Weleh weleh,,,,,,

Semakin panas saja situasi perpolitikan di tanah ari ya,,, Tapi seberapa 
kuatkah orang Demokrat di Parlemen??  7% Suara pemilu 2004 lalu tentunya 
sekitar segitulah kekuatan orang2 Demokrat,,Begitu sepintas aku mikirnya.
Karena tidak memilih Demokrat di GOLPUTkan saja, emang gampang,,,??  Kebijakan 
yang sesuai Undang Undang saja diprotes apalagi kesalahan telak menggolputkan 
rakyat???

Bagaimanapun situasinya, marilah kita beraksi atas dasar niat baik untuk 
kepentingan bersama. Kokohnya suatu bangsa atas kerja keras Pemerintah dan 
Rakyatnya,, 

Maju terus Indonesia.

Jontar





________________________________
From: he_guntar <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Friday, April 17, 2009 3:16:22 PM
Subject: [tanahkaro] Fwd:  Fw: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] KPU Tak Mau Disalahkan





--- In cik...@yahoogroups. com, Al Faqir Ilmi <alfaqirilmi@ ...> wrote:

--- On Fri, 4/17/09, tjuk kasturi sukiadi <kasturi_sukiadi@ ...> wrote:

From: tjuk kasturi sukiadi <kasturi_sukiadi@ ...>
Subject: Re: [Forum-Pembaca- KOMPAS] KPU Tak Mau Disalahkan
To: Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou ps.com
Date: Friday, April 17, 2009, 2:27 AM

Mbak Yuliati yang sangat kritis dan lantang,
Kita lima tahun yl sempat berpikir bahwa dari orang yang berpenampilan baik dan 
santun didukung keterpelajaran akan muncul "poltical attitude and behavior" 
yang demokratis, cantik dan elegance. Ternyata tampilan muka dan body languange 
tidak menggambarkan "jerohan" seseorang. Kita atau paling tidak saya tertipu. 
Ternyata "Rahwana Raja Moderen"itu wujudnya tidak macam "preman Tanah Abang 
anak buah Hercules" tapi rapi, bersih, santun dan anggun. Nah bukti nyata yang 
tak lagi dapat diingkari adalah Pelaksanaan Pemilu 2009 ini. Kecurangannya 
begitu sistematis dengan memanfaatkan banyak pemilih yang berpotensi Golput 
kemudian ditimpa dengan DPT yang dengan sengaja tidak "mencantumkan banyak 
penduduk" yang diperkirakan tidak akan memilih Partai Demokrat. Hebat juga! 
Kalau tidak milih PD lebih baik                        " DIGOLPUTKAN " saja! 
Kelemahan Partai Demokrat dalam infra struktur organisasi dan miskinnya kader 
handal digantikan
dengan  diperankannya "Mesin Birokrasi" yang sejak zaman ORBA sudah terbiasa 
untuk mengabdi kepada Siapapun Yang Sedang Memerintah dan Berkuasa. Semboyan 
KORPRI memang harus diganti bukan sebagai "ABDI NEGARA DAN ABDI MASYARAKAT"; 
tetapi yang lebih tepat "ABDI PEMERINTAH, ABDI ATASAN/PENGUASA! " Dilain pihak  
 kelompok Golput dibuat bersenang dihati karena jumlahnya semakin banyak! 
Tetapi ingat dengan demikian perolehan suara PD menjadi tak tertandingi oleh 
PDIP dan GOLKAR yang memang dalam lima tahun ini terlanda "KRISIS KEPEMIMPINAN 
DAN KRISIS ORGANISASI!" . Nah itulah strategi Jendral Staf yang keren,cendekia 
dan santun untuk tetap dapat berkuasa dengan segala cara. Seorang penghayat 
Machiavellianisme yang konsisten dengan kemasan modern yang elok dan masuknya 
seperti jarum kedalam air. Harus dihentikan karena bahayanya jauh lebih besar 
dari preman . Tentu nsaja KPU Tak Mau Disalahkan karena mereka sekedar alat dan 
orang2 suruhan! Kesalahan dan
tanggung jawab utama  tentu berada diatas pundak Sang Master Mind.  Salam  Tjuk 
KS

--- Pada Kam, 16/4/09, Yuliati Soebeno <yuliati_soeb@ yahoo.com> menulis:

Dari: Yuliati Soebeno <yuliati_soeb@ yahoo.com>
Topik: Re: [Forum-Pembaca- KOMPAS] KPU Tak Mau Disalahkan
Kepada: Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou ps.com
Cc: adyantoaditomo@ yahoo.co. id
Tanggal: Kamis, 16 April, 2009, 9:31 AM

Bung Adyanto,

Ya KPU memang gemblung. Tadi malam di Metro TV ada berita bahwa di Dapil SulSel 
II, ada CALEG PARTAI DEMOKRAT yang mendapatkan suara sebanyak 111 JUTA lebih!! 
Nama caleg tersebut Jaffar Habsah (kalau tidak salah dengar). Lha kok bisa 
begitu ya? Dapil di SULSEL II tersebut jumlah penduduk yang terdaftar hanya 
6000-an saja. Lha kok di KOMPUTER KPU didapatkan hasil sebanyak 111 juta lebih, 
aya-aya wae?

Jumlah 111 juta lebih tersebut kan hampir seluruh penduduk SELURUH INDONESIA, 
bukan??!!

Lha mbok ya malu, mau ditaruh dimana muka partai polotik tersebut? Kalau mau 
bohong ya mbok jangan keterlaluan gitu ya?? Akal-akalan macam apa pula itu, 
bah!!

Jadi siapa yang sangat HAUS kekuasaan saat ini?

Salam,

Yuli

--- End forwarded message ---


   


      

Kirim email ke