sumber: 
http://www.berpolitik.com/news.pl?n_id=17693&c_id=3&param=CExhIUuS5qsilwT4ESGC

Ada apa dengan PKS? Ini pertanyaan yang langsung mengapung karena
tanggapan yang tak seragam dari para elit partai menanggapi komentar
publik terhadap iklan mereka menyambut hari pahlawan.Sebagaimana
diketahui, dalam iklan itu, PKS menyebut Soeharto sebagai guru bangsa
dan pahlawan nasional.

Pada awalnya, tampil Fachry Hamzah yang
menanggap kritik atas iklan itu. Menurut dia, pilihan atas Soeharto
karena yang bersangkutan adalah figur yang berpengaruh. "Bisa
memerintah selama 32 tahun jadi bukti, pengaruhnya besar,"ujar mantan
aktivis UI 98 ini. 

Tapi dia menolak anggapan bahwa iklan itu
untuk mencari simpati keluarga cendana atau orang-orang tertentu. Jadi,
apa tujuan iklan itu? Katanya," Lewat iklan itu, PKS ingin
berkomunikasi dengan bangsa secara keseluruhan."

Setelah
berbagai kalangan terus melontarkan kritik, akhirnya ada pernyataan
klarifikasi. Datangnya lansung dari Presiden PKS, Tifatul Sembiring.
Kepada Detik.com, Tifatul menyatakan ada perbedaan antara iklan yang
ditayangkan di televisi dengan contoh iklan yang dipresentasikan kepada
dirinya. 

Menurut Tifatul, dalam konsep yang disodorkan kepada
dirinya itu, pada scene awal tokoh yang muncul pertama kali adalah
Soekarno dan Soeharto yang diikuti dengan tulisan berbunyi, "mereka
sudah memberikan apa yang mereka bisa", baru diikuti dengan Jenderal
Soedirman dan Bung Tomo yang diberi komentar 'mereka telah memberikan
apa yang mereka punya".

Yang menarik adalah penegasan yang
diberikan Tifatul terkait gelar kepahlawanan Soeharto."Perlu saya
luruskan, itu tidak benar. Apa hak kita mengakui Soeharto sebagai
pahlawan, wong pemerintah saja belum mengakui? Bung Tomo saja baru
diakui tahun ini. Mengapa kita jadi genit-genitan mengakui Soeharto
sebagai pahlawan?" tandasnya sebagaimana dikutip detik.com. 

Selesai?
Nyatanya belum. Adalah Sekjen PKS, Anis Matta yang kali ini urun
bersuara. Menurut dia, iklan itu merupakan ajakan rekonsiliasi."Kita
harus bisa mensikapi masa lalu kita secara adil, arif dan proporsional.
Berhenti mengadili masa lalu tapi tetap menjadikannya sebagai inspirasi
bagi masa depan kita," katanya kepada detik.com. 

Dari penjelasan para elit PKS ini, mencuat sejumlah pertanyaan. 


Ditelikung?
Pertama,
yang paling pokok, benarkah iklan yang ditayangkan di televisi itu tak
sesuai versi aslinya sebagaimana didaku Tifatul? Jika benar bukan yang
disepakati oleh jajaran pimpinan partai, siapa yang telah menelikung
Presiden Partai? 

Logisnya kalau pernyataan Tifatul benar tentu
ada langkah-langkah konkrit yang akan diambil dalam tubuh partai ini.
Jelasnya, pihak-pihak yang telah menelikung pimpinan partai harus
mendapat sanksi yang tegas dan diumumkan secara terbuka. Hanya dengan
itu kredibilitas Presiden Partai dan tentunya PKS sendiri terpelihara. 

Terkait
itu, kedua, jika benar Tifatul telah ditelikung, ini fenomena yang
sungguh menarik. Sebagai partai kader, PKS dikenal memiliki disiplin
partai yang terbilang kuat. Sehingga pernyataan Tifatul mengisyaratkan
bahwa disiplin partai itu tengah mengalami cobaan. Persoalanya
kemudian, mengapa Anis dan Fachry berani melabrak disiplin partai?

Pada
titik ini, analisis kembali ke soal yang itu-itu juga: perkubuan di
tubuh partai dakwah ini. Sebagaimana pernah diulas, sekurang-kurangnya
ada tiga faksi dalam tubuh PKS. Dalam hal ini, Anis dan Fachry
digolongkan sebagai kubu "politik" sebagaimana juga ketua dewan syuro
partai ini, Hilmi Aminudin. Sedangkan Tifatul disebut-sebut masuk kubu
faksi tengah sebagaimana halnya Hidayat Nur Wahid. Sedangkan faksi
ketiga sering disebut dengan istilah faksi dakwah atau malah faksi
Depok yang antara lain di gawangi oleh Ihsan Tandjung. 

