Medan (SIB)

Tim X Reses DPRD Sumut menyampaikan, Pemkab Karo berencana membangun
Laboratorium Pertanian berbiaya belasan miliar rupiah di Kabupaten
Karo, guna meneliti hama, bibit, pupuk maupun mutu pestisida yang
digunakan petani selama ini, sehingga bisa terkontrol pemakaiannya.


Hal itu diungkapkan Tim X Reses DPRD Sumut (meliputi Kabupaten Karo,
Dairi dan Pakpak Bharat) Ir Edison Sianturi kepada wartawan, Kamis
(4/12) di DPRD Sumut seusai menyampaikan hasil laporan timnya pada
rapat paripurna dewan yang dipimpin Ketua Dewan Drs H Azis Angkat MSP
dihadiri Sekdapropsu DR RE Nainggolan MM.


“Dengan dibangunnya Laboratorium Pertanian ini nantinya, dipastikan
masyarakat petani Karo akan terbantu, sebab tidak lagi menggunakan
pestisida maupun pupuk tanaman secara otodidak (sembarangan), melainkan
sudah dibantu melalui peralatan yang canggih,” ujar Edison.


Untuk mendukung pembangunan laboratorium tersebut, tambah Wakil Ketua
DPW Patriot Pancasila Sumut itu, masyarakat Karo sangat membutuhkan
dukungan dari Pemkab Karo maupun Pempropsu berupa pengalokasian
anggaran di APBD masing-masing.


Alat Pengukur


Edison juga mengatakan, selain Laboratorium Pertanian, Kabupaten Karo
dan Dairi juga sangat membutuhkan Alat Pengukur Unsur Hara Tanah yang
diperkirakan biayanya mencapai Rp1 miliar/unit.


“Alat Pengukur ini gunanya untuk mengetahui unsur apa yang kurang dalam
tanah. Cara kerjanya, kita hanya mencelupkan alat ini ke dalam tanah,
maka akan terlihat jelas di layar monitor unsur apa yang melebihi atau
yang kurang dalam tanah dimaksud,” ujar Sekretaris Komisi A DPRD Sumut
itu.


Edison melihat, dengan adanya alat ini, petani sangat terbantu, sebab
penggunaan pupuk dan pestisida lebih effesiansi, karena dapat diketahui
langsung unsur apa saja yang rendah dan dapat secara cepat dilakukan
penambahan. Bukan seperti selama ini, petani menggunakan pupuk dan
pestisida secara serampangan. (M10/g)

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community



      

Kirim email ke