Salam jumpa dan mejuah juah,
informasi yg sangat berarti dan penting untuk di sebarkan dan dipromosikan arti dan urgensinay pada pertanian karo, mungkin mengulas dalam Sora Mido atau Sora Sirulo unutk menciptakannya sebagai sebuah kebutuhan dalam pikiran pemda dan petani sebagai audience. Hadirnya lab yg bisa menguji tidak hanya penyakit tapi juga kandungan pupuk dan pestisida dan mendeklarasi hasil uji objektif akan mengurangai peredaran pupuk dan pestisida palsu yg diperikarankan banyak beredar dari berbagai sumber pemberitaan termasuk bicara langsung dengan petani yg pernah saya lakukan. Sampai saat ini petani karo yg pestiside minded namun pengetahuan yg tidak ada mengenaii kandungan dan untuk apa saja sering menjadi mangsa banyak perusahaan2 pestisida, dealer dan toko nakal benar benar mengambil keuntungan dari situasi ini. Saya pernah mensetup laboratorum perikanan tambak di bireun, Aceh yg dilengkapi dengan instrument2 dan alat uji yg paling cangggih yg mampu melakukan uji dari tahap mulai bibit, budidaya sampai panen hanya memerlukan lebih kurang 1, 2 miliar, saya asumsikan biaya tidak akan jauh berbeda dengan keperluan dalam pertanian. Dan lab perikanan tsb beroperasi dengan system pembayaran dari pelanngan yg melakukan pengetesan dgn harga mulai dri Rp 20 000 sampai 90 000 tergantung pelayanan uji yg diminta dan mulai berjalan dan dirasakan manfaatnya bagi petambak2 Konsep yg sama patut ditinjau kelayakannya di pertanian dan direplikasi dengan meramgkum semua jenis kebutuhan dan jasa pengujian dari petani dan dipromosikan kepada petani lewat leaflet atau brosur ringan ke desa desa. Lewat program yg pernah kita lakukan dan masih diteruskan saat ini alat uji PH tanah untuk mengetahui tingkat keasaman yg dicelupkan ke tanah , mungkin test yg lain juga ? diperkenalkan pada petani dan harganya hanya satu jutaan bukan miliaran. Informasi sepatutnya dijadikan sebagai kesempatan dan ditindaklanjuti untuk ditagih supaya bisa diwujudkan Arman Ginting ALSC Program Manager ADB NACA Fishery Banda Aceh _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of renaldi ananta Sent: 05 Desember 2008 12:10 To: [email protected] Subject: [SPAM]Re: [tanahkaro] Laboratorium Pertanian Direncanakan Akan Dibangun Di Karo selamat ya buat tanah karo ....kiranya itu tidak hanya menjadi wacana yang berkepanjangan ......salut buat bp2 yang duduk di kursi panas.......sudah sejak lama t. karo membutuhkan laboratorium pertanian.....saya berharap pembangunan itu berjalan dngan baik dan lancar......9 jgn dikorupsi lagi) Alexander Firdaust <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Medan (SIB) Tim X Reses DPRD Sumut menyampaikan, Pemkab Karo berencana membangun Laboratorium Pertanian berbiaya belasan miliar rupiah di Kabupaten Karo, guna meneliti hama, bibit, pupuk maupun mutu pestisida yang digunakan petani selama ini, sehingga bisa terkontrol pemakaiannya. Hal itu diungkapkan Tim X Reses DPRD Sumut (meliputi Kabupaten Karo, Dairi dan Pakpak Bharat) Ir Edison Sianturi kepada wartawan, Kamis (4/12) di DPRD Sumut seusai menyampaikan hasil laporan timnya pada rapat paripurna dewan yang dipimpin Ketua Dewan Drs H Azis Angkat MSP dihadiri Sekdapropsu DR RE Nainggolan MM. "Dengan dibangunnya Laboratorium Pertanian ini nantinya, dipastikan masyarakat petani Karo akan terbantu, sebab tidak lagi menggunakan pestisida maupun pupuk tanaman secara otodidak (sembarangan), melainkan sudah dibantu melalui peralatan yang canggih," ujar Edison. Untuk mendukung pembangunan laboratorium tersebut, tambah Wakil Ketua DPW Patriot Pancasila Sumut itu, masyarakat Karo sangat membutuhkan dukungan dari Pemkab Karo maupun Pempropsu berupa pengalokasian anggaran di APBD masing-masing. Alat Pengukur Edison juga mengatakan, selain Laboratorium Pertanian, Kabupaten Karo dan Dairi juga sangat membutuhkan Alat Pengukur Unsur Hara Tanah yang diperkirakan biayanya mencapai Rp1 miliar/unit. "Alat Pengukur ini gunanya untuk mengetahui unsur apa yang kurang dalam tanah. Cara kerjanya, kita hanya mencelupkan alat ini ke dalam tanah, maka akan terlihat jelas di layar monitor unsur apa yang melebihi atau yang kurang dalam tanah dimaksud," ujar Sekretaris Komisi A DPRD Sumut itu. Edison melihat, dengan adanya alat ini, petani sangat terbantu, sebab penggunaan pupuk dan pestisida lebih effesiansi, karena dapat diketahui langsung unsur apa saja yang rendah dan dapat secara cepat dilakukan penambahan. Bukan seperti selama ini, petani menggunakan pupuk dan pestisida secara serampangan. (M10/g) Salam Mejuah Juah Karo Cyber Community