Tapi,
penjelasan perkubuan ini saja tetap tak cukup. Karena itu, sudah
sepantasnya diajukan pertanyaan berikutnya. Yakni, ketiga, jika dilihat
dari rentetan waktu, menjadi jelas bahwa pernyataan Anis Matta
seolah-olah hendak mematakan argumentasi Tifatul. Dan Tifatul hendak
meluruskan ucapan-ucapan yang dilontarkan Fachry. Dengan begitu
pertanyaannya, mengapa kubu Anis-Fachry begitu ngotot sehingga berani
secara terbuka mementahkan pernyataan Tifatul?

Sudah Atau Akan Memikat Cendana?
Ada
yang menganalisa bahwa kekerasan hati para kubu politik ini karena
mempertimbangkan potensi suara yang bisa diraup dengan mengusung
Soeharto. Ini pastilah berpijak pada keyakinan bahwa masyarakat masih
rindu Orde Baru, dan terlebih-lebih rindu kepada Soeharto. Sejatinya
ini anggapan yang masih pantas untuk diperdebatkan. 

Prestasi
PKPB pada 2004 menunjukkan bahwa pendukung Soeharto memang masih ada.
Tapi, tidaklah sedahsyat yang diperkirakan banyak orang. Jika
ditimbang-timbang dengan "nilai pasar" PKS saat ini, 'mencomot'
kepopuleran Soeharto memang terbilang riskan. Soalnya ini akan menjadi
bumerang bagi slogan partai ini sendiri yang mengedepankan sebagai
partai "bersih" alias anti korupsi.

Karena itu pantas pula kalau
kemudian ada yang menduga kengototan itu lebih karena memang telah ada
kesepakatan yang harus dipenuhi oleh (sebagian elit) PKS. Dugaan ini
mencuat karena secara eksplisit Fachry menyebut bukan untuk "keluarga
cendana atau orang-orang tertentu". Persis sebaliknyalah orang membaca
pernyataan tersebut. Pertanyaannya kemudian siapakah "orang-orang itu"?

Dalam
hal ini ada yang menyebut PKS hendak melirik Mbak Tutut. Tetapi, tak
sedikit yang menduga bahwa yang dilirik PKS adalah Bambang Triatmodjo.
Ketertautan ini terjadi karena ada figur Aziz Mochdar di PKS. Pemilik
gedung Cyber di bilangan Kuningan ini terdaftar sebagai caleg DPR RI di
DKI Jakarta. Kalangan bisnis mengenal Aziz sebagai salah satu tangan
kanan Bambang Triatmodjo semasa putra ketiga Soeharto ini di masih
menguasai Bimantara. 

Tentu saja ini masih sebuah spekulasi
yang lahir dari sebuah manuver politik elit PKS yang tak biasa. Karena
itu, untuk adilnya, dengarlah ucapan Tifatul mengenai soal Cendana
sebagaimana dikutip dari pk-sejahtera.org. ""Kami larang kalau ada
kader yang mendekati Cendana. Tolong, jangan lakukan itu. Itu akan
mencederai partai kita,"tandasnya. 

Hm,pemilihan kata "tolong" tak ayal menyiratkan adanya pesan khusus. Apa ya 
maksudnya?

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community


--- On Sun, 11/16/08, Zoblok Entertainment <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Zoblok Entertainment <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [tanahkaro] Tifatul Sembiring . . . single fighter, sendirian?
To: [email protected]
Date: Sunday, November 16, 2008, 8:44 AM










    
            Kalimbubuku. ..
Takutnya Pak Tifatul ini masih kebawa sifat orang karo, yakni malu/belum bisa 
menawarkan diri/sale your self  ke orang lain.
Bujur


Pada 16 November 2008 23:24, MU Ginting <[EMAIL PROTECTED] se> menulis:

















    
            Tak Pernah Akui Soeharto Pahlawan

Tifatul menegaskan, PKS tidak pernah mengakui Soeharto sebagai pahlawan maupun 
guru bangsa. "Perlu saya luruskan, itu tidak benar. Apa hak kita mengakui 
Soeharto sebagai pahlawan, wong pemerintah saja belum mengakui? Bung Tomo saja 
baru diakui tahun ini. Mengapa kita jadi genit-genitan mengakui Soeharto 
sebagai pahlawan?" tandasnya panjang lebar.
 
