Mejuah-juah Bang KT bagepe permilis kerina

Merandal kuakap usulndu enda, sada trobosan si mungkin ka. Tiap kali 
trobosan, tiap kali e ka pergeseran perkembangenta ku lebe. 
Merandal perkaden-kaden kita Karo, gia lenga ka seri pengangkaanta 
ras kalak diluar Karo uga perkade-kaden Karo enda ndai. Maka bagi 
sikatakendu permilista enda banci nge kerina persada arih gelah 
rasras ka nggerakken ras ngusulken man kade-kade si lit denga 
itadingken calon pahlawanta. Adi sindeher atau kade-kade Selamat 
Ginting tah labo meserasa ndaramisa. Seran nge kari ndarami atau 
nggerakken kade-kade capah (calon pahlawan) si enggo ndekah 
perjuangenna, bagi Datuk Sunggal Badiuzzaman Surbakti, paling lama 
erperang ngelawan Belanda ibandingken isepe pahlawan sideban. 
Prof. H. Ahmad Samin Siregar pada 27 Juni 2004 di Mdedan pernah 
ngusulken a.l. ditulisnya: 
 "Perang Sunggal" yang bermula pada 15 Mei 1872 di bawah pimpinan 
Datuk Badiuzzaman Surbakti ini merupakan perang terhadap penjajahan 
Belanda yang menunjukkan adanya nilai-nilai patriotisme, 
nasionalisme, dan rasa cinta tanah air yang sangat besar. Oleh 
karena itulah, Datuk Badiuzzaman Surbakti ini sangat pantas kiranya 
diangkat menjadi "Pahlawan Nasional" karena beberapa pertimbangan 
tertentu seperti berikut ini." (Waspada) 

Bujur ras mejuah-juah kita kerina
MUG

--- In [email protected], kontan tarigan 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Prosedur Pengusulan Gelar Pahlawan 


Mejuah-juah permilis.
 
Informasi di bawah ini adalah Prosedur Pengusulan Gelar Pahlawan 
beserta pendefinisiannya:

http://www.depsos.go.id/modules.php?name=Publikasi&nama=UsulPahlawan
 
Menurut Mensos (Bahtiar Chamsayah) saat pemberian gelar Pahlawan Pa-
garamata, masih ada tokoh karo yang layak mendapat gelar pahlawan, 
seperti Selamat Ginting, dll. Namun semua proses harus dimulai dari 
keluarga. Katanya, dia telah mendorong agar diajukan tapi sampai 
sekarang belum ada yang sampai di mejanya.
 
Mungkin [email protected] dapat mempeloporinya. Semua orang 
karo adalah keluarga. Sebelum karo menjadi tokoh dunia dan manusia, 
kita mulai dari tokoh nasional lebih dahulu. Kesempatan itu telah di 
depan mata. Kalau orang lain (menteri lagi) mengatakan bisa, mengapa 
kita karo (orang muda lagi) tidak mewujudkannya?
 
Salam dari Bang KT 


Kirim email ke