sama datar.
Artinya, semua pemain berada pada posisi yang sejajar, tidak ada yang lebih
tinggi atau lebih rendah. Kita bisa menang karena kita memang lebih unggul
daripada yang lain, bukan karena kita menjelek-jelekkan lawan atau bermain
kasar.

Teknologi Internet memungkinkan terjadinya *fair competition* ini. Situs
eBay misalnya. Bila kita menjual suatu produk, kita juga bisa melihat produk
serupa yang ditawarkan oleh orang lain alias pesaing kita di situs tersebut.
Kita bisa tahu harga, kualitas produk, atau lamanya waktu pengiriman dari
pesaing kita tersebut. Semuanya serba transparan.

Sementara, *bad competition* dan *ugly competition* juga bisa terjadi di
Internet.

Salah satu kasus *bad competition* misalnya ketika Microsoft dianggap
melakukan monopoli dengan menyertakan *web* *browser* Internet Explorer ke
dalam sistem operasi Microsoft Windows-nya pada sekitar tahun 1998. Hal ini
dianggap akan mematikan produk *web browser* lainnya seperti Netscape
Navigator ataupun Opera. Walaupun akhirnya kasus ini bisa terselesaikan
dengan baik, nama Microsoft sempat mendapatkan sorotan negatif.

Kasus lainnya terjadi sekitar pertengahan 2006 antara Yahoo! China dan
Qihoo, portal Internet asal China. Qihoo, yang dipimpin oleh Zhou Hongyi,
mantan eksekutif Yahoo!, meluncurkan *spyware software* yang
mengidentifikasi salah satu fitur Yahoo! sebagai *software* yang berbahaya (
*malware*). Yahoo! pun menuntut Qihoo karena dianggap melakukan kompetisi
yang tidak sehat. Sebagai balasan, Hongyi *gantian* menuntut Yahoo! karena
dianggap mencemarkan nama baiknya.

Sementara, kasus *ugly competition* juga tidak banyaknya.

Saat Olimpiade Beijing lalu misalnya, ada dua situs yang seolah-olah
merupakan situs resmi untuk penjualan tiket secara *online*. Situs
www.beijingticketing.com dan www.beijing-2008tickets.com tersebut ternyata
bukanlah situs resmi, dan akhirnya dimatikan (*shut-down*), namun sempat
menipu banyak orang dan meraup jutaan dollar AS.

Di Indonesia sendiri kasus yang mirip pernah terjadi. Beberapa tahun lalu
pernah ada situs-situs gadungan dari Klik BCA. Situs gadungan ini nama
domainnya memang sengaja dibuat mirip dengan nama domain situs aslinya
sehingga orang yang salah ketik sedikit saja akan masuk ke situs gadungan
tersebut. Untungnya hal ini segera disadari oleh pihak BCA dan situs-situs
gadungan tersebut sekarang telah dimatikan.

Memang, dunia maya membuka peluang ke semua orang tanpa kecuali. Mereka yang
berniat buruk pun bisa memanfaatkan teknologi Internet ini untuk mengganggu
perusahaan Anda dengan berbagai cara.

Namun, walaupun ada *bad competitors* dan *ugly competitors*, Anda tetap
jangan ikut-ikutan main kotor.

Percayalah, di era New Wave Marketing ini, dengan semakin transparan dan
horisontalnya lapangan permainan serta semakin pintarnya pelanggan, hanya
mereka yang bersaing dengan *fair*-lah yang akan *survive*.

*---Ringkasan tulisan ini bisa dibaca di Harian Kompas---*


-- 
Zoblok Entertainment
Komp. Pengayoman
Jl. Pidana IV Blok A9/7A Tangerang
Phone. +62 21 71596414
Fax.+62 21 558 1674
Email: [EMAIL PROTECTED], http://www.zoblok.com

Kirim email ke