--- In [email protected], "Edward B. Sinuhaji" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Itulah politik, sebentar koalisi Golkar- PDIP , sekarang PKS PDIP. 
Kalau semua koalisi, apa lagi yg perlu dipilih?
>

kalau bicara dari sudut pandang netral :

PKS bukan partai reliji tradisional seperti halnya Masyumi atau 
organisasi islam seperti muhammadiyah atau NU. Masyumi didirikan pada 
1943 sebagai fusi / united gerakan2 islam waktu itu , dari NU sampai 
JIB. Pimpinanya cenderung Religious-Demokratis , mostly western 
educated.

Nah kalau PKS ini sebenarnya mengikuti gerakan Ikhwanul Muslimin -- 
Moslem  Brotherhood. Filosofinya juga beda dengan muslim 
tradisionalist , 
pendiri gerakan ini adalah Hassan Al-Banna di Mesir sana, salah satu 
tokoh berpengaruh pada gerakan IM ini adalah Syed Qutb.

lebih lanjut --> http://en.wikipedia.org/wiki/Muslim_Brotherhood

Supaya  terbiasa dengan hal yang (mungkin agak) bertentangan dan 
kemudian menelaah keduanya, coba baca blog2 dari ex-pimpinan NU dan 
Muhammadiyah ini:

GUS Mus:
Indonesia menjadi Tempat Pembuangan Sampah Ideologi
http://www.gusmus.net/page.php?mod=dinamis&sub=14&id=865

Syafi'i Maarif:
http://www.maarifinstitute.org/

Terus ada lagi gerakan kayak MMI, FPI, HTI yg sangat radikal dan ingin 
memaksakan kehendaknya (wahyu over rasional).

tapi ... sebagai anti-thesis dari pemikiran kelompok ini muncul lagi 
JIL < jaringan islam liberal > yg mirip2 gerakan islam mu'tazilah di 
jaman Baghdad dulu dimana pilosopisnya "akal berada diatas wahyu".


Jadi peta ideologi islam di indonesia kayak gitu sekarang. Just FYI 
saja.  indonesia sekarang adalah indonesia yang paling ribet dan 
paling aneh dech...sejak pancasilanya secara realitas, sudah gak 
kepake lagi.


......mending main catur aja .. he5x

bujur,



carlos

Kirim email ke