Terimakasih kita ucapkan untuk semua para pekerja Pawang Ternalem, khususnya Joey Bangun yang merencanakannya sejak awal. Ini adalah sebuah loncatan diantara ribuan loncatan Karo di depan dalam rangka Karo Enda Ndai dan Enda Karo Ndai.
Saya telah dengar dari seorang penonton bagaimana Pawang Ternalem sangat memuaskan dan pantas dibanggakan oleh Karo. Saya adalah salah seorang yang berjanji akan datang menyaksikan Pawang Ternalem tapi tidak jadi datang karena berbagai alasan. Salah satunya adalah kesibukan mengikuti perkembangan penggalian arkeologi di Benteng Putri Hijau. Selamat man banta kerina kalak Karo atas usainya pertunjukan Pawang Ternalem kemarin. Sampai bertemu 6 November 2008 di Jakarta untuk melanjutkan pembicaraan kita kemarin, Joey. Jabat tangan dari abangndu. Juara R. Ginting --- In [email protected], "windratarigan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > PAWANG TERNALEM it's the spectacular Performance > CONGRATULATION Mr. Joey Bangun....!!!!! > > > Segera ada... NEXT EVENT > > > MJJ > > > > > > > > > > --- In [email protected], Aron on Art arontainment@ wrote: > > > > Catatan Panggung Joey Bangun > > > > Seperti dikutip di website www.joeybangun.com (official media > partner Pawang Ternalem) > > > > > > > > > > > > Usai > > > > Di akhir cerita > > > > Pawang Ternalem dan Beru Patimar > > menyanyi dan menari Erdemu Bayu > > > > Datuk Rubia Gande, sang Malaikat > > perintahkan Tulak Kelambir Gading turun > > dari Tualang Si Mande Angin > > > > Dara meminta > > agar Nandenya mencarikan jodoh untuknya > > > > Layar Tertutup > > > > Penonton bertepuk tangan meriah > > > > Sutradara menerima karangan bunga > > dari Putra Jenggi Kemawar > > > > Terima Kasih Karo! > > > > Inilah pengabdian kami padamu.... > > > > > > > > Pawang Ternalem usai sudah. Di dalamnya ada segudang masalah. Di > dalamnya ada segudang peluh. Di dalamnya ada segudang air mata. Di > dalamnya ada segudang pengorbanan. Di dalamnya ada segudang asa. Yang > pasti, di dalamnya ada segudang perjuangan. > > > > Titik itu telah saya lewati.... > > Saya menitikkan air mata melihat penonton tumpah ruah memenuhi > gedung berkapasitas 810 penonton itu. Saya tahu mereka semua berharap > sesuatu dari kami. Sesuatu persembahan terbaik. Itu sebabnya, > detik-detik terakhir saya coba bangkitkan spirit bermain para aktor > dengan jiwa, roh, dan menyertakan TUHAN didalamnya. > > > > Hasilnya... > > Silahkan anda menilainya. Saya tidak bisa menilai karya saya > sendiri. Biarlah orang-orang menilai. Orang-orang bisa berkata apa > saja. Tapi bagi kami, persembahan Sabtu kemarin adalah terbaik yang > pernah kami lakukan. > > > > Namun.... > > Jika anda bertanya pada saya, apakah itu karyamu terbaik? Saya jawab > tidak! Itu bukan terbaik. Saya bisa membuat lebih baik. Keadaan yang > saya alami dalam proses Pawang Ternalem ini membuat kami 'hanya' > menghasilkan seperti itu. Pawang Ternalem bisa lebih baik jika > diberikan sesuatu yang terbaik. > > > > Pawang Ternalem... > > Suatu saat kami semua mengenangmu. Saat orang-orang Jenggi Kemawar > itu dengan ramah menyambut saya waktu riset penelitian kesana. Saat > saya mengumpulkan para pemain dan tim kreatif menjadi satu tim yang > solid. Saat saya menghimpun dukungan orang-orang untuk konsep saya itu. > > > > Tersenyum... > > Hanya itu yang bisa saya lakukan. Membayangkan dahulu Pawang > Ternalem hanyalah konsep di kepala. Lalu saya coba cari dukungan. > Dengan penuh semangat saya berhasil realisasikan semuanya. MEMANG > TUHAN MAHA DAHSYAT!!! > > > > Donatur... > > Terima kasih dukungan dan kepercayaan yang telah kam berikan pada > kami. Tuhan telah mengetuk hati kam semua hingga mengabulkan cita-cita > kami dan KARO! > > > > Para Penonton Budiman... > > Terima kasih untuk apresiasi yang saudara-saudara berikan. > Menyempatkan waktu dan mengorbankan uang untuk menyaksikan kami. Kami > sadar kecintaan saudara-saudara semua pada Karo yang membuat anda > semua datang ke pertunjukan itu. Maafkan kami jika anda memang tidak > puas dengan apa yang kami berikan. > > > > Para Pecundang... > > Terima kasih untuk janji-janji palsu kalian. Janji akan membantu > tapi tidak pernah ditepati. Termasuk para petinggi Karo yang berbudi > pekerti luhur itu. Surat PEMDA KARO dan bentuk penolakannya sudah saya > terima lengkap dengan tanda tangan bapak SEKDA terhormat. > > > > Pak Menteri yang selama ini saya banggakan ternyata tidak bisa saya > banggakan. Terima kasih telah menerima kami bulan juli lalu di rumah > bapak. Poster Pawang Ternalem ukuran 1 meter oleh-oleh dari kami itu > tidak perlu bapak menteri ganti dengan uang bapak. > > > > Terima kasih pula untuk seseorang yang telah meneror kami saat > latihan di Taman Ismail Marzuki. Hingga seorang temannya saya damprat > habis-habisan karena ingin mencuri uang Pawang Ternalem. > > > > > > > > Pawang Ternalem... > > Sekali lagi terima kasih untukmu.... > > > > dalam doa kusebut namamu > > dalam sanubari aku sebut terus namamu > > > > suatu saat nanti > > aku akan menangis saat mengingatmu > > > > > > Jakarta 281008 02.43 > > > > Joey Bangun > > Direktur Artistik Teater Aron > > > > > > > > > > > > TeaterARON > > Jln. Swadaya V No. 38 Cempaka Baru > > Jakarta Pusat 10650 > > Telp : +62 21 4288 1932 > > Email : arontainment@ > > > > > > > > Warnai pesan status dengan Emoticon > > >
