Anda g mau kan hal ini terjadi pada saudara anda,teman, bahkan anda sendiri?
Untuk info lebih lanjut
http://www.topix.com/forum/world/malaysia
 
Jakarta - Menjadi pelajar di luar negeri tidak selalu menjanjikan kenyamanan. 
Meski tinggal di negara dengan tingkat ekonomi lebih baik, tindak kejahatan 
juga sering menimpa pelajar Indonesia di Malaysia. 

Hal tersebut membuat perwakilan resmi RI di Kuala Lumpur pun menjadi geram.

"Saya kaget mendengar laporan banyak kejadian yang menimpa mahasiswa kita. Ini 
sangat tidak kita inginkan. Kita akan tindak lanjuti," ujar Atase Pendidikan 
KBRI Kuala Lumpur, Imran Hanafi dalam dialog dengan pelajar Indonesia di Asia 
Pasific Institute of Information Technology (APIIT), Kuala Lumpur, Malaysia, 
Sabtu (13/9/2008).

Imran mengatakan, KBRI akan menindaklanjuti dengan melakukan pendekatan dan 
penekanan kepada pihak universitas dan Departemen Perguruan Tinggi Malaysia 
agar senantiasa memperhatikan keselamatan dan keamanan para
pelajar asingnya yang belajar di universitas tersebut. Perwakilan resmi 
pemerintah RI, lanjutnya, sangat berkomitmen terhadap keselamatan dan keamanan 
WNI di Malaysia.

Karena itu dia menegaskan, agar pelajar Indonesia yang menjadi korban kejahatan 
langsung menghubungi dirinya atau siapapun dari pihak KBRI, selain menghubungi 
pihak kepolisian.

"Karena tentu mereka (pihak universitas) itu memiliki kepentingan terhadap 
keselamatan dan kenyamanan mahasiswa asing di Malaysia. Kalau tidak, bisa 
merusak citra lingkungan pendidikan mereka sendiri yang dinilai tidak aman," 
cetus Imran.

Imran juga meminta agar Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) secara proaktif 
membantu anggota-anggotanya yang mengalami berbagai persoalan di Malaysia.

"PPI harus belajar menjadi pelayan bagi berbagai keperluan mereka dan ketika 
mereka menghadapi persoalan," tambahnya.

Sebelumnya sejumlah mahasiswa Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) kerap 
mengalami tindak kejahatan, mulai dari perampasan, penodongan dengan ancaman 
kekerasan hingga pemerkosaan. Kejahatan ini sering menimpa
mahasiswa Indonesia yang tinggal tidak jauh dari kampus tersebut. Namun 
seringkali pula tidak mendapat respon dari kepolisian setempat.

I-Card

Selain itu, KBRI juga dibuat geram oleh tindakan oknum kepolisian dan 
keimigrasian Malaysia yang seringkali tidak mengakui keabsahan Kartu Pengenal 
Pelajar Internasional 'I-Card'. Padahal menurut Imran, pemberlakuan
ID pelajar internasional tersebut diadakan secara resmi oleh Kementerian Luar 
Negeri Malaysia yang bekerjasama dengan Kementerian Perguruan Tinggi Malaysia 
dan disaksikan oleh dubes-dubes negara tetangga di negeri Petronas tersebut.

"Saya menghadiri acara launching itu. Mereka yang mengadakan, kenapa jadi 
mereka sendiri yang mempersoalkan dan tidak mengakui," kesalnya.

Imron menjelaskan, pelajar yang memiliki I-Card tidak perlu lagi membawa paspor 
ataupun keterangan kewarganegaraan lain ketika mereka melakukan perjalanan di 
seluruh wilayah Malaysia. Sebab ID pelajar tersebut telah memuat data lengkap 
dan memiliki kekuatan hukum.

Namun dalam prakteknya beberapa bulan terakhir ini, Imron mengungkapkan, 
terjadi banyak kasus pelajar Indonesia dipersoalkan oleh petugas polisi dan 
imigrasi Malaysia ketika tidak membawa paspor dalam perjalanan mereka meski 
telah menunjukkan I-Card.


Ad'y  


      

Kirim email ke