Capek deh . . .
Joey Bangun:
Secara pribadi saya melihat sangat wajar kami ditempatkan di awal acara. Karena
sepanjang acara setelah presiden datang dominasi budaya BATAK (baca : TOBA)
sangat mendominasi acara. Saya merasakan acara malam kemarin adalah "perayaan
Natal Batak" yang dihadiri Presiden.
Itu sebabnya kalau Karo ditempatkan di tengah acara, ada 2 budaya Batak tampil.
Wajar saya sedikit berpikir penampilan kami di awal untuk menguatkan posisi
mereka di tengah. Dengan kata lain penampilan Karo malam itu akan menguatkan
posisi yang mendominasi acara itu yaitu Batak. Terlalu lancang kalau saya
mengatakan semuanya ada strategi politik yang berperan.
(milis, Sun Dec 28, 2008 6:09 pm)
Bode Haryanto Tarigan:
Kita tentu masih ingat contoh lain bahwa Akan dibangun Patung nabi Nuh di
Sibolga, jangan-jangan nanti mereka mengaku pula bahwa nabi Nuh terdampar di
sibolga setelah 500 tahun yang akan datang. Capek dehhhhhhhhhhh.
(milis, Mon Oct 13, 2008 10:26 pm)
Robinson Ginting Munthe:
TB Silalahi tahu sasaran yang dia ingin capai. Dan pada titik ini TB Silalahi
tidak rela berbagi dengan suku lain di Sumatera, khususnya di Sumut.
(milis tanahkaro, Tue Dec 30, 2008)
Dan orang Karo kata RGM: dari segi kemampuan akademik, kecakapan profesional
atau kecerdasan politik jangan pernah meragukan kehandalan orang-oang Karo.
Namun justru di era masyarakat dan komunikasi terbuka spt sekarang ini
kemampuan atau kecakapan-kecakapan tersebut harus ditunjang dengan kecakapan
komunikasi yang handal sehingga orang membuka mata dan telinganya kepada kita
(Karo).
Mejuah-juah permilis sirulo
Capek deh . . . bagi si aneh ka nge sitik kumulai tulisen enda alu kata-kata
enda si asalna kusalinken bas posting HB Tarigan nari. Bagi si aneh ningku,
tapi situhuna ma labo lit si aneh. Perjuangan abadi antar etnis adah ndai,
sangat sengit i Sumut tetapi juga sangat 'kondusif', dalam ethnicgroups
self-assertion and their struggling for power (territorial or state). 'semuanya
ada strrategi politik' nina Joey Bangun. Politik (territorial power or state
power), disini termasuk langsung state power (central power) dimana langsung
melibatkan atau mengikutkan presiden SBY di level sentral dengan catatan
perhitungan jarak yang nyata lebih jauh dari level 'suku lain di Sumatera' atau
disini level Teater Aron yang mewakili suku Karo Sumatera. Perhitungan jarak
ini bukan dimaksudkan untuk mematikan yang lain, tetapi setidaknya mematikan
semua halangan dalam memcapai kemenangan bagi orang Batak (territorial or state
power). "Orang Batak di bawah sadarnya
menghayati kehidupan bagaikan perlombaan atau pertandingan, dan dia
menginginkan kemenangan", kata DR R.E. Nainggolan, Sekdaprovsu yang baru.
Bapak sekdaprovsu ini sudah menyimpulkan lebih dahulu apa yang harus dijalankan
oleh TB Silalahi dalam memperjuangkan kemenangan orang Batak sesuai dengan
filsafat kehidupan mereka. Pertandingan dan kemenangan. Hidup adalah
pertandingan dan selanjutnya tentu hidup adalah juga kemenangan atau kehidupan
bukanlah kehidupan kalau tidak menang. Natal 08 mereka menang, dan itulah
kehidupan! Bagaimana dengan SBY yang jelas di'jagokan' terang-terangan? SBY
juga punya kepentingan untuk menang, walaupun bagi dia mungkin tidak sepenuhnya
menganut filsafat Batak, tetapi menang juga perlu!
Bagaimana dengan mereka yang kalah?
Kelihatannya kalau suasana panas begini terus berjalan atau meluas sebagai
akibat dari perluasan filsafat DR RE Nainggolan diatas, yang kalah juga harus
pakai filsafat serupa, dan kesudahannya tentu 'jumpa tengah' kata orang Karo,
artinya seperti di Kalbar, Kalteng, Maluku, terutama antara pendatang dan
penduduk asli daerah. Mungkinkah kecenderungan perkembangan ini bisa
dihindarkan?
Bagi orang Karo RGM menuliskan salah satu pemikiran praktis yang sangat mantap
dalam day to day struggle dalam here and now action: "dengan kecakapan
komunikasi yang handal sehingga orang membuka mata dan telinganya kepada kita
(Karo)". Filsafat Nainggolan tidak mungkin dipakai oleh orang Karo karena orang
Karo punya filsafat sangkep nggeluh. Sura-sura atau sora pusuh Karo teridah
misalna bas sikuningen radu megersing, siagengen radu mbiring. Jenda sama-sama
menang atau sama-sama kalah. Bertentangan 180 derajad denga filsafat RE
Nainggolan yang mau menang saja. Tentu kekurangenta pe melala kang, tapi salin
kata RGM: "jangan pernah meragukan kehandalan orang-oang Karo dari segi
kemampuan akademik, kecakapan profesional atau kecerdasan politik."
Bujur Teater Aron si enggo berjuang la erleja-leja.
Enda ka lebe
SELAMAT TAHUN BARU 09
MUG
.
___________________________________________________
Sök efter kärleken!
Hitta din tvillingsjäl på Yahoo! Dejting:
http://ad.doubleclick.net/clk;185753627;24584539;x?http://se.meetic.yahoo.net/index.php?mtcmk=148783