Rabu, 13/05/2009 10:20 WIB 

Menteri Utama Tidak Perlu dan Tidak Efektif 
Nala Edwin – detikPemilu
 
Jakarta - Wacana menempatkan Mensesneg Hatta Rajasa menjadi menteri utama 
dinilai tidak tepat. Hal ini berpotensi merusak sistem dan upaya bagi-bagi 
kekuasaan.

Berikut wawancara detikcom dengan ahli hukum tata negara dari Universitas 
Andalas, Saldi Isra, Rabu (13/5/2009).

Bagaimana menurut Anda terhadap wacana penempatan Hatta Rajasa sebagai Menteri 
Utama?

Kalau dasarnya hanya politik itu keliru. Secara konstitusi tidak ada jabatan 
Menteri Utama. Kalau nanti jabatannya berhimpitan dengan jabatan wapres malah 
bisa timbul rivalitas yang bisa merugikan. 

Apakah jabatan itu perlu?

Kalau keperluannya hanya bagi-bagi kekuasaan itu tidak tepat. Lagi pula hal ini 
bisa merusak sistem yang ada. Kalau Hatta mau diberi posisi ya menteri saja 
tidak perlu Menteri Utama. 

Apa dalam sejarah Indonesia ada menteri seperti itu?

Dalam sistem pemerintahan presidensial tidak ada jabatan seperti itu yang ada 
hanya menteri saja.

Kalau Anda lihat sistem kementerian pemerintahan SBY apakah sudah efektif?

Jika kita bandingkan pada masa pemerintahan Soeharto, Megawati dan Gus Dur 
jumlah menteri di pemerintahan SBY lebih banyak. Saya pikir ini terlalu besar 
dan ini  merupakan akomodasi politik terhadap parpol yang bergabung dalam 
pemerintahan.

( nal / nrl )


      __________________________________________________________
Låna pengar utan säkerhet. Jämför vilkor online hos Kelkoo.
http://www.kelkoo.se/c-100390123-lan-utan-sakerhet.html?partnerId=96915014

Kirim email ke