--- In [email protected], medi sembiring <medy_sembir...@...> wrote:
>
> 
> Jelang pemilu 1999, petinggi Partai Murba Sumut pernah memaparkan, " 
> pencarian jejak" Tan Malaka akan dilakukan. Program yang telah dicanangkan 
> bertahun-tahun ini, kelihatan baru sekarang dijalankan.
>  
> Setelah jatuhnya Rezim Diktator Soeharto, para tokoh-tokoh tua 
> cerdas-ideolog, baik yang berlatarbelakang Murba, PKI dan PNI, kembali 
> bermunculan di panggung Indonesia. Beberapa diantara sahabat-sahabat 
> tersebut masih hidup, dan telah berusia 80-an.
>  
> Dari bincang-bincang terpisah yang pernah saya dengar dari ketiga kelompok 
> ini (Murba, PKI dan PNI), ditemukan nada yang sama soal latarbelakang 
> kematian Tan Malaka. Yakni, disebabkan konflik politik yang terjadi pada saat 
> itu. 
>  
> Mempelajari bagaimana hubungan Murba, PKI dan PNI masa 40-an, maka saya 
> pikir, sumber info dari mereka inilah yang paling layak dipercaya.
>  

nah yang banyak generasi muda lupa, PKI tahun 1940an itu berbeda sekali dengan 
PKInya si Aidit. PKI tahun 40 juga punya banyak cabang, ada PKI ex mahasiswa 
Indonesia di Belanda seperti Setiadjit dan Abdoel Majid (terakhir jadi menteri 
di kabinet sjahrir 1) , ada PKInya M Yusuf , ada PKInya Djamaludin Tamin 
sempalan dari tahanan2 Digul yang dibuang ke Australi , ada PKI Ilegal (FDR) - 
Pesindo Amir Sjarifoedian sampai kemudian datang Musso nanti.

> Memanasnya konflik politik ini, yakni ketika Soekarno membuat "surat sakti" 
> yang menyatakan, bilamana Soekarno-Hatta tidak memungkinkan lebih 
> lanjut mengemban tugas revolusi, maka pimpinan revolusi diserahkan kepada Tan 
> Malaka, kemudian dilibatkan nama-nama lainnya. Ini yang memicu kecemburuan 
> politik. 
>  

Surat Soekarno ini sