The end of the ’Fukuyama History’ . . . 
Krisis finansial USA banyak memberikan pelajaran baru, atau setidaknya renungan 
baru dalam benak manusia dalam menghadapi masa 100 tahun atau 1000 tahun 
kedepan. Saya pilih angka-angka ini mengingat seringnya dipakai jumlah ini 
dalam perhitungan sejarah. Kita butuh seratus tahun lagi untuk mengatakan yang 
jelek itu adalah baik, atau yang tidak adil adalah adil, kata Keyenes. Apa yang 
jelek dan apa yang tidak adil ketika dia mengatakan ini, tentu tidak sama 
dengan apa yang jelek dan yang tidak adil sekarang ini. Keynes tidak bisa 
melihat ketika itu, sama saja dengan kita tidak akan bisa melihat bagaimana 
keadilan atau ketidakadilan seribu tahun yang akan datang. Mortgage skandal 
belum ada, atau main judi secara besar-besaran dengan uang pinjaman, dan ini 
semua legal, berkat politik neoliberal yang didukung penuh oleh pemerintahnya 
pula. Bukan hanya didukung penuh tapi juga menganjurkan semua pelaku ekonominya 
dan bahkan memaksa negeri lain untuk ikut
 begitu. Tidak ada regulasi dalam bentuk apapun dari negara, kebebasan penuh 
bagi perusahaan bikin kegiatan. Jatuhnya blok timur disamakan dengan 
berakhirnya era campur tangan negara atas ekonomi, the end of history Fukuyama. 
Umur sejarah Fukuyama tidak lama, cuma 15 tahun dan tibalah era baru, the end 
of his own history. Negeri yang dia banggakan sebagai lambang pengakhiri 
history, negeri itu juga yang memulai mengakhiri sejarahnya. Negeri itu mulai 
me’regulasi’ ekonominya atau apa yang sebagian tuduh ’nationalizatian’ of the 
ecomomy. Alasan utama ialah menjaga kesetabilan pasar dan menjaga kepercayaan 
luar negeri. Sebagian mengatakan dengan mengikutkan pembayar pajak Amerika 
kedalam gang penjudi besar yaitu dengan berikan sokongan 700 M dollar. Moral 
hazard?
MUG
--


      ___________________________________________________
Sök efter kärleken!
Hitta din tvillingsjäl på Yahoo! Dejting: 
http://ad.doubleclick.net/clk;185753627;24584539;x?http://se.meetic.yahoo.net/index.php?mtcmk=148783

Kirim email ke