sitik kuakap bagenda pa, adi sembuyak,adi siariken kel, sada mbuyak, berarti sada beltek e kuakap sada keturunen denga ia, tapi ija batasna keturunen e e kurang ka kuangka pa. adi senina,sada nina, berarti e ikataken man sada merganta. emaka payonge kuakap bahwa sembuyak itu adalah bagian dari senina eka dage sitik,
bujur MJJ ________________________________ From: Si Laga Man <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thursday, January 22, 2009 12:36:05 Subject: [tanahkaro] Re: Bertanya :SUKUT --- In tanahk...@yahoogrou ps.com, Advent Tambun <atam...@... > wrote: "Beda senina ras sembuyak?" Perbedaan antara senina dan sembuyak pernah menjadi perdebatan antara Masri Singarimbun dengan Rita Smith Kipp (kedua-duanya antropolog). Menurut Singarimbun (1975), orang-orang yang berada di dalam satu clan (merga) berhubungan senina satu sama lain, tapi di dalam sub-clannya masing-masing berhubungan sembuyak. Misalkan sesama Tarigan adalah ersenina, sedangkan sesama Tarigan Tambun ersembuyak, kata Singarimbun. Oit, tunggu dulu kata Kipp (1976). Karo adalah segmentary society, katanya. Orang-orang sada nini adalah sembuyak yang bagi masing-masing sada bapa adalah senina. Dalam satu tahap, benar seperti kata Singarimbun bahwa senina adalah kelompok lebih besar dari sembuyak. Tapi, kelompok sada empung yang lebih besar dari sada nini bisa juga ersembuyak satu sama lain, tambah Kipp. Iya, keduanya mereka benar. Tapi ada sedikit kelupaan mereka. Saya ambil satu contoh kasus. Dalam sebuah acara melamar kawin, si calon pengantin laki (kalak Ginting Munte Ajinembah) mengirim "anakberu-senina" nya ke keluarga calon pengantin perempuan. Sang senina-nya ini merga Ginting Manik. Pihak perempuan menanyai terus si Manik ini dari mana. Baru setelah dia memastikan bahwa dia Manik dari Manukmulia, pihak perempuan dapat menerimanya. Kata seorang padaku di acara itu, kalau dia Manik dari Tengging, dia ersembuyak dengan Munte Ajinembah, bukan senina. Manik dari Manukmulia ersembuyak pula dengan Munte Tengging. Munte Ajinembah dan Munte Tengging, meskipun sesama Munte, berhubungan senina, bukan sembuyak (Kalau kita ikut teori Singarimbun, semua Munte ersembuyak). Wow, pikirku kebingungan saat itu. Setelah melakukan perbandingan dengan banyak kasus lainnya, aku melihat pentingnya hubungan antar urung dalam hal ini. Bila perkawinan diadakan pada tingkat kerajaan, maka merga bernilai sama dengan urung. Korespondensi antara kekerabatan Karo dengan jaringan antar urung (territorial order), khususnya perbedaan antara sembuyak dan senina, saya diskusikan kemudian di "Intergroup Relations in North Sumatra" di Tribal Communities in the Malay World (2000: halaman 384-399). Untuk lihat buku ini di internet, silahkan klik http://books. google.nl/ books?id= 06jrgQS0lUkC& pg=PA384& lpg=PA384& dq=Juara+ Ginting&source= bl&ots=wVd5DMFfx R&sig=G-PBR7EOZM -RfNMiPGb7SNiUp2 0&hl=nl&sa= X&oi=book_ result&resnum= 2&ct=result# PPR10,M1 Kalau ada masalah, bisa dicari di google dengan kata kunci Juara R. Ginting. Perbedaan paling menyolok antara sembuyak dengan senina adalah bahwa ada senina yang jelas bukan sembuyak, yaitu senina sepemeren. Kalau senina sada nande sada bapa pasti juga adalah sembuyak, tapi kalau senina sepemeren kita bisa jadi bukan sembuyak kita. Tapi, mengapa orang-orang Singalorlau dan Berneh menyebut "mbuyak" kepada sesama merga (misalnya sesama Ginting)? Di Karo Timur orang terbiasa menyebut senina, yang kalau di Karo Barat akan disebut mbuyak. Ketika konsep daliken sitelu dipaksakan ke Karo, sembuyak dan senina dipaksakan pula sama. Padahal jabu suki rumah adat sudah memberi model nini si empat terpuk: sembuyak (jabu bena kayu), anak beru (jabu ujung kayu, kalimbubu (jabu lepar bena kayu) dan senina (jabu lepar ujung kayu). Juara R. Ginting New Email addresses available on Yahoo! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
