Peringati Hari Tani Nasional 
Ribuan Petani Desak Pemkab Karo Awasi Mafia Pupuk Subsidi 
Tanah Karo (Analisa) 
Ribuan petani dari 28 desa sekabupaten Karo yang tergabung dalam STTK (Serikat 
Tani Tanah Karo) melakukan 'long march' keliling Kota Kabanjahe sambil 
meneriakkan yel-yel Hidup Petani, Rabu (24/9) untuk memperingati Hari Tani 
Nasional yang jatuh setiap tanggal 24 September. 
Para petani terlebih dahulu bergerak dari Jambur Lige Jalan Meriam Ginting 
Kabanjahe mulai pukul 11.00 WIB, Kantor Bupati dan DPRD Karo Jalan Veteran 
Kabanjahe, namun mereka tidak menyampaikan orasinya di kedua institusi 
tersebut. 
Selanjutnya ke Tugu Bambu Runcing, Kapten Pala Bangun, Jalan Selamet Ketaren 
Kabanjahe dan kembali Jambur Linge. 
Mereka mengusung sejumlah spanduk dan poster yang bertuliskan di antaranya 
"Tangani Dengan Baik Pendataan Pembuatan dan Realisasi RDKK, Segera Sikapi 
Kelangkaan Pupuk, Awasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi, Tingkatkan Jumlah Jatah 
Pupuk Subsidi Untuk Tanah Karo, Awasi Mafia Pupuk, TindakTegas Mafia Pupuk 
Subsidi dan Jangan Jadikan Pupuk Subsidi Sebagai Alat Politik." 
Seusai melakukan long march, massa STTK yang terdiri dari petani itu melakukan 
hiburan tarian daerah. Selanjutnya pada pukul 14.00 WIB STTK menggelar dialog 
seputar permasalahan pupuk di Karo yang bertindak sebagai nara sumber Ketua 
Komisi B Drs Joy Harlim Sinuhaji, Kabid PPH Pertanian Ir Naomi. 
Wakil Ketua STTK, Efrata Ginting kepada wartawan mengatakan adapun mereka 
melakukan aksi ini untuk memperingati Hari Tani Nasional yang diperingati 
setiap tahunnya. 
Dikatakan, permasalahan yang selalu dihadapi petani terutama dalam hal 
penyaluran pupuk urea bersubsidi yang sulit diperoleh termasuk peredaran pupuk 
bagi petani tidak merata di Tanah Karo. 
"Bagaimana meningkatkan produksi hasil pertanian sementara pupuk urea 
bersubsidi sulit diperoleh. Belum lagi Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk 
subsidi melambung tinggi tidak sesuai dengan yang ditetapkan oleh pemerintah," 
tegasnya. 
Menurutnya, peredaran pupuk langka disinyalir adanya permainan mafia pupuk 
sehingga yang dirugikan petani itu sendiri. Di sinilah Pemkab Karo melalui 
Komisi Pengawasan harus meningkatkan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi 
yang disalurkan oleh kios pengecer. 
"Jangan tunggu ada masalah baru ada tindakan dari Pemkab Karo, lebih baik 
melakukan pengawasan ketat sebelum adanya penyelewengan yang dilakukan oknum 
yang tidak bertanggungjawab," ujarnya. 
Di tempat terpisah, Sekretaris STTK Kennedy Ketaren kepada wartawan mengatakan 
pihaknya tidak menyampaikan orasinya ke kantor Bupati dan gedung DPRD Karo 
karena pada prinsipnya STTK bukan lawan pemerintah tetapi sebagai mitranya. 
"Kita khawatir bila massa STTK melakukan unjuk rasa ke dua institusi itu, pihak 
lain beranggapan kami berseberangan dengan pemerintah padahal kita mendukung 
seluruh program pemerintah yang berkaitan dengan petani," tandasnya. 
Lebih lanjut dikatakan, petani melakukan aksi ini juga untuk memperingati Hari 
Tani Nasional diperingati oleh petani secara serentak di seluruh Indonesia 
sebagai sebuah kemenangan yang pernah dicapai petani pada tanggal 24 September 
1960 lalu yang ditandai dengan lahirnya UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang 
pada saat itu sangat dinanti petani agar adanya pemerataan yang adil atas 
kepemilikan tanah. (ps)


      __________________________________________________________
Låna pengar utan säkerhet. Jämför vilkor online hos Kelkoo.
http://www.kelkoo.se/c-100390123-lan-utan-sakerhet.html?partnerId=96915014

Kirim email ke