Tak Pernah Akui Soeharto Pahlawan

Tifatul menegaskan, PKS tidak pernah mengakui Soeharto sebagai pahlawan maupun 
guru bangsa. "Perlu saya luruskan, itu tidak benar. Apa hak kita mengakui 
Soeharto sebagai pahlawan, wong pemerintah saja belum mengakui? Bung Tomo saja 
baru diakui tahun ini. Mengapa kita jadi genit-genitan mengakui Soeharto 
sebagai pahlawan?" tandasnya panjang lebar.
 
Di internal PKS juga tidak pernah ada wacana pemberian gelar pahlawan kepada 
Soeharto. Tokoh ini, menurut Tifatul, masih kontroversial sehingga belum bisa 
diputuskan apakah dia layak menerima gelar pahlawan atau tidak.
"Kalau pinjam bahasanya Gus Dur, Soeharto itu besar jasanya, tapi dosanya juga 
banyak," ucapnya.
Yang jelas, akunya, secara pribadi dia tidak setuju mantan penguasa Orde Baru 
itu dianugerahi gelar pahlawan.
"Kita partai reformis. Dulu kita kan ikut menumbangkan Soeharto. Kalau saya 
pribadi tidak setuju," tegasnya, detikcom, Rabu (12/11/2008). 
–
 
KOMENTAR
 
Tifatul Sembiring . . . single fighter, sendirian?
 
Tifatul menegaskan, PKS tidak pernah mengakui Soeharto sebagai pahlawan maupun 
guru bangsa. "Kita partai reformis. Dulu kita kan ikut menumbangkan Soeharto. 
Kalau saya pribadi tidak setuju," tegasnya, detikcom, Rabu (12/11/2008). 
 
Arus orba masih deras di PKS, mulai terlihat ketika pemilu 2004, PKS jadi 2 
kubu, mendukung Amien Rais-Siswono atau Wiranto-Salahuddin Wahid, Wiranto masih 
termasuk unsur orba dan sampai sekarang termasuk salah seorang yang gigih 
memperjuangkan Suharto pahlawan. Perseteruan kedua kubu berangsur 'melenyap' 
lagi setelah pemilu dengan kemenangan SBY-Kalla. Sekarang menjelang pemilu 2009 
semakin nyata lagi perjuangan 2 kubu tsb. Tenaga penggerak utama muncul dengan 
munculnya syarat baru bagi PKS yaitu partai sudah semakin besar (bisa mencapai 
20%) dan ambisi capres atau cawapres didalam partai muncul tak terelakkan, 
berlainan dengan pemilu 2004, persoalannya cuma mendukung yang mana dari 
capres-cawapres. 
 
"Kalau KAMMI mengusulkan saya menjadi calon presiden itu lebih bagus lagi," 
kata Anis dengan raut muka berseri-seri, usai berbicara pada Muktamar KAMMI, 
Kamis (6/11-08) di Makassar. Setidaknya KAMMI di Makassar mendukung sekjen PKS  
Anis Matta (kelahiran Bone Sulsel) jadi capres. Hidayat (ketua MPR) sudah tidak 
dihitung atau mau didep duluan supaya tidak jadi capres. "Pak Hidayat kita 
anggap gagal sebagai calon pemimpin masa depan, sebab tidak bisa memegang 
komitmennya untuk memaparkan visi-misinya dalam menyelesaikan persoalan bangsa 
ini," (muktamar KAMMI Makassar). Ini ada kemiripannya dengan sekjen PBB Yusril 
jadi capres yang dapat dukungan penuh dari istri mudanya dan adiknya Yusron. 
Ketua PBB MS Kaban  tak persoalan. Atau ada juga kemiripannya dengan 2 kubu 
Golkar antara Akbar dan Kalla (yang juga kelahiran Bone seperti sekjen PKS), 
dan berakhir dengan kemenangan orang Bone Kalla. Bedanya ialah Akbar punya 
beban, Tifatul bersih, boleh dikatakan
 tak punya beban. Outputnya pasti berlainan.
 
Pendiri PKS Hidayat sudah di 'tempatkan' seperti diatas, tetapi presiden PKS 
Tifatul belum disinggung atau juga tidak jadi persoalan dalam menjalankan 
tujuan utama kubu sekjen Anis Matta menuju capres dan memenangkan kubu orba 
dalam PKS. Presiden PKS Tifatul Sembiring telah banyak bejasa dalam membesarkan 
partai dibagian barat Indonesia, dibagian timur (terutama sulsel) banyak 
pengaruh sekjen Anis Matta. Tifatul kelihatannya 'sendirian', dan PKS dari 
daerah pulau Jawa akan menentukan siapa pemenang  pertarungan ini nanti (dari 
segi kwantitas suara), tetapi Tes-antites-syntes, hukum perkembangan yang 
berlaku. 
MUG


      __________________________________________________________
Går det långsamt? Skaffa dig en snabbare bredbandsuppkoppling. 
Sök och jämför priser hos Kelkoo.
http://www.kelkoo.se/c-100015813-bredband.html?partnerId=96914325

Kirim email ke