Mejuah-juah bang... Thanks sudah membeli produk asli Pawang Ternalem.....hehehe...
Tentang Pawang merga Ginting yang kam tonton itu, namanya Tanta Ginting Munthe bebere Tarigan Sibero asal kuta Pancur Batu, tokoh ini diperankan oleh Zulkarnaen Batubara asal Tanjung Priok. Dan satu lagi ada Pawang dari Deli Tua bermerga Purba bebere Tarigan dan diperankan oleh Albert Tarigan asal Peninggaran Kebayoran Lama. Kedua tokoh Pawang ini adalah tokoh fiktif imajinasiku sendiri. Kebetulan aku menarik geografis Karo Jahe yang tidak hanya di Langkat namun juga ada di Pancur Batu dan Deli Tua. Supaya di cerita Pawang Ternalem ini semua home base kuta-kuta kalak Karo ada yang mewakili. Buktinya, saat tokoh-tokoh itu menyebut asal kampungnya, para penonton yang berasal kampung itu tertawa terbahak-bahak. Semoga DVD pertunjukan ini berguna buat kam sekeluarga. Paling tidak untuk melepas penasaran kam yang tidak sempat menonton pertunjukan ini. Kemarin kita mendokumentasi dengan teknik 3 kamera dan sistem direct sound. Jadi suara gelak penontonnya terdengar jelas. Tentang namandu yang salah tulis itu 'sentabi kal' bang. Kita buru-buru kemarin. Lagi sibuk-sibuknya ngerjakan NATAL NASIONAL. Semoga yang di NATAL NASIONAL nanti bisa kita saksikan dam dokumentasikan di rumah masing-masing. Mungkin dengan video recorder. Apalagi sangat langka pentas Budaya Karo disaksikan Presiden, Menteri, Dubes, dan disiarkan Stasiun TV dihadapan 220 juta pasang mata. Satu lagi, home base Teater Aron kini menempati Jalan Surabaya 62 Jakarta Pusat (sebelah rumah Gubernur DKI Fauzi Bowo), tempat itu kini disebut ARON ARTS CENTER. Bujur ras Mejuah-juah.... Joey Bangun www.joeybangun.com ________________________________ From: Suryadana Ginting Munthe <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, December 9, 2008 10:54:39 AM Subject: [tanahkaro] Kisah Nyata, Pawang Ternalem tak bikin ngantuk.... Mejuah-juah permilis, Iteruh enda kutulisken sitik kisah nyata kerna kegeluhen si kualami wari Jumat silewat, 5 Desember 2008. Wari Jumat e, rembang aku melawen sitik mulih ku rumah bas pendahin nari. Seh i rumah kira-kira jam 22:00 Wib, Shiva, anak sikelengi kami enggo medem, pelan-pelan ibuka Nd.shiva pintun rumah kami segelah ula terpedak shiva. Seh i kamar, sengget aku enggo lit sada amplop megersing. Kunen bas amplop e lit alamat rumah kami, ence pengirimna Joey Bangun. Tanpa menunggu lama kubuka paket e. Lit 2 paket Pawang Ternalem terbungkus rapi. Tiap paket isina emekap CD Sound Track , DVD, ras Novel Pawang Ternalem ras pe sada Brosur si isina resume cerita Pawang Ternalem ras kerina pendukung-pendukung Pertunjuken Pawang Ternalem e. Lanai aku sabar, mis ku ganti bajuku, ence ku putar DVD pawang ternalem e, segelah ula gecek ateku kupake Headseat, waktu enggo menunjukken 22:30 WIB, setengah sebelas malam, waktuna medem. Tapi perban merincuh kel ateku ndedah Pertunjuken e ( Pertunjuken Pertama, sange kami i medan, la sempat ndedah i TIM, petunjuken kedua, la sempat kami perban lit acara ), kuputar DVD e. Sungguh aneh,,,, rasa letih dan lelahku setelah bekerja di kantor tadi hilang, malah mata ini tak ada tanda-tanda mengantuk. Kuikuti adegan demi adegan di Pertunjukan Pawang Ternalem itu, aku terhanyut seolah-olah aku berada di pertunjukan itu. Yang paling soor aku, ada pula seorang Pawang Marga Ginting, yang ganteng dan disukai pula ama beru Karo Patimar,,,, ser,,, ser,, nina bas pusuh e,,,, Mama ginting dan Nande karo,,, emang kalo dah jodoh mantap kali lah ,, hehehehe Sayang di cerita itu, si pawang marga ginting harus merejang nyawa...karena anak mudanya kan Pawang Ternalem.... :) Tak terasa,, hampir 3,5 jam aku menonton DVD itu,,, untung saja hari Sabtunya, aku tidak masuk kerja, jadi amanlah. Setelah selesai,, persis sekali cerita PT ini seperti yang telah diceritakan bapak sama aku sewaktu bapak di Jakarta. Tak rugi rasanya aku mengeluarkan uang utk membeli 2 paket PT ini. Rencanaku satu paket ini aku kirim ke bapak, aku sangat yakin, bapak akan sangat senang menerimanya. Besok paginya.... Nd.Shiva tanya,,, "kai sikirimken Joey ena bandu Pa ?" "Oh,,Paket Pawang Ternalem, ma" , ningku, jababsa. "Salah kap gelarndu banna ena Pa", nina ka Nd.shiva "Salah uga ", ningku ka "Surdayana, banna gelarndu Pa" "Ah,, masa sich Ma?, ningku la percaya. Kubuat amplop paket, e .... kepeken tuhu salah penulisen gelarku. Aturna Suryadana Ginting, tertulis Surdayana Ginting. "Ah,,, buru-buru kuakap ia nulissa ma, perban melala pesanen e Ma" "Banci jadi me pa.. nina Nd. Shiva. Mantap.... Kami Tunggu Putri Hijau tahun depan Sukses buat, ARON... Bravo Kalak Karo. Bujur ras mejuah-juah kita kerina SGM V ( Suryadana Ginting Munthe ) ------------ --------- --------- --------- --------- --------- --------- - Hidup ini adalah proses, pilihlah Pasu-pasu Ula Palu-palu