Di internal PKS juga tidak pernah ada wacana pemberian gelar pahlawan kepada 
Soeharto. Tokoh ini, menurut Tifatul, masih kontroversial sehingga belum bisa 
diputuskan apakah dia layak menerima gelar pahlawan atau tidak.
"Kalau pinjam bahasanya Gus Dur, Soeharto itu besar jasanya, tapi dosanya juga 
banyak," ucapnya.
Yang jelas, akunya, secara pribadi dia tidak setuju mantan penguasa Orde Baru 
itu dianugerahi gelar pahlawan.

"Kita partai reformis. Dulu kita kan ikut menumbangkan Soeharto. Kalau saya 
pribadi tidak setuju," tegasnya, detikcom, Rabu (12/11/2008) . 
–
 
KOMENTAR
 
Tifatul Sembiring . . . single fighter, sendirian?
 
Tifatul menegaskan, PKS tidak pernah mengakui Soeharto sebagai pahlawan maupun 
guru bangsa. "Kita partai reformis. Dulu kita kan ikut menumbangkan Soeharto. 
Kalau saya pribadi tidak setuju," tegasnya, detikcom, Rabu (12/11/2008) . 

 
Arus orba masih deras di PKS, mulai terlihat ketika pemilu 2004, PKS jadi 2 
kubu, mendukung Amien Rais-Siswono atau Wiranto-Salahuddin Wahid, Wiranto masih 
termasuk unsur orba dan sampai sekarang termasuk salah seorang yang gigih 
memperjuangkan Suharto pahlawan. Perseteruan kedua kubu berangsur 'melenyap' 
lagi setelah pemilu dengan kemenangan SBY-Kalla. Sekarang menjelang pemilu 2009 
semakin nyata lagi perjuangan 2 kubu tsb. Tenaga penggerak utama muncul dengan 
munculnya syarat baru bagi PKS yaitu partai sudah semakin besar (bisa mencapai 
20%) dan ambisi capres atau cawapres didalam partai muncul tak terelakkan, 
berlainan dengan pemilu 2004, persoalannya cuma mendukung yang mana dari 
capres-cawapres. 
 
"Kalau KAMMI mengusulkan saya menjadi calon presiden itu lebih bagus lagi," 
kata Anis dengan raut muka berseri-seri, usai berbicara pada Muktamar KAMMI, 
Kamis (6/11-08) di Makassar. Setidaknya KAMMI di Makassar mendukung sekjen PKS  
Anis Matta (kelahiran Bone Sulsel) jadi capres. Hidayat (ketua MPR) sudah tidak 
dihitung atau mau didep duluan supaya tidak jadi capres. "Pak Hidayat kita 
anggap gagal sebagai calon pemimpin masa depan, sebab tidak bisa memegang 
komitmennya untuk memaparkan visi-misinya dalam menyelesaikan persoalan bangsa 
ini," (muktamar KAMMI Makassar). Ini ada kemiripannya dengan sekjen PBB Yusril 
jadi capres yang dapat dukungan penuh dari istri mudanya dan adiknya Yusron. 
Ketua PBB MS Kaban  tak persoalan.
 Atau ada juga kemiripannya dengan 2 kubu Golkar antara Akbar dan Kalla (yang 
juga kelahiran Bone seperti sekjen PKS), dan berakhir dengan kemenangan orang 
Bone Kalla. Bedanya ialah Akbar punya beban, Tifatul bersih, boleh dikatakan 
tak punya beban. Outputnya pasti berlainan.
 
Pendiri PKS Hidayat sudah di 'tempatkan' seperti diatas, tetapi presiden PKS 
Tifatul belum disinggung atau juga tidak jadi persoalan dalam menjalankan 
tujuan utama kubu sekjen Anis Matta menuju capres dan memenangkan kubu orba 
dalam PKS. Presiden PKS Tifatul Sembiring telah banyak bejasa dalam membesarkan 
partai dibagian barat Indonesia, dibagian timur (terutama sulsel) banyak 
pengaruh sekjen Anis Matta. Tifatul kelihatannya 'sendirian', dan PKS dari 
daerah pulau Jawa akan menentukan siapa pemenang  pertarungan ini nanti (dari 
segi kwantitas suara), tetapi Tes-antites- syntes, hukum perkembangan yang 
berlaku. 
MUG

      Sök efter kärleken! 
Hitta din tvillingsjäl på Yahoo! Dejting: http://se.meetic. yahoo.net

      

    
    
        
        
        
        


        


        
        
        
        
        




-- 
Zoblok Entertainment
Komp. Pengayoman
Jl. Pidana IV Blok A9/7A Tangerang
Phone. +62 21 71596414 
Fax.+62 21 558 1674
YM: onda_good
Email: [EMAIL PROTECTED] com, http://www.zoblok. com




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke