Mejuah-juah Joey, mejuah-juah permilis

 

Akupe la sempat nonton langsung PT sanga i TIM erkiteken ibas acar si
pertama aku sanga mulih ku kuta erkiteken kerja tahun i kuta, ence acara si
peduaken paska aku tugas kantor ku China. Emaka adi banci janah la kam
keberaten kirimndu sitik DVD ena ndai, janah emailndu aku via japri sakai
regana termasuk ongkos kirim ras nomer rekeningndu. Alamatku labo berubah
sebab tahun silewat enggo pernah kirimndu buku "Karo Tempo Dulu" man bangku.
Enda alamatku: PT. Truba Jaya Engineering, Wisma PSM. Jl. Swadaya II No. 7,
Tanjung Barat, Jagakarsa - Jakarta Selatan. u/p. T. Ginting's (Material
Control Dept. Head).

Sebelumna bujur kukataken men bandu.

 

Ginting's 

 

  _____  

From: Joey Bangun [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, December 10, 2008 12:58 AM
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; Seniman Karo;
Teater Aron
Subject: [tanahkaro] Re: Kisah Nyata, Pawang Ternalem tak bikin ngantuk....

 

Mejuah-juah bang... Thanks sudah membeli produk asli Pawang
Ternalem.....hehehe...

Tentang Pawang merga Ginting yang kam tonton itu, namanya Tanta Ginting
Munthe bebere Tarigan Sibero asal kuta Pancur Batu, tokoh ini diperankan
oleh Zulkarnaen Batubara asal Tanjung Priok.

Dan satu lagi ada Pawang dari Deli Tua bermerga Purba bebere Tarigan dan
diperankan oleh Albert Tarigan asal Peninggaran Kebayoran Lama.

Kedua tokoh Pawang ini adalah tokoh fiktif imajinasiku sendiri. Kebetulan
aku menarik geografis Karo Jahe yang tidak hanya di Langkat namun juga ada
di Pancur Batu dan Deli Tua. Supaya di cerita Pawang Ternalem ini semua home
base kuta-kuta kalak Karo ada yang mewakili. Buktinya, saat tokoh-tokoh itu
menyebut asal kampungnya, para penonton yang berasal kampung itu tertawa
terbahak-bahak.

Semoga DVD pertunjukan ini berguna buat kam sekeluarga. Paling tidak untuk
melepas penasaran kam yang tidak sempat menonton pertunjukan ini. Kemarin
kita mendokumentasi dengan teknik 3 kamera dan sistem direct sound. Jadi
suara gelak penontonnya terdengar jelas.

Tentang namandu yang salah tulis itu 'sentabi kal' bang. Kita buru-buru
kemarin. Lagi sibuk-sibuknya ngerjakan NATAL NASIONAL. 

Semoga yang di NATAL NASIONAL nanti bisa kita saksikan dam dokumentasikan di
rumah masing-masing. Mungkin dengan video recorder. Apalagi sangat langka
pentas Budaya Karo disaksikan Presiden, Menteri, Dubes, dan disiarkan
Stasiun TV dihadapan 220 juta pasang mata.

Satu lagi, home base Teater Aron kini menempati Jalan Surabaya 62 Jakarta
Pusat (sebelah rumah Gubernur DKI Fauzi Bowo), tempat itu kini disebut ARON
ARTS CENTER. 

Bujur ras Mejuah-juah....



Joey Bangun
www.joeybangun.com






 

  _____  

From: Suryadana Ginting Munthe <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, December 9, 2008 10:54:39 AM
Subject: [tanahkaro] Kisah Nyata, Pawang Ternalem tak bikin ngantuk....



Mejuah-juah permilis,

Iteruh enda kutulisken sitik kisah nyata kerna kegeluhen si kualami wari 
Jumat silewat, 5 Desember 2008. Wari Jumat e, rembang aku melawen sitik 
mulih ku rumah bas pendahin nari. Seh i rumah kira-kira jam 22:00 Wib, 
Shiva, anak sikelengi kami enggo medem, pelan-pelan ibuka Nd.shiva pintun
rumah kami segelah ula terpedak shiva.

Seh i kamar, sengget aku enggo lit sada amplop megersing. Kunen bas amplop
e lit alamat rumah kami, ence pengirimna Joey Bangun. Tanpa menunggu lama 
kubuka paket e. Lit 2 paket Pawang Ternalem terbungkus rapi. Tiap paket
isina emekap CD Sound Track , DVD, ras Novel Pawang Ternalem ras pe sada
Brosur si isina resume cerita Pawang Ternalem ras kerina pendukung-pendukung
Pertunjuken Pawang Ternalem e.

Lanai aku sabar, mis ku ganti bajuku, ence ku putar DVD pawang ternalem e,
segelah ula gecek ateku kupake Headseat, waktu enggo menunjukken 22:30 WIB,
setengah sebelas malam, waktuna medem. Tapi perban merincuh kel ateku
ndedah Pertunjuken e ( Pertunjuken Pertama, sange kami i medan, la sempat
ndedah i TIM, petunjuken kedua, la sempat kami perban lit acara ), kuputar
DVD e. Sungguh aneh,,,, rasa letih dan lelahku setelah bekerja di kantor
tadi hilang, malah mata ini tak ada tanda-tanda mengantuk.

Kuikuti adegan demi adegan di Pertunjukan Pawang Ternalem itu, aku terhanyut
seolah-olah aku berada di pertunjukan itu. Yang paling soor aku, ada pula
seorang Pawang Marga Ginting, yang ganteng dan disukai pula ama beru Karo
Patimar,,,, ser,,, ser,, nina bas pusuh e,,,, Mama ginting dan Nande karo,,,
emang kalo dah jodoh mantap kali lah ,,  hehehehe
Sayang di cerita itu, si pawang marga ginting harus merejang nyawa...karena
anak mudanya kan Pawang Ternalem.... :)

Tak terasa,, hampir 3,5 jam aku menonton DVD itu,,, untung saja hari
Sabtunya,
aku tidak masuk kerja, jadi amanlah.
Setelah selesai,, persis sekali cerita PT ini seperti yang telah diceritakan
bapak sama aku sewaktu bapak di Jakarta. Tak rugi rasanya aku mengeluarkan
uang utk membeli 2 paket PT ini. Rencanaku satu paket ini aku kirim ke
bapak,
aku sangat yakin, bapak akan sangat senang menerimanya.

Besok paginya.... Nd.Shiva tanya,,, "kai sikirimken Joey ena bandu Pa ?"
"Oh,,Paket Pawang Ternalem, ma" , ningku, jababsa.
"Salah kap gelarndu banna ena Pa", nina ka Nd.shiva
"Salah uga ", ningku ka
"Surdayana, banna gelarndu Pa"
"Ah,, masa sich Ma?, ningku la percaya. Kubuat amplop paket, e ....
kepeken tuhu salah penulisen gelarku.
Aturna Suryadana Ginting, tertulis Surdayana Ginting.
"Ah,,, buru-buru kuakap ia nulissa ma, perban melala pesanen e Ma"
"Banci jadi me pa.. nina Nd. Shiva.

Mantap....
Kami Tunggu Putri Hijau tahun depan
Sukses buat, ARON...
Bravo Kalak Karo.

Bujur ras mejuah-juah kita kerina

SGM V ( Suryadana Ginting Munthe )

------------ --------- --------- --------- --------- --------- --------- -

Hidup ini adalah proses, pilihlah Pasu-pasu Ula Palu-palu

 

 

 


Kirim email ke