menurut saya acara natal bukan untuk poltik jadi kita gak perlu mempersolakan 
itu batak karo, toba ataupun yang penting itu untuk kemulian Tuhan.

kalau mau bersaing bukan di acara natal . tapi diluar- kalau kita orang Karo 
memang lebih unggul kita harus buktikan. perkataan tampa perbuatan itu gak ada 
artinya.

tapi sadar kah kita juga orang karo kalau udh sukses menyangkal dirinya sebagai 
orang karo. bagaman denagn menteri kehutan kita( apa yang dibuat dengan tanah 
karo ) jadi beda kita dengan batak Toba adalah rasa bangga kita terhadap Karo 
setelah menjadi orang sukses.
betapa malunya kita kalau ada orang diluar karo yang baca forum ini yang 
mempersoalkan masalah natal nasional. orang akan bertanyaa apa tujuan kita 
sebenarnya natal kemarin? untuk mengkat diri atau mempermulikan Tuhan. agama 
dan negara atau politik itu harus dipisah kawan, supaya tidak seperti bangsa 
kita sekarang ini. menjadi negra yang abu -abu. 

Salam dari 
German

--- On Wed, 12/31/08, MU Ginting <[email protected]> wrote:

From: MU Ginting <[email protected]>
Subject: [tanahkaro] capek deh . . .
To: [email protected], [email protected], 
[email protected]
Date: Wednesday, December 31, 2008, 11:17 AM










    
            
Capek deh . . .
Joey Bangun:
Secara pribadi saya melihat sangat wajar kami ditempatkan di awal acara. Karena 
sepanjang acara setelah presiden datang dominasi budaya BATAK (baca : TOBA) 
sangat mendominasi acara. Saya merasakan acara malam kemarin adalah "perayaan 
Natal Batak" yang dihadiri Presiden.
Itu sebabnya kalau Karo ditempatkan di tengah acara, ada 2 budaya Batak tampil. 
Wajar saya sedikit berpikir penampilan kami di awal untuk menguatkan posisi 
mereka di tengah. Dengan kata lain penampilan Karo malam itu akan menguatkan 
posisi yang mendominasi acara itu yaitu Batak. Terlalu lancang kalau saya 
mengatakan semuanya ada strategi politik yang berperan.
(milis, Sun Dec 28, 2008 6:09 pm)
Bode Haryanto Tarigan:
Kita tentu masih ingat contoh lain bahwa Akan dibangun Patung nabi Nuh di 
Sibolga, jangan-jangan nanti mereka mengaku pula bahwa nabi Nuh terdampar di 
sibolga setelah 500 tahun yang akan datang. Capek dehhhhhhhhhhh. 
(milis, Mon Oct 13, 2008 10:26 pm) 
Robinson Ginting Munthe:
TB Silalahi tahu sasaran yang dia ingin capai. Dan pada titik ini TB Silalahi 
tidak rela berbagi dengan suku lain di Sumatera, khususnya di Sumut.
(milis tanahkaro, Tue Dec 30, 2008)
Dan orang Karo kata RGM: dari segi kemampuan akademik, kecakapan profesional 
atau kecerdasan politik jangan pernah meragukan kehandalan orang-oang Karo. 
Namun justru di era masyarakat dan komunikasi terbuka spt sekarang ini 
kemampuan atau kecakapan-kecakapan tersebut harus ditunjang dengan kecakapan 
komunikasi yang handal sehingga orang membuka mata dan telinganya kepada kita 
(Karo). 
 
Mejuah-juah permilis sirulo
Capek deh . . . bagi si aneh ka nge sitik kumulai tulisen enda alu kata-kata 
enda si asalna kusalinken bas posting HB Tarigan nari. Bagi si aneh ningku, 
tapi situhuna ma labo lit si aneh. Perjuangan abadi antar etnis adah ndai, 
sangat sengit i Sumut tetapi juga sangat 'kondusif', dalam ethnicgroups 
self-assertion and their struggling for power (territorial or state). 'semuanya 
ada strrategi politik' nina Joey Bangun. Politik (territorial power or state 
power), disini termasuk langsung state power (central power) dimana langsung 
melibatkan atau mengikutkan presiden SBY di level sentral dengan catatan 
perhitungan jarak yang nyata lebih jauh dari level 'suku lain di Sumatera' atau 
disini level Teater Aron yang mewakili suku Karo Sumatera. Perhitungan jarak
 ini bukan dimaksudkan untuk mematikan yang lain, tetapi setidaknya mematikan 
semua halangan dalam memcapai kemenangan bagi orang Batak (territorial or state 
power). "Orang Batak di bawah sadarnya menghayati kehidupan bagaikan perlombaan 
atau pertandingan, dan dia menginginkan kemenangan", kata DR R.E. Nainggolan, 
Sekdaprovsu yang baru. 
Bapak sekdaprovsu ini sudah menyimpulkan lebih dahulu apa yang harus dijalankan 
oleh TB Silalahi dalam memperjuangkan kemenangan orang Batak sesuai dengan 
filsafat kehidupan mereka. Pertandingan dan kemenangan. Hidup adalah 
pertandingan dan selanjutnya tentu hidup adalah juga kemenangan atau kehidupan 
bukanlah kehidupan kalau tidak menang. Natal 08 mereka menang, dan itulah 
kehidupan! Bagaimana dengan SBY yang jelas di'jagokan' terang-terangan? SBY 
juga punya kepentingan untuk menang, walaupun bagi dia mungkin tidak sepenuhnya 
menganut filsafat Batak, tetapi menang juga perlu! 
Bagaimana dengan mereka yang kalah? 
Kelihatannya kalau suasana panas begini terus berjalan atau meluas sebagai 
akibat dari perluasan filsafat DR RE Nainggolan diatas, yang kalah juga harus 
pakai filsafat serupa, dan kesudahannya tentu 'jumpa tengah' kata orang Karo, 
artinya seperti di Kalbar, Kalteng, Maluku, terutama antara pendatang dan 
penduduk asli daerah. Mungkinkah kecenderungan perkembangan ini bisa 
dihindarkan? 
Bagi orang Karo RGM menuliskan salah satu pemikiran praktis yang sangat mantap 
dalam day to day struggle dalam here and now action: "dengan kecakapan 
komunikasi yang handal sehingga orang membuka mata dan telinganya kepada kita 
(Karo)". Filsafat Nainggolan tidak mungkin dipakai oleh orang Karo karena orang 
Karo punya filsafat sangkep nggeluh. Sura-sura atau sora pusuh Karo teridah 
misalna bas sikuningen radu megersing, siagengen radu mbiring. Jenda sama-sama 
menang atau sama-sama kalah. Bertentangan 180 derajad denga filsafat RE 
Nainggolan yang mau menang saja. Tentu kekurangenta pe melala kang, tapi salin
 kata RGM: "jangan pernah meragukan kehandalan orang-oang Karo dari segi 
kemampuan akademik, kecakapan profesional atau kecerdasan politik." 
Bujur Teater Aron si enggo berjuang la erleja-leja.
Enda ka lebe 
SELAMAT TAHUN BARU 09
MUG
. 




      Ta semester! - sök efter resor hos Kelkoo. 
Jämför pris på flygbiljetter och hotellrum: http://www.kelkoo. se/c-169901- 
resor-biljetter. html
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke