Ngomong-ngomong soal middle class, sekarang sudah punya kaisar yaitu Joe Biden 
sebagai "the nation's middle class czar"
Wapres Biden baru bikin "task force" bertugas meningkatkan standard hidup kelas 
menengah dan membawa kelas buruh jadi "no longer being left behind", katanya.
Tentu masih butuh kajian dan ujian dalam perjalanan waktu apakah ini ide baru, 
retorik baru atau jargon baru, hahaha . . . . 
Teringatnya kita sendiri di milis ini kelas mana ya? Kelas menengah? Wah. Wah . 
. . enaknya sih pilih sendiri hehehe . . . 
MUG


--- In [email protected], "cpatriawgmail" <cpatr...@...> wrote:
>
> Kelas menengah di Indonesia memang sumber penyakit dari dulu karena tidak 
> punya "class awareness". Kelas ini umumnya selalu menjilat tuan tuanya. Kalau 
> tuan tuanya berganti , dia jilat lagi tuan tuan barunya itu. Di Jaman Belanda 
> kelas ini tunduk dengan gubernur jendral , jaman jepang datang dipeluknya 
> lagi si Kempetai itu walaupun banyak ra'iat yg jadi romusha. Di Jaman 
> kemerdekaan, dilihatnya dulu siapa yang menang, baru nanti dielus elus lagi 
> sama kelas ini. Kelas ini jelas nggak ada pendirian.
> 
> begitulah komentar Datuk Iljas Hussain alias Tan Malaka thd kelas menengah.
> 
> carlos 
> 
> 
> >Kebobrokan para pemimpin bangsa adalah cerminan ketidakberesan kelas 
> >menengah. Benarkah aku?
> > 
> > jg
>


Kirim email ke