November ini, genaplah 2 tahun Ford Foundation melalui USU melakukan program
revitalisasi musik-musik tradisional Sumut yang salah satunya adalah Karo.
Revitalisasi (menghidupkan kembali) ini dilakukan dengan program pengajaran
bermain musik tradisional oleh para guru (pemusik senior) terhadap para peminat
musik/ vokal tradisional yang masih remaja. Guru dan murid digaji oleh Ford
Foundation (lembaga pemberi dana dari Amerika). USU Medan bertindak sebagai
pengarah.
Tujuan jangka pendek program adalah melahirkan generasi baru pemusik-pemusik
tradisional. Tujuan jangka panjangnya, musik-musik tradisional yang terancam
hilang kembali diminati oleh masyarakatnya sendiri.
25 November 2008 ini akan diadakan penutupan program revitaliasi musik
tradisional Karo (malam) di Restauran Kenanga Padangbulan Medan. Selain
pemberitan sertifikat kepada para guru dan murid (sekitar 30 orang), para murid
akan menampilkan kebolehannya setelah mengikuti program selama 2 tahun. Para
guru juga menampilkan beberapa kebolehannya dalam menampilkan seni-seni Karo
langka.
Penarune tua Kebun Tarigan (70 thn), misalnya, akan menampilkan kebolehannya
ermangmang diiringi surdam oleh Djasa Tarigan.
Namun begitu, acara ini juga dianggap sebagai awal langkah berikutnya untuk
mencapai tujuan jangka panjang, yaitu; musik tradisional Karo hidup kembali di
tengah-tengah masyarakatnya. Untuk itu, beberapa tokoh Karo yang dianggap
menaruh minat terhadap tujuan jangka panjang ini akan diundang. Siapa tahu,
diantara mereka tertarik mengadakan penampilan musik tradisional di rumahnya
secara rutin (sebulan sekali, misalnya) atau menyumbangkan uang untuk menggaji
guru/ murid (2 orang, misalnya) secara rutin atau bantuan-bantuan lain.
Acara dibiayai oleh Ford Foundation dan sekaligus menjadi evaluasi untuk
mengetahui seberapa besar kans musik tradisional Karo akan hidup kembali di
tengah-tengah masyarakatnya.
Sebagai penyelenggara acara adalah Tabloid Karo SORA SIRULO (Juara R. Ginting
bertindak sebagai ketua panitia).
Kita harapkan Radio Karo Access Global dapat menyiarkan langsung acara ini ke
seluruh dunia agar diskusi juga meluas ke seluruh dunia.
Sumbangan pemikiran dan materil diharapkan dari semua orang Karo sebelum,
sepanjang dan sesudah acara. Sekalian membuktikan bahwa kita prihatin terhadap
musik tradisional kita, bukan "terjeng cakap saja".
Juara R. Ginting