> 
> Buat Bung Carlos..
> persolan politik yang ada di Indonesia, kita jangan terjebak dengan 
isu politik elitis yang ada saat ini..memang persoalan kita saat ini 
adalah terlalu berkembang ideologi Ekonomi liberal Fundamental, budaya 
primordial yang Fundamental, agama yang Fundamental dan lain 
sebagainya..inilah yang menjadi kajian dan tugas kita untuk mencegah 
berkembangnya dampak ideologi tersebut demi terjaganya Republik 
Indonesia..kalau kita membahas siapa pendukung Pansus angket BBm atau 
tidak, trs kemudian RUU Pornografi atau tidak dan sebagainya saya kira 
kita  akan terjebak di permainan politik elitis..saya bahakan tidak 
percaya satu pun dari partai-partai yang ada di DPR sekarang apalagi 
mereka2 termasuk orang2 yang berperan mendirikan pemerintahan Rezim 
Militer Orba, kenapa?persoalannya adalah produk undang-undang ttentang 
energi, migas dan sebagainya itu merupakan produk DPR yang melanggar 
Konstitusi yaitu menyerahkan segala sesuatunya ke Mekanisme Pasar trs 
> kemudian

aku setuju pemikiran ini.

masalahnya dulu tahun 98pun aku mikir, sebenarnya yang lengser itu 
cuman pak harto doang'...tapi manusia manusia dengan pemikiran seperti 
pak harto (lets call it Suhartois) masih 98% memimpin di Republik ini 
dan itu tidak bisa dihindari.

Sementara jika saat itu (98), kepempimpinan nasional langsung 
diberikan ke generasi 98 jelas gak mungkin karena terlalu muda.

Jadi sebenarnya masalahnya adalah persoalan GENERASI. Generasi 98 
nantilah yang diharapkan bisa mengembalikan Indonesia kepada cita cita 
Indonesia semula seperti yang dikumandangkan oleh Soekarno dan Hatta.

Selanjutnya, karena golongan suhartois ini kuat, mereka berhasil 
mereposisi dan membalikkan keadaan, terbukti, walaupun pak harto 
lengser, struktur finansial di indonesia sama sekali tidak berubah. 


>  mereka bertengkar (Oposisi dan Pemerintah) hanya karena minyak 
dinaikkan walaupun saya secra pribadi turun ke jalan saat menolak 
kenaikan BBM tersebut di Istana beserta teman2 lainnya..bagaimana ini?
DPRnya saja sudah melanggar Konstitusi otomatis Presiden juga tidak 
takut melanggar Konstitusi..jadi pertanyaan saya mana yang bs kita 
percayai?jawaban saya dalam sebuah diskusi mahasiswa lintas kampus 
cuma satu Revolusi..apalagi kalau bukan itu, karena para DPR dan 
eksekutif telah melanggar Konstitusi jadi harus ada pemerintahan baru 
atau kalau lebih lunak seperti kata Ekonom UGM Revrisond Baswir 
membatalkan semua UU yang bertentangan dengan Konstitusi oleh Mahkamah 
Konstitusi serta memperteguh kembali semangat Proklamasi dan Revolusi 
45 serta berkomitmen menjalankan Konstitusi demi tercapainya negara 
kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
> 

meskipun secara teoritis benar karena saya juga anak muda :-) 
 
dari bukti sejarah, semua revolusi (kecuali revolusi 1945)
di Indonesia gagal karena :

- tidak ada persiapan matang

- Indonesia jauh lebih kompleks dari yang orang bayangkan

- tidak ada united front dan kesatuan ideologi/faith

- solusi yang "ditawarkan" juga tidak sempurna. Idenya cenderung 
revolutionary tapi tidak menangkap perubahan global.


Saya cuman bisa berharap, perubahan terjadi di parlemen secara 
gradual. Mengharapkan revolusi yang berjalan sendiri umumnya
konter-produktif (inget kan istilah 'revolusi memakan anak kandungnya 
sendiri).

Perubahan gradual yang konstruktif dan lebih efektif bisa terjadi jika 
:

- melepaskan diri dari pengaruh IMF.

- rejim ekonomi yang memerintah Indonesia pasca 2009 nanti adalah 
rejim ekonomi pro-rakyat yang bukan dari kalangan neo-liberal. jaman 
mega dan gusdur ini kan sudah ada.

- mendisiplinkan pasar keuangan Indonesia sehingga uang yang hanya 
berputar dalam manipulasi pasar modal bisa diarahkan ke sektor riil. 

- ada program redistribusi dari oligarkis kepada masyrakat middle 
class dan low class.

- Akselerasi kepemimpinan dari generasi 66 ke 98 (lahir 70an) tapi 
mesti ditekankan sekali ideologi pro-kerakyatanya.

Singkatnya, saya cenderung pada pemikiran camp Bung Hatta dimana 
perubahan harus dilakukan, tapi harus sangat hati2. Bung Hatta kalau 
dikategorikan cenderung dikategorikan sbg gerakan tengah-kiri (sosial-
kerakjatan) daripada kiri-radikal. Kalau ditanya aku cenderung dengan 
pemikiran siapa saat ini ? aku lebih milih BS dan FR. DUa duanya punya  
pemikiran dan konsep yg jelas.



bujur,


carlos

Kirim email ke