Sumber:
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/04/06/00505932/demi.menggapai.indah.impian
Demi Menggapai Indah Impian
function Big(me)
{
me.width *= 1.700; me.height *= 1.700;
}
function Small(me)
{
me.width /= 1.700; me.height /= 1.700;
}
FOTO-FOTO: KOMPAS/YUNIADHI AGUNG / Kompas Images
Sion di studio rekaman bersama ayahnya, Oscar.
Minggu, 6 April 2008 | 00:50 WIB
LusiANA Indriasari dan Susi IvvatyKetika
televisi menjanjikan ketenaran, anak-anak pun ikut terseret ke dalam
arus pencarian popularitas. Lihat saja di layar kaca. Sejumlah sinetron
remaja yang mengumbar kesedihan, keculasan, dan konflik berkepanjangan,
sebagian besar pemainnya adalah remaja (baca=anak-anak).Ajang
pencarian bakat pun kini menjadikan anak-anak sebagai sasaran. Anak
dijanjikan menjadi tenar, diperlakukan seperti artis dengan menginap di
hotel, pergi ke salon yang mahal, dan berpakaian mahal.Anak-anak
lalu diajak tampil di acara pentas musik. Kalau ada yang punya
kemampuan selain nyanyi, mereka diajak main sinetron, menjadi pembawa
acara, atau membintangi iklan.Makanya jangan heran jika audisi
ajang pencarian bakat semacam Idola Cilik yang diadakan sebuah stasiun
televisi swasta bisa menjaring ribuan peserta. Di Jakarta, misalnya,
peserta audisi bisa mencapai 5.800 anak.”Ingin terkenal dan
punya banyak uang.” Itulah alasan yang diungkapkan Raja Sion Naiambaton
Simbolon (12) atau Sion ketika memutuskan ikut Idola Cilik. Dengan uang
yang dimilikinya nanti, Sion ingin membantu ayahnya, Oscar Simbolon
(48), yang hidup pas-pasan sebagai penyanyi kafe.Dua adik Sion
yang masih belajar di sekolah dasar juga ikut audisi Idola Cilik.
Tetapi, mereka gagal. Sion yang kini masih kelas I SMP di Perguruan
Advent I, Jakarta Timur, berhasil masuk 16 besar. Penyanyi diseleksi
melalui dukungan layanan pesan singkat (SMS).Program pencarian
bakat ini menjanjikan beasiswa. Bagi anak yang bisa meraih juara I akan
mendapat beasiswa sebesar Rp 50 juta, juara II mendapat Rp 25 juta, dan
juara III mendapat Rp 15 juta. Selain itu, anak-anak akan diarahkan
untuk berkarya sesuai bakatnya.”Anak yang kelihatan berbakat
akting akan diajak main sinetron. Anak yang cocok untuk main iklan bisa
ditawari untuk ikut iklan,” tutur Oscar. Ia dijanjikan, anak-anak tidak
akan diabaikan meskipun mereka tidak menjadi juara.Mimpi indahSion
tidak sendirian. Masih banyak anak-anak lain yang tergiur mimpi indah
menjadi orang terkenal. Angelica Martha Pieters (10), siswa kelas V
Sekolah Dasar Santa Theresia, Jakarta Pusat, tidak puas dengan berbagai
prestasi menyanyi yang dia miliki.Angel, sapaan akrab Angelica,
pernah mendapat medali emas di World Choir Game yang diadakan di
Xianmen, China, tahun 2006. Ia juga pernah mendapat penghargaan di
ajang Asian Choir Games di Jakarta pada 2007.Selain itu, Angel
juga mendampingi beberapa penyanyi dan pemusik terkenal, seperti Ruth
Sahanaya dan Sadao Watanabe. Meski begitu, dia tetap ingin menjadi
bintang televisi dengan mengikuti acara Idola Cilik. ”Dari dulu aku
ingin jadi penyanyi,” kata Angel memberi alasan.Secara
finansial, Angel tidak kekurangan. Ayah Angel, Patria Pieters (47),
orang berada. Patria mengatakan, ia mendukung anaknya karena sayang
bila bakat menyanyi Angel tidak dikenal banyak orang. Sejak umur 6
tahun Angel sudah disekolahkan di sekolah musik Elfa Secoria.Kalau
Angel dan Sion sedang meniti jalan menjadi terkenal, Rio Bhaskara (14)
sudah benar-benar menjadi bintang. Remaja kelas II SMP Labschool
Rawamangun, Jakarta Timur, ini beberapa kali menjadi bintang iklan,
main sinetron, dan main film, antara lain Mengejar Matahari dan Realita
Cinta dan Rock n Roll.Menurut Erlisativani atau Erli (39), ibu
Rio, Rio terjun ke dunia hiburan tanpa sengaja. Dulu ketika masih
balita Rio anak yang penakut. Ia sulit beradaptasi dengan lingkungan
baru. Setiap dibawa ke rumah saudara selalu menangis.Ternyata
Rio senang dipotret. Iseng-iseng Erli mengirim foto Rio ke majalah Ayah
Bunda. Ternyata Rio mendapat tawaran ikut sesi pemotretan dan Rio pun
senang. ”Ini di luar dugaan, saya juga heran kok Rio jadi berani,” ujar
Erli.Obat gosokJalan menuju popularitas
tidak semudah yang dibayangkan. Orangtua Sion harus mengeluarkan uang
hingga Rp 10 juta untuk mengirim layanan pesan singkat demi mendukung
