MJJ permilis, aku pe ersumekah ateku sitek: Aku pe sangat menyayangkan ulah elit negerita. La nge ndia ia mbiar dosa adi menghalalkan segala cara, termasuk emosi masyarakat demi kekuasaan. Dikembangkanlah isu sentimen demi mendongkrak suara dalam pemilu. Bantuan ke Palestina dalam tempo 2 hari siap dikirim padahal bantuan apa pun tidak mungkin dikirimkan masuk Palistina saat itu karena pertempuran dan blokade yang sedang terjadi. Di sisi lain, ketika bencana terjadi di Indonesia, penyaluran bantuan tidak bisa secepat itu, biasanya terbentur berbagai masalah seperti "panita". Kesanya, elit lebih sayang anak orang ketimbang anaknya sendiri. Memang sah-sah saja semua ide dikembangkan sebagai konsekuensi negara demokrasi. Tapi mendidik masyarakat menjadi lebih dewasa dalam menentukan pilihan juga adalah tanggung jawab elit bangsa, dan itu lebih penting, bukan malah memanfaatkan emosi orang. Saya katakan demikian karena demo 10 ribu orang itu tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap perang Palestina-Israel itu sendiri, namun elit kita itu telah mengabaikan kerugian akibat mobilisasi orang banyak itu. Belum lagi, kita dikatai orang bodoh di luar negeri. Demi kedamaian dan ketertiban Indonesia, hendaklah elit kita itu berusaha mendapatkan pendukung yang realistis bukan karena emosional. Sibarem lebe, Bang KT --- On Thu, 1/1/09, shodan purba <[email protected]> wrote:
From: shodan purba <[email protected]> Subject: Re: [tanahkaro] Tifatul Sembiring Pimpin 10 Ribu, demo . . . To: [email protected], "Kom Karo" <[email protected]> Date: Thursday, January 1, 2009, 7:04 AM MJJ: Terjeng jei dengan ka kin seh perukurenna. Bage kin ia i didik, la perlu ngenen sisi teh pe arah si deban. Sikerajangendu DG, ras sikerajangenku, nge-pe ngenca. Bage kin ia, ate. Sentabi, Bp Nona Sampaguita From: Dianta Ginting <oke_t...@yahoo. com> To: tanahk...@yahoogrou ps.com Sent: Thursday, January 1, 2009 6:45:17 AM Subject: Re: [tanahkaro] Tifatul Sembiring Pimpin 10 Ribu, demo . . . kenapa kalau soal palestina pks ini berribut ribut ria ya. apa karena atas dasar satu agama . terus knpa waktu perang didafur mereka gak ada yang protes malah perangnya sampai sekarang. berapa orang yang mati sekrang didafur. kenapa waktu pemboban di bali atau dibelahan dunia lainya mereka gak bersuara. kenapa gak ada aksi pengumpulan 1$ untuk korban lapindo .untuk masayarak yang kelaparan untuk masyarakat yang kena gusur. memang kalau orang yang hanya melihat kuman diseberang dan ajah didepan mata sendiri gak kelihatn. mana suara mereka waktu dibilang darah ahmadia halal untuk diminum, mana suara meraka waktu pelanggaran ham banyak dilakukan di negeri ini. apa karena satu agaman. maka apaun yang dilakukan Palestina sah -sah saja. mana suara mereka waktu Hamas menyeran g duluan Israel. ohh ya saya lupa karena isrel itu bukan islam. mana suara mereka waktu terjadi bencana di belahan dunia lain, oh ya itu bukan islam. kenapa hanya indonesia yang ribut dan tidk bisa berpikir dengna jernih. melihat dulu kasusanya siapa yang salah dan siapa yang mulai. pertanyaanya sekarang mau dibawa kemana bangsa ini sama orang yang berpikiran seprti tersebut? sadar teman dunia internasioanl sedeng menertawakn kita karena kebodohan kita. orang bukan malah takut tapi malah lucu nglihatnya. kita suka melakukan demo di tanah air sendiri hanya untuk menarik simpati. --- On Wed, 12/31/08, MU Ginting <gintin...@yahoo. se> wrote: From: MU Ginting <gintin...@yahoo. se> Subject: [tanahkaro] Tifatul Sembiring Pimpin 10 Ribu, demo . . . To: tanahk...@yahoogrou ps.com, forumk...@yahoogrou ps.com, komunitaskaro@ yahoogroups. com Date: Wednesday, December 31, 2008, 2:09 PM Rabu, 31/12/2008 10:13 WIB Tifatul Pimpin 10 Ribu Kader PKS Demo Kedubes AS Ari Saputra - detikNews Jakarta - Sekitar 10 ribu kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berdemo di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS). Tampak Presiden PKS Tifatul Sembiring memimpin aksi demo menentang agresi Israel itu. Massa tiba di depan Kedubes AS, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (31/12/2008) , pukul 09.45 WIB. Mereka berbaris dan berlari-lari kecil dari kawasan Patung Arjuna Wiwaha, di depan Gedung Indosat. Tak pelak, massa sekitar 10 ribu orang itu memenuhi kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan itu. Mengenakan seragam kepanduan PKS, berupa T-shirt warna krem lengan panjang dan syal penutup kepala warna oranye, massa PKS itu melompat-lompat kecil menyanyikan lagu tentang Palestina. Spanduk berukuran 8 x 1 meter bergambar bendera Palestina, bertuliskan 'Kami relawan Palestina'. Beberapa spanduk bertuliskan 'Go to Hell Israel', 'Save Palestina' serta sound system di atas mobil dan megafone melengkapi aksi mereka. Selain Tifatul, tampak politisi PKS yang lain seperti anggota Komisi I DPR Suripto. Sementara di depan Kedubes AS, berjajar rapat 100 polisi dari Samapta Polda Metro Jaya. (nwk/nrl) Sök efter kärleken! Hitta din tvillingsjäl på Yahoo! Dejting: http://se.meetic. yahoo.net
