Jelang pemilu 1999, petinggi Partai Murba Sumut pernah memaparkan, " pencarian jejak" Tan Malaka akan dilakukan. Program yang telah dicanangkan bertahun-tahun ini, kelihatan baru sekarang dijalankan. Setelah jatuhnya Rezim Diktator Soeharto, para tokoh-tokoh tua cerdas-ideolog, baik yang berlatarbelakang Murba, PKI dan PNI, kembali bermunculan di panggung Indonesia. Beberapa diantara sahabat-sahabat tersebut masih hidup, dan telah berusia 80-an. Dari bincang-bincang terpisah yang pernah saya dengar dari ketiga kelompok ini (Murba, PKI dan PNI), ditemukan nada yang sama soal latarbelakang kematian Tan Malaka. Yakni, disebabkan konflik politik yang terjadi pada saat itu. Mempelajari bagaimana hubungan Murba, PKI dan PNI masa 40-an, maka saya pikir, sumber info dari mereka inilah yang paling layak dipercaya. Memanasnya konflik politik ini, yakni ketika Soekarno membuat "surat sakti" yang menyatakan, bilamana Soekarno-Hatta tidak memungkinkan lebih lanjut mengemban tugas revolusi, maka pimpinan revolusi diserahkan kepada Tan Malaka, kemudian dilibatkan nama-nama lainnya. Ini yang memicu kecemburuan politik. Latarbelakang pembuatan surat itu tadi, karena Tan Malaka adalah seseorang yang cerdas dan revolusioner. Dan yang paling utama adalah, Tan Malaka didukung barisan Jendral Soedirman. Saat itu, AH Nasution masih TNI "danak-danak" Jadi lebih tepatnya kurasa, Tan Malaka dibunuh oknum TNI karena gejolak politik. Saya tidak tahu persis, apakah ada faktor Non Jawa, mengingat Tan Malaka dari Sumatera. Einda ka kuakap adi si arah aku. Kalau ada sumber yang diyakini bisa lebih akurat, juga sangat menarik untuk dibedah-bedah lebih lanjut nake... bujur Mjj Man Banta Kerina MJS
