"Kelas menengah yang sudah merasa beruntung tidak lagi ditindas,  kelas ini 
mungkin tidak "menindas" secara langsung , tapi dia mendukung sang "penindas", 
daripada nanti ikut ikutan "tertindas" kalau kebanyakan protes.....(Carlos)"


Semakin jelas bagiku istilah "mental koeli" yang sring dipakai Romo Mangun 
dalam banyak tulisannya. trims teman-teman.


salam,
ita




--- In [email protected], "cpatriawgmail" <cpatr...@...> wrote:
>
> yang jelas , middle class di barat cenderung punya subconciousness akan  
> "class awareness", mungkin karena demokrasi sudah lama sekali disana dan 
> "property / individual right" dihormati.
> 
> kalau sejarah Nusantara dari 700 tahun yang lalu polanya 
> "menindas--->ditindas". Kelas menengah yang sudah merasa beruntung tidak lagi 
> ditindas,  kelas ini mungkin tidak "menindas" secara langsung , tapi dia 
> mendukung sang "penindas", daripada nanti ikut ikutan "tertindas" kalau 
> kebanyakan protes.
> 
> Ada sejarahnya rupanya dari Anthony Reid.  Bujur untuk Bang JG.
> 
> 
> Carlos
> 
> 
> --- In [email protected], "MU Ginting" <gintingmu@> wrote:
> >
> > 
> > Ngomong-ngomong soal middle class, sekarang sudah punya kaisar yaitu Joe 
> > Biden sebagai "the nation's middle class czar"
> > Wapres Biden baru bikin "task force" bertugas meningkatkan standard hidup 
> > kelas menengah dan membawa kelas buruh jadi "no longer being left behind", 
> > katanya.
> > Tentu masih butuh kajian dan ujian dalam perjalanan waktu apakah ini ide 
> > baru, retorik baru atau jargon baru, hahaha . . . . 
> > Teringatnya kita sendiri di milis ini kelas mana ya? Kelas menengah? Wah. 
> > Wah . . . enaknya sih pilih sendiri hehehe . . . 
> > MUG
> > 
> > 
> > --- In [email protected], "cpatriawgmail" <cpatriaw@> wrote:
> > >
> > > Kelas menengah di Indonesia memang sumber penyakit dari dulu karena tidak 
> > > punya "class awareness". Kelas ini umumnya selalu menjilat tuan tuanya. 
> > > Kalau tuan tuanya berganti , dia jilat lagi tuan tuan barunya itu. Di 
> > > Jaman Belanda kelas ini tunduk dengan gubernur jendral , jaman jepang 
> > > datang dipeluknya lagi si Kempetai itu walaupun banyak ra'iat yg jadi 
> > > romusha. Di Jaman kemerdekaan, dilihatnya dulu siapa yang menang, baru 
> > > nanti dielus elus lagi sama kelas ini. Kelas ini jelas nggak ada 
> > > pendirian.
> > > 
> > > begitulah komentar Datuk Iljas Hussain alias Tan Malaka thd kelas 
> > > menengah.
> > > 
> > > carlos 
> > > 
> > > 
> > > >Kebobrokan para pemimpin bangsa adalah cerminan ketidakberesan kelas 
> > > >menengah. Benarkah aku?
> > > > 
> > > > jg
> > >
> >
>


Kirim email ke