Selasa, 12/05/2009 23:15 WIB
Boediono Cawapres SBY
PPP Ancang-ancang Tarik Dukungan
M. Rizal Maslan - detikPemilu
Jakarta - Munculnya nama Boediono sebagai cawapres pasangan SBY membuat koalisi
yang dibangun Partai Demokrat (PD) terancam buyar. Satu per satu partai
pendukung PD mulai ancang-ancang menarik dukungan, salah satunya Partai
Persatuan Pembangunan (PPP).
"Jika benar SBY memilih Boediono akan mengganggu kelugasan sikap Ketua Umum PPP
yang mendukung koalisi dengan PD. Sebab Pak Ketum akan mendapat
pertanyaan-pertanyaan dari bawah," jelas Wakil Sekjen PPP Taufiqul Hadi kepada
detikcom, Selasa (12/5/2009).
Dikatakan Taufiq, dalam rapat konsultasi DPW-DPW PPP 9 Mei lalu, forum yang
dipimpin Ketua Umum PPP Suryadarma Ali (SDA), secara bulat menyatakan dukungan
partai berlambang Kabah itu ke SBY. Sedangkan soal cawapres, SBY hendaknya
memilih dari kalangan parpol, terutama yang jadi mitra koalisi.
PPP, menurut Taufiq, kecewa karena SBY memilih cawapres bukan dari unsur
parpol, seperti apa yang sudah disepakati sebelumnya.
"Sikap ini tentu bertentangan dengan kriteria cawapres yang SBY utarakan ke
publik sebelumnya," ujarnya.
DPP PPP dan beberapa DPW, kata Taufiq, juga merasa kurang sreg dengan sikap SBY
dan PD yang mengabaikan unsur keterwakilan luar Jawa. SBY dianggap terlalu
yakin dengan dukungan dari Jawa saja. Padahal Indonesia terdiri dari banyak
pulau dan suku bangsa.
Ketika ditanya apakah PPP bakal menarik dukungan terhadap SBY, Taufiq
mengatakan, hingga saat ini DPP masih mencermati perkembangan dari hari ke hari.
"Saat ini sudah banyak pertanyaan dari grass root yang sangat mengganggu, soal
Boediono. Bisa saja dalam satu atau dua hari ke depan DPP akan mengambil sikap
tegas," tandasnya.
( van / irw )
__________________________________________________________
Låna pengar utan säkerhet. Jämför vilkor online hos Kelkoo.
http://www.kelkoo.se/c-100390123-lan-utan-sakerhet.html?partnerId=96915014