Rabu, 22/04/2009 10:34 WIB 

Mengungkit Dosa Bersama Masa Lalu 
Didik Supriyanto - detikPemilu
Jakarta - "Hati-hati, jangan terlalu galak mengatakan curang, curang. Belum 
lama Pemilu 2004 berlangsung. Saya punya memori yang banyak. Tetapi, biarlah 
menjadi bagian dari masa lalu," kata Presiden SBY, yang juga Ketua Dewan 
Pembina Partai Demokrat, Selasa (21/4/2009) kemarin.
Dalam jumpa pers di taman dalam Istana Kepresidenan itu, SBY juga mengatakan, 
"Jangan banyak menguliahi soal curang dan tidak curang. Saya juga punya 
pengetahuan tentang beliau-beliau pada waktu yang lalu. Tapi, biarlah. Ini 
proses dari pendewasaan demokrasi.""
Pernyataan SBY itu, tentu saja ditujukan kepada lawan-lawan politiknya, kubu 
Teuku Umar, yang terdiri PDIP, Gerindra dan Hanura. Didukung oleh sejumlah 
tokoh dan partai lainnya, kubu ini menyoal legitimasi pemilu akibat 
amburadulnya DPT. Kubu ini juga mewacanakan boikot tidak mengajukan calon 
presiden dan wakil presiden. 
SBY tentu gusar karena pemerintah dituduh melakukan tindakan sistematis untuk 
menghilangkan hak pilih jutaan warga negara. Dia juga tidak suka, namanya, 
partainya, atau pemerintahannya, selalu dikait-kaitkan dengan kecurangan 
sehingga Partai Demokrat bisa meningkatkan suara sampai 300%. 
Dengan demikian, pernyataan SBY itu sesungguhnya merupakan serangan balik 
terhadap kubu lawan yang memain-mainkan masalah kecurangan pemilu untuk 
mendelegitimasi kemenangan Partai Demokrat dan kemungkinan kemenangan SBY dalam 
Pemilu Presiden nanti. Apa makna dari serangan balik SBY ini?
Jelas sekali, SBY menempatkan dirinya sebagai tokoh yang paling dewasa dalam 
proses demokrasi. Tokoh lain masih belajar. Lebih dari itu, SBY juga mengetahui 
laku buruk, atau aksi curang lawan-lawan politiknya yang dilakukan terhadap 
dirinya, khususnya dalam Pemilu Presiden 2004.
Meski dicurangi dalam Pemilu Presiden 2004, faktanya pasangan SBY-JK dinyatakan 
oleh KPU sebagai pemenang perebutan suara rakyat, mengalahkan pasangan-pasangan 
lain, Mega-Hasyim, Wiranto-Solahudin, Amien-Siswono, dan Hamzah-Agum. Sudah 
hampir lima tahun SBY menduduki kursi kepresidenan, didampinggi JK.
Pertanyaan besarnya, benarkah pasangan SBY-JK benar-benar dicurangai oleh 
lawan-lawan politiknya pada saat Pemilu Presiden 2004? Kalau benar-benar 
dicurangi, mengapa SBY-JK dinyatakan sebagai pemenang? Bukankah, kalau mau, KPU 
dengan mudah mengotak-atik angka perolehan suara, sehingga yang menang pasangan 
calon lain?
Yang pasti, Laporan Pengawas Pemilu Presiden 2004 meninggalkan beberapa 
catatan. 
Pertama, terjadi pengarahan massa besar-besaran untuk memilih di Pondok 
Pesantren Al Zaetun, Indramayu, yang kesemuannya ternyata memilih pasangan 
Wiranto-Solahuddin. Selain itu, juga terdapat 7.200 surat suara di Tawau, 
Sabah, Malaysia Timur, dan 3.200 suarat suara di Kabupaten Timika, Papua, yang 
sudah dicoblos sebelum digunakan. Kesemuannya, gambar yang dicoblos adalah 
pasangan SBY-JK.
Kedua, menjelang pemungutan dan penghitungan suara, seorang perwira polisi di 
Banyumas menyerukan kepada istri dan anggota keluarga kepolisian untuk memilih 
pasangan Mega-Hasyim. Namun, pemantau juga melaporkan di beberapa perumahan 
militer, pimpinannya menyerukan warganya agar memilih pasangan SBY-JK.
Sekadar perbandingan. Pada Pemilu Presiden 2004 sekelompok orang yang melakukan 
’kampanye’ lewat undian di media massa, diperiksa oleh Panwas Pemilu dan serta 
merta mereka menghentikan kegiatan tersebut. Semua tahu, kampanye terselubung 
tersebut bertujuan untuk memenangkan pencalonan Megawati, yang saat itu 
statusnya presiden.
Pada Pemilu 2009 ini, tiga media massa yang melaporkan pernyataan Panwas Jawa 
Timur, bahwa caleg bernama Edhie Baskoro melakukan politik uang, langsung 
ditetapkan sebagai tersangka pencemaran nama baik oleh polisi. Di sisi lain, 
Mabes Polri memerintahkan agar polisi mengabaikan laporan tindak pindana pemilu 
yang disampaikan oleh pengawas pemilu.

* Didik Supriyanto adalah Ketua Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi 
(Perludem) 
( diks / iy ) 



      __________________________________________________________
Ta semester! - sök efter resor hos Kelkoo.
Jämför pris på flygbiljetter och hotellrum här:
http://www.kelkoo.se/c-169901-resor-biljetter.html?partnerId=96914052

Kirim email ke