Sion. Sebagian uang itu ia peroleh dari sumbangan kenalan.Sion
juga sering kecapaian karena harus sekolah, berlatih menyanyi, dan
sesekali mengisi acara di luar Idola Cilik. Belum lagi persiapan konser
Idola Cilik yang butuh waktu hingga dua hari.Ketika dihubungi
Jumat (4/4), Sion dan Oscar sudah berada di Hotel Twin Plaza, Jakarta
Barat. Suara Sion terdengar serak. ”Iya, aku agak sakit,” kata Sion.Meski
kurang enak badan, Sion harus tetap mengikuti serangkaian persiapan
untuk tampil di Idola Cilik. ”Hari ini kita mau ke salon. Potong rambut
model artis. Setelah itu latihan,” kata Oscar di telepon.Sehari
sebelumnya, Sion pulang larut malam karena harus rekaman untuk mengisi
nada sambung (ringtone) yang biasa digunakan pada ponsel.Oscar
selalu menyediakan obat-obatan resep dokter untuk Sion. Tidak
ketinggalan pula minyak gosok. Oscar bertutur, karena kecapaian Sion
pernah kehilangan suaranya, padahal sebentar lagi ia harus tampil
nyanyi di Idola Cilik.Oscar lalu memberi obat dan menggosok-gosok badan Sion
dengan minyak gosok. ”Untung suaranya keluar lagi,” kata Oscar.Sion pun bisa
bernyanyi kembali:Ku melangkah menggenggam harapanSenyum manis
kupersembahkanDemi menggapai indah impianBukan hanya di anganDi sini tempat
berbagi ceriaIdola cilik, oh idola semua idola…
Salam Mejuah Juah
Karo Cyber Community
--- On Mon, 11/17/08, rayendra ginting <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: rayendra ginting <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [tanahkaro] Re: [permata-gbkp] Finalis Idola Cilik dari GBKP KM 8
Pdgbulan
To: [email protected]
Date: Monday, November 17, 2008, 6:13 PM
Ourel br Sinuhaji
Butuh Dukungan Warga Medan di Idola Cilik II
MEDAN memang gudangnya penyanyi berbakat. Salah satunya Ourel,
bocah cilik berusia 8 tahun jebolan lembaga pendidikan musik farabi
pimpinan Dwiki Darmawan. Dara manis berambut panjang ini, berhasil
menjebol gawang Idola Cilik II. Ourel menjadi satu dari lima finalis
yang akan berangkat ke Jakarta dan bersaing dengan finalis dari kota
besar lain yakni Jakarta, Bandung, Surabaya dan Yogyakarta.
Pentas pertama digelar Selasa tanggal 18 November pukul 13.00 WIB di
stasiun televisi RCTI. Namun, polling sms dimulai dari tanggal 10
November. Polling menjadi salah satu pendukung Ourel untuk masuk ke
tahap selanjutnya. "Karena itu kami butuh dukungan warga Medan untuk
mengirimkan sms, kalau bukan kita siapa lagi.
Kualitas suaranya bisa diuji," ujar pimpinan Farabi Medan Dino Irwan
mendampingi Ourel, dihadapan wartawan, Senin (10/11). Selaku anak didik
dari pengajarnya Kartini br Manalu dan Merry br Tobing, Ourel salah
satu yang berbakat. Tak heran bila juri kala babak penyisihan,
tercengang dengan suara Ourel membawakan lagu daerah Karo Piso Surit.
"Kak Winda bilang suara Ourel membuat dia merinding, mama Ira memuji
keceriaan dan suara Ourel," ujar tantenya Ferlinda br Sinuhaji.
Lomba Nyanyi
Bocah yang memiliki nama lengkap Ourel Queen br Sinuhaji ini, sudah
malang melintang di dunia nyanyi dan modelling. Sejak umur 3,5 tahun
sering mengikuti lomba nyanyi dan model, bahkan berkesempatan juara.
Sayang, di Jakarta nanti kedua orangtua Ourel tak bisa mendampingi.
"Ayahnya kemarin sempat terkena stroke ringan, sekarang mulai membaik.
Sedangkan mamanya repot mengurus ketiga adiknya yang lain," lanjut
Ferlinda.
Apalagi ayahnya Frans Jimmi Sinuhaji dan ibunda Siti Khadijah br
Sembiring, sehari-harinya hanya berjualan tomat di pasar Sentral.
Namun, ini tak membuat Ourel patah semangat. "Ourel gak terpaksa ikut
lomba, Ourel mau jadi juara," katanya malu-malu. Prestasi di sekolahnya
pun tak jelek, siswi kelas 3 SD Methodist Jalan Hang Tuah Medan masuk
dalam 10 besar.
Kepolosan Ourel yang masih bocah dan menyanyikan lagu-lagu cilik,
menjadi strategi Dino. "Kita hindari mengajarkan lagu-lagu cinta dan
remaja di sini. Sedapat mungkin diajarkan lagu anak-anak seperti
karangan AT Mahmud dan lagu daerah," tambahnya. Semoga ini menjadi
stategi yang pas, dan mengantarkan Ourel masuk dalam finalis Idola
Cilik II. "Di Jakarta nanti Ourel mau nyanyi Doo Bee Doo, dukung Ourel
yah. Caranya gampang ketik IC Ourel kirim ke 6288," tukasnya manja.
Semoga semua warga Medan dapat mendukung Ourel, salah satu bocah yang
berbakat dari Medan.
(http://www.medanbis nisonline. com/rubrik. php?p=129004&more=1)