--- In [email protected], MU Ginting <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > The end of the âFukuyama Historyâ . . . > Krisis finansial USA banyak memberikan pelajaran baru, atau setidaknya renungan baru dalam benak manusia dalam menghadapi masa 100 tahun atau 1000 tahun kedepan. Saya pilih angka-angka ini mengingat seringnya dipakai jumlah ini dalam perhitungan sejarah. Kita butuh seratus tahun lagi untuk mengatakan yang jelek itu adalah baik, atau yang tidak adil adalah adil, kata Keyenes. Apa yang jelek dan apa yang tidak adil ketika dia mengatakan ini, tentu tidak sama dengan apa yang jelek dan yang tidak adil sekarang ini. Keynes tidak bisa melihat ketika itu, sama saja dengan kita tidak akan bisa melihat bagaimana keadilan atau ketidakadilan seribu tahun yang akan datang. Mortgage skandal belum ada, atau main judi secara besar-besaran dengan uang pinjaman, dan ini semua legal, berkat politik neoliberal yang didukung penuh oleh pemerintahnya pula. Bukan hanya didukung penuh tapi juga menganjurkan semua pelaku ekonominya dan bahkan memaksa negeri lain untuk ikut > begitu. Tidak ada regulasi dalam bentuk apapun dari negara, kebebasan penuh bagi perusahaan bikin kegiatan. Jatuhnya blok timur disamakan dengan berakhirnya era campur tangan negara atas ekonomi, the end of history Fukuyama. Umur sejarah Fukuyama tidak lama, cuma 15 tahun dan tibalah era baru, the end of his own history. Negeri yang dia banggakan sebagai lambang pengakhiri history, negeri itu juga yang memulai mengakhiri sejarahnya. Negeri itu mulai meâregulasiâ ekonominya atau apa yang sebagian tuduh ânationalizatianâ of the ecomomy. Alasan utama ialah menjaga kesetabilan pasar dan menjaga kepercayaan luar negeri. Sebagian mengatakan dengan mengikutkan pembayar pajak Amerika kedalam gang penjudi besar yaitu dengan berikan sokongan 700 M dollar. Moral hazard? > MUG > -- >
salah satu 'kerjaan' saya sejak 2007 adalah berdebat dengan orang mortgage kalau subprime mortgage ini adalah awal kehancuran kapitalisme liberal. sebenarnya mudah saja untuk dipelajari kenapa sistem mortgage ini akan crash suatu saat dengan perhitungan matematika yang simple. saya bisa menerangkanya jika perlu. kapitalisme di amerika sebenarnya menitikberatkan pada 'economic expansion'. Seharusnya economic expansion ini dilakukan di sektor riil dimana real sektor yang membuka lapangan pekerjaan dan sustainable terus menerus dilakukan. disaat yang sama negara juga bertugas untuk menjaga terjadinya keseimbangan pasar, dimana produksi dan konsumsi sebaiknya berada di tengah dengan melakukan fungsi kontrol(keynes) dan bukan membiarkanya ke pasar bebas ( ala hayek dan friedman ). kalau dibikin generalisasi, economic expansion di AS terjadi hanya melalui spekulasi di sektor keuangan, entah itu dotcom, spekulasi harga minyak dunia, harga emas sampai mortgage ini. Tidak ada yang benar benar "menghasilkan" sesuatu. Semua hanya muter2 disatu tempat saja, sementara deregulasi terus menerus dilakukan. Deregulasi free-market di AS itu diawali dari Senator Gramm Act tahun 1999 dimana investment bank dapat menjadi institusi yang bergerak seperti bank traditional tanpa perlu pengawasan regulasi. Sebelumnya, fungsi investment bank dan tradisional bank ini dipisahkan oleh Presiden Roosevelt pada 1933 pasca Great depression untuk menghindari, ironisnya, spekulasi deal2 investment bank. Jadi hanya perlu 9 tahun agar sistem ini crash. Coba bandingkan dengan collapsenya perbankan Indonesia tahun 1997. Awalnya juga dimulai ketika Pak Harto membuka ratusan bank melalui Pakto 1988, ketika sistem perbankan indonesia di-stress-testing, terbukti fundamentalnya tidak kuat dan berlanjut sampai sekarang. Sama kejadianya dengan di AS, hanya butuh 9 tahun untuk membuktikan bahwa sistem itu akan crash. Keduanya jatuh karena massive leverage debts (hutang). Periode 2008 dan dekade kedepan ini saya bikir akan timbul equilibrium politik dan ekonomi baru secara global. Peran AS di dunia scr global runtuh. Growth economy dunia yang dilakukan dengan memberi hutang kpd rakyat AS kelihatanya sudah berakhir hari ini. Masing-masing negara akan kembali fokus kepada supply/demand negaranya masing2, sosialisme atau paling tidak Third Way economics (Keynes) kembali bangkit. Bujur, Carlos
