Maju terus para petani karo perjuangkan terus apa yang seharusnya menjadi milik para petani....... MJJ sudah selayaknya para petinggi yang ada di tanah karo lebih konsen dan lebih memberi perhatian yang lebih bagi para petani, karena sebagian besr masyarakat karo adalah para petani dan jika pertanian lumpuh MAKA TANAH KARO DIAMBANG KEMISMINAN kadang saya bingung melihat para pejabat2 tidak melihat potensi( enggak tau atau pura2...) pertanian yang begitu luarbiasa. saya belum pernah mendengar ada bibit unggulan yang berhasil di kembangkan oleh pemerintah setempat, tidak ada suatu terobosan pertanian yang di kembangkan oleh pemerintah..... MALAH BIBIT PADI DARI PEMERINTAH GAGAL TOTAL......... so apa yang dikerjakan oleh pejabat ( Bupati, DPRD, dlll ) apa merka cuma makan gaji buta...... kalau para pejabat bekerja SERIUS maka kelangkaan pupuk tidak akan terjadi di tanah karo...... PUPUK LANGKA = MEMBUNUH MASYARAKAT KARO..... JADI JIKA KELANGKAAN PUPUK INI TIDAK DISELESAIKAN MAKA PEJABAT DAERAH KARO SEDANG MENGAHANCXURKAN TANAH KARO DAN MEMBUNUH RAKYATNYA SECARA TIDAK LANGSUNG ............SEBELUMNYA SAYA MINTA MAAF JIKA SAYA BERBICARA KERAS........MJJ KITA KERINA ....
--- On Thu, 9/25/08, Radio Karo Accees Global <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Radio Karo Accees Global <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [tanahkaro] Re: [forumkaro] 'long march' cari pupuk To: [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] Date: Thursday, September 25, 2008, 3:18 AM Mejuah Juah, Mainkan trus, sudah saatnya kita berada dijalan.. Bukan diskusi di Hotel Berbintang.. atau berbicara dengan lantang di warung warung kopi. suarakan suaramu dijalan supaya semuanya mendengar... Mejuah juah 2008/9/25 MU Ginting <[EMAIL PROTECTED] se> Peringati Hari Tani Nasional Ribuan Petani Desak Pemkab Karo Awasi Mafia Pupuk Subsidi Tanah Karo (Analisa) Ribuan petani dari 28 desa sekabupaten Karo yang tergabung dalam STTK (Serikat Tani Tanah Karo) melakukan 'long march' keliling Kota Kabanjahe sambil meneriakkan yel-yel Hidup Petani, Rabu (24/9) untuk memperingati Hari Tani Nasional yang jatuh setiap tanggal 24 September. Para petani terlebih dahulu bergerak dari Jambur Lige Jalan Meriam Ginting Kabanjahe mulai pukul 11.00 WIB, Kantor Bupati dan DPRD Karo Jalan Veteran Kabanjahe, namun mereka tidak menyampaikan orasinya di kedua institusi tersebut. Selanjutnya ke Tugu Bambu Runcing, Kapten Pala Bangun, Jalan Selamet Ketaren Kabanjahe dan kembali Jambur Linge. Mereka mengusung sejumlah spanduk dan poster yang bertuliskan di antaranya "Tangani Dengan Baik Pendataan Pembuatan dan Realisasi RDKK, Segera Sikapi Kelangkaan Pupuk, Awasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi, Tingkatkan Jumlah Jatah Pupuk Subsidi Untuk Tanah Karo, Awasi Mafia Pupuk, TindakTegas Mafia Pupuk Subsidi dan Jangan Jadikan Pupuk Subsidi Sebagai Alat Politik." Seusai melakukan long march, massa STTK yang terdiri dari petani itu melakukan hiburan tarian daerah. Selanjutnya pada pukul 14.00 WIB STTK menggelar dialog seputar permasalahan pupuk di Karo yang bertindak sebagai nara sumber Ketua Komisi B Drs Joy Harlim Sinuhaji, Kabid PPH Pertanian Ir Naomi. Wakil Ketua STTK, Efrata Ginting kepada wartawan mengatakan adapun mereka melakukan aksi ini untuk memperingati Hari Tani Nasional yang diperingati setiap tahunnya. Dikatakan, permasalahan yang selalu dihadapi petani terutama dalam hal penyaluran pupuk urea bersubsidi yang sulit diperoleh termasuk peredaran pupuk bagi petani tidak merata di Tanah Karo. "Bagaimana meningkatkan produksi hasil pertanian sementara pupuk urea bersubsidi sulit diperoleh. Belum lagi Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi melambung tinggi tidak sesuai dengan yang ditetapkan oleh pemerintah," tegasnya. Menurutnya, peredaran pupuk langka disinyalir adanya permainan mafia pupuk sehingga yang dirugikan petani itu sendiri. Di sinilah Pemkab Karo melalui Komisi Pengawasan harus meningkatkan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi yang disalurkan oleh kios pengecer. "Jangan tunggu ada masalah baru ada tindakan dari Pemkab Karo, lebih baik melakukan pengawasan ketat sebelum adanya penyelewengan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab," ujarnya. Di tempat terpisah, Sekretaris STTK Kennedy Ketaren kepada wartawan mengatakan pihaknya tidak menyampaikan orasinya ke kantor Bupati dan gedung DPRD Karo karena pada prinsipnya STTK bukan lawan pemerintah tetapi sebagai mitranya. "Kita khawatir bila massa STTK melakukan unjuk rasa ke dua institusi itu, pihak lain beranggapan kami berseberangan dengan pemerintah padahal kita mendukung seluruh program pemerintah yang berkaitan dengan petani," tandasnya. Lebih lanjut dikatakan, petani melakukan aksi ini juga untuk memperingati Hari Tani Nasional diperingati oleh petani secara serentak di seluruh Indonesia sebagai sebuah kemenangan yang pernah dicapai petani pada tanggal 24 September 1960 lalu yang ditandai dengan lahirnya UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang pada saat itu sangat dinanti petani agar adanya pemerataan yang adil atas kepemilikan tanah. (ps) Ta semester! - sök efter resor hos Kelkoo. Jämför pris på flygbiljetter och hotellrum: http://www.kelkoo. se/c-169901- resor-biljetter. html
