MJJ:
"Can Sumbul" pei bagi die nggo kurang...

Sentabi,
Bp Nona Sampaguita




________________________________
From: pengulunamocancan <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, February 3, 2009 3:21:05 PM
Subject: [komunitaskaro] Man Limbeng




Mjj Gi

Lit dengan cancan-na ... piga bandu ?
Jenis-jenisnya pe lit cancan suari lit ka cancan berngi
atau cancan si melala durina atau la erduri
Semangat Terus .... 
semoga Kuala Namo Internasional Airport (KNIA) bisa terwujud

pengulunamocancan@ yahoo.co. id
--pertiga-tiga koran i kota Medan --

--- In komunitaskaro@ yahoogroups. com, "j.limbeng" <siebud...@. ..> 
wrote:
>
> "...Bagi kalangan warga etnis Karo, kata "Namo" sudah 
> sejak berabad diabadikan dalam nama daerah, misalnya Namo 
Tualang, 
> Namo Rambe, Namo Bintang atau Namo Sira-sira.Tetapi dalam hidup 
> kebersamaan dengan etnis lain kata "Namo" yang bermakna bagian 
> terdalam sebuah sungai itu, mendapat perubahan sebagai gejala 
> pemakaian bahasa, menjadi "Namu".Misalnya Namu Ukur, Namu 
Terasi 
> atau Namu Tating..."
>  
> termasuk pengulu namocancan ya bang ... entah namucancan.. . amin 
gia lanai lit mungkin can-canna.. 
> mantap pengulu..
> Salam
> JL
> 
> 
> --- On Mon, 2/2/09, pengulunamocancan <pengulunamocancan@ ...> 
wrote:
> 
> From: pengulunamocancan <pengulunamocancan@ ...>
> Subject: [komunitaskaro] Kuala Namo Internasional Airport
> To: komunitaskaro@ yahoogroups. com
> Date: Monday, February 2, 2009, 4:48 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Ahoi.. Kuala Namo Internasional Airport
> 
> Catatan : Jenda Bangun
> 
> Nama bandara di Indonesia hampir merata menjadi penanda khas 
> daerah. Dominan penamaannya dipilih dari tokoh-tokoh terkemuka 
> daerah setempat. Beberapa contoh misalnya di Makassar, Bandara 
> Hasanuddin di Ambon, Bandara Pattimura,di Bandung, Husein 
> Sastranegara, di Bogor, Bandara Atang Sanjaya,di Batam, Bandara 
Hang 
> Nadim ,di Banda Aceh, Bandara Sultan Iskandar Muda,di Lhok 
> Seumawe, Bandara Malikus Saleh,di Denpasar, Bandara Ngurah Rai,d 
> Manado, Bandara Sam Ratulangi,di Banjarmasin, Syamsuddin Noor,di 
> Palembang, Bandara Sultan Mahmud Baharuddin,di Palangkaraya, 
> Bandara Tjilik Riwut,di Kupang, Bandara El Tari.
> Memang, tak semua daerah menamai bandara dengan nama tokoh 
> setempat. Tetapi, tetap mencerminkan ciri-ciri khas daerah itu. 
Padang 
> menamakan pelabuhan udaranya Bandara Internasional Minangkabau 
> (BIM). Mataram bernama Selaparang karena dulu ada Kerajaan 
> Selaparang di Lombok. Ada juga yang nama tempat, seperti Bandara 
> Sentani di Jayapura. 
> Bnisa jadi yang agak khas adalah nama bandara Polonia di Medan. 
> Kalau dicari-cari di internet, Polonia yakni nama Latin untuk Polandia. 
> Kabarnya, dulu ada orang Polandia, Baron Michalsky, mendapatkan 
> konsesi penanaman tembakau dari Kolonial Belanda pada 1872. 
Daerah 
> konsesi tembakau itulah kemudian dia namakan Polonia untuk 
> mengenang negeri kelahirannya. Ternyata, nama bandara di Medan 
> tetap terkait nama tempat bandara dibangun, daerah Polonia. 
> Kalau bandara daerah menamakan dengan nama-nama tokoh atau 
ikon 
> khas setempat, sangat pas juga ketika nama bandara internasional di 
> Jakarta mengabadikan ''tokoh nasional'', yakni Soekarno-Hatta. Status 
> bandara itu memang bukan bandara ''daerah'', tapi bandara ''pusat''. 
> Karena itu, bandara tersebut dinamai dengan dua negarawan 
tersebut. 
> Tapi jangan lupa, sebelum pindah ke daerah Cengkareng, dulu 
> namanya juga tokoh setempat, yaitu Halim Perdanakusumah. 
> Yang agak menarik perhatian adalah, adrenalin masyarakat Sumut 
> dalam mempersiapkan nama bandara di Kuala Namu. Sebenarnya 
> wilayah tempat dibangun bandara berada di kawasan Deliserdang 
