Rabu, 22/04/2009 19:27 WIB 
Wacana Boikot Pilpres 
Kaum Muda Kecam Manuver Politik Geng Teuku Umar 
M. Rizal Maslan - detikPemilu
Jakarta - Kalangan muda yang tergabung dalam Kaum Muda Indonesia (KMI) untuk 
Demokrasi mengecam keras manuver politik sejumlah tokoh dan elit politik yang 
mengancam memboikot Pilpres 2009. Boikot Pilpres tersebut justru akan menambah 
persoalan baru bagi kelangsungan demokrasi di Indonesia.
"Ancaman boikot pemilu itu sangat kontra produktif dengan proses demokrasi 
bangsa ini," kata Sekjen KMI Firman Baso kepada wartawan terkait memanasnya 
suhu politik pasca Pemilihan Legislatif (Pileg) 2009 di Kafe Megaria, Menteng, 
Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2009).
Firman juga mengkritisi langkah sejumlah purnawirawan TNI yang juga menyuarakan 
ancaman boikot pemilu kali ini. 
"Kampanye boikot pemilu itu tidak akan memberikan pendidikan politik yang baik 
bagi bangsa ini, terutama untuk kaum muda tentang sportifitas dalam 
berpolitik," tegasnya.
Seharusnya, lanjut Firman, para politisi menjalin kerjasama untuk mempersiapkan 
Pilpres yang baik. Bila memang ada persoalan dalam penyelenggaraan Pileg, bukan 
lantas melontarkan manuver politik yang mengancam Pilpres itu sendiri.
"Saat ini justru kesan yang ditangkap masyarakat bahwa elit politik yang 
mengancam memboikot pemilu adalah mereka yang kalah sebelum berperang dan ini 
kita khawatirkan. Prilaku itu merupakan contoh negatif yang diperlihatkan para 
elit parpol dalam berpolitik," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Firman juga menyatakan, akan melakukan perlawanan 
terhadap kelompok yang bermanuver politik dengan cara mengancam akan memboikot 
Pilpres 2009. Langkah yang akan diambil itu melakukan gerakan kampanye anak 
muda jangan golput.
"Gerakan anti golput ini selain melawan kelompok boikot pemilu atau golput, 
juga bertujuan sebagai pembelajaran demokrasi untuk anak muda yang merupakan 
generasi penerus bangsa," ungkapnya.
Diakui Firman, kinerja KPU selama ini sangat mengenaskan, sebab KPU pantas 
mendapat rapor merah atas prestasi yang diperolehnya di pemilu legislatif. Ini 
juga yang menjadi faktor sejumlah elit politik mengancam akan memboikot pilpres.
Untuk itu, Firman menambahkan, perlu adanya teguran keras dari sivil society 
terhadap KPU dalam melaksanakan kinerjanya. KPU sebagai pihak yang paling 
bertanggungjawab mengenai kisruh DPT, namun KMI setuju bila KPU memberikan soft 
copy DPT kepada Parpol, agar terciptanya keterbukaan. ( zal / nwk ) 

--


      __________________________________________________________
Låna pengar utan säkerhet. Jämför vilkor online hos Kelkoo.
http://www.kelkoo.se/c-100390123-lan-utan-sakerhet.html?partnerId=96915014

Kirim email ke