yang 
> konon dulunya berdiri Kerapatan Adat Kesultanan Serdang. Tapi, itu 
> jadul alias jaman dulu. Untuk memudahkannya, memang banyak 
pihak 
> menawarkan argumentasi yang rada masuk akal dan ''pantas'' 
dengan 
> nama yang diusung.Mungkinkah 'merek'' yang dibawa lebih terkesan 
> berkarakter dan lebih unggul dibandingkan dengan sebutan Kuala 
Namu 
> Internasional Airport (KNIA)? 
> Bisa jadi model yang ditawarkan masyarakat tadi tidak sendirian. 
> Bandara Ngurah Rai sebagai contoh. Selalu disebut Bandara Ngurah 
Rai, 
> Denpasar padahal, tempatnya di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. 
> Tapi, bukan itu yang paling menarik di sini. Nama Kuala Namu 
> Internasional Airport (KNIA) itu sendiri ternyata sangat berkaitan 
dengan 
> lokasi berdirinya bandara baru tersebut. Nama yang kemarin 
> dikumandangkan Tuanku Luckman Sinar Basarshah II SH untuk 
bangsa 
> ini memang tak diragukan lagi argumentasinya. 
> Konon kawasan yang dimanfaatkan sebagai lokasi bandara tersebut 
> daerah kekuasaan Kerajaan Serdang abad XIX yang dipimpin Sultan 
> Basyaruddin Syaiful Alamsyah.Wilayah radius 2 hektar membentang 
di 
> seputaran istana Darul Arif di Kampung Besar Serdang (kini 
Kecamatan 
> Beringin ) dan meliputi Kuala Namo.
> Heroisme yang ditorehkannya dalam menghadapi kolonialisme 
Belanda 
> histori yang sangat kental untuk diabadikan.Keberada annya tidak 
dapat 
> dipisahkan dengan perjuangan rakyat dan pembangunan perkebunan 
di 
> kawasan tersebut.Keterbukaa n dalam memerintah serta hidup 
> berdampingan dengan dunia luar khususnya investor di bidang 
> perkebunan disambut positif bersama aturan main yang tegas.Salah 
> satunya adalah mengizinkan investor asing berusaha dengan 
> memberikan hak konsesi ( hak guna usaha ) di kawasan Kuala Namu, 
> dengan syarat hak ulayat itu dikembalikan manakala masa berlaku 
izin 
> berakhir.
> Ada apa dengan KNIA ? Tentu, bukan karena Deliserdang tidak 
memiliki 
> tokoh besar lalu asal dicari-cari. Wacana ini sangat perlu disebarkan 
ke 
> semua pihak.Apalagi di tengah masyarakat sudah mengembang 
> suasana tarik – menarik dalam membela argumentasi yang 
ditawarkan 
> sebelumnya. Namun dengan alternatif yang disampaikan Tuanku 
> Luckman Sinar Basarshah II SH suasana pengusulan kian mengerucut 
> ke arah nama yang tepat. 
> Bandara KNIA akan menjadi bandara besar nantinya, oleh sebab itu 
> wajar – wajar saja banyak tokok yang pantas menjadi penanda 
bandara 
> ini. Misalnya, Jenderal AH Nasution, Adam Malik, Tengku Rizal 
> Nurdin ,Hj Ani Idrus ,Marah Halim,Amir Hamzah ,Sisingamangaraja 
> XII,Raja Inal Siregar dan Syamsul Arifin 
> Tokoh-tokoh tersebut sudah sangat dikenal sehingga keberadaannya 
> dapat dikatakan sebagai jaminan kepribadiannya. Kalau nama tokoh-
> tokoh itu dijadikan nama bandara, tentunya akan lebih mudah 
menjadi 
> kondang. 
> Namun nama alternatif yang disampaikan Tuanku Luckman Sinar 
> Basarshah II SH akan memberi pencerahan baru dalam 
pengabadiannya 
> kelak.Paling – paling , satu hal yang memerlukan pemikiran ulang 
> adalah kata "Namu".Bagi kalangan warga etnis Karo, kata "Namo" 
sudah 
> sejak berabad diabadikan dalam nama daerah, misalnya Namo 
Tualang, 
> Namo Rambe, Namo Bintang atau Namo Sira-sira.Tetapi dalam hidup 
> kebersamaan dengan etnis lain kata "Namo" yang bermakna bagian 
> terdalam sebuah sungai itu, mendapat perubahan sebagai gejala 
> pemakaian bahasa, menjadi "Namu".Misalnya Namu Ukur, Namu 
Terasi 
> atau Namu Tating.
> What's in a name? -- Apalah arti sebuah nama, sebuah ungkapan 
dalam 
> cerita Romeo dan Juliet, kisah percintaan panjang buah pena 
pujangga 
> Inggris William Shakespeare. Mungkin inilah ungkapan paling terkenal 
> yang pernah ada tentang nama. Betapa indahnya jika ini benar. 
Orang 
> suka mengutip Shakespeare untuk mengatakan betapa tidak 
pentingnya 
> sebuah nama, seolah-olah mengatakan pujangga Inggris ini 
> menganggap nama tidaklah penting. Orang-orang yang suka asal 
> mengutip tidak tahu ungkapan ini memiliki konteks berbeda. 
> Shakespeare menggunakan ungkapan ini karena Romeo dan Juliet 
tidak 
> bisa bersatu berhubung nama belakang keduanya menunjukkan nama 
> dua keluarga yang sudah bermusuhan selama bertahun-tahun.
> Apalah arti sebuah nama? Sebuah karakter yang memiliki pengaruh 
> besar.Anne Bernays dan Pamela Painter, penulis buku panduan bagi 
> pengarang fiksi berkata, kadang terjadi kesalahan pembuatan 
sehingga 
> nama itu lebih cocok bagi yang lain. 
> Memberi nama manusia mungkin bisa salah, tetapi tidak ada alasan 
> bagi kesalahan pemberian nama yang dibadikan secara monumental. 
> Tidak boleh ada kesalahan dalam segala hal karena nama itu 
> diharapkan lebih baik dari yang lainnya. 
> Teriakan ''Ahoi'' untuk mengobarkan semangat rakyat Sumatera 
Utara 
> dari warga Melayu seakan menjadi ''suara imajiner'' mengiringi KNIA. 
> Rakyat sudah mengagumi Sultan Basyaruddin Syaiful Alamsyah. 
> Sentimen lain yang menggejala belakangan ini , setidaknya sudah 
akan 
> luruh dengan alternatif satu ini.
> Tentu jasanya tak bisa kita lupakan. Kalaupun namanya jarang 
disebut 
> sebagaimana tokoh lain yang kondang, itu bukan alasan mengurangi 
> penghargaan kepada kawasan yang dipimpinnya. Alangkah sejuk dan 
> heroiknya seandainya nama Kuala Namo Internasional Airport (KNIA ) 
> diabadikan kelak.Ahoi !
> 
> (Terbit di Harian Analisa Hal 20,Selasa ,3 Pebruari 2009)
> 
> --- In komunitaskaro@ yahoogroups. com, MU Ginting 
<gintingmu@ ..> 
> wrote:
> >
> > 
> > Jalan Propinsi Kabanjahe-Langkat Terancam Putus
> > Redaksi on Februari 2nd, 2009 
> > T Karo (SIB)
> > Jalan propinsi jurusan Kabanjahe-Kabupaten Langkat, khususnya 
> antara desa Naman Teran-Sukanalu Kecamatan Namanteran, Karo 
kini 
> terancam putus. Lebih separuh bahu jalan propinsi di tanjakan sungai 
> Lau Bengarus sebelum Desa Sukanalu longsor ke jurang pinggir 
sungai. 
> Akibat, longsor sekitar 20 meter dengan kedalaman 7 meter tersebut 
> membuat tiang listrik di sisi jalan miring ke arah jurang. Bila longsor 
> dan tiang listrik ini tidak segera diperbaiki, transportasi 
antarkecamatan 
> ini terancam putus dan penerangan ke beberapa Desa ikut terancam 
> padam.
> > Hal ini dijelaskan Ir Thomas Sitepu, warga desa Namanteran dan 
> Ikuten Sitepu SH warga Desa Sukanalu kepada SIB, Jumat (30/1).
> > "Kita harapkan, longsor dan tiang listrik yang sudah miring ke arah 
> jurang terbawa longsor ini segera diperbaiki. Kalau tidak, pasti 
> transportasi akan terancam putus dan penerangan ke beberapa desa 
di 
> Kecamatan Namanteran terancam kegegelapan, " ujar Sitepu.
> > Kepala UPRP-JJ Kabanjahe Ir H Syahbudi yang dikonfirmasi SIB, 
Jumat 
> (30/1) di kantornya, Jalan Pahlawan Kabanjahe melalui stafnya 
Marlindu 
> membenarkan longsor tersebut. Penanganannya akan segera kita 
> laksanakan kalau dananya telah cair. Sampai saat ini anggaran 
> perbaikannya belum ada, jadi kita tunggulah. Namun begitu, sejumlah 
> penimbunan tanah telah kita lakukan di sekitar longsor agar longsor 
> tidak bertambah dan peringatan untuk berhati-hati bagi setiap 
> pengemudi, ujar Marlindu. (M37/g)
> > --
> > 
> > 
> > 
> ____________ _________ _________ _________ _________ 
_________ _
> > Går det långsamt? Skaffa dig en snabbare bredbandsuppkopplin 
g. 
> > Sök och jämför priser hos Kelkoo.
> > http://www.kelkoo. se/c-100015813- bredband. html?
> partnerId=96914325
> >
>

    


      

Kirim email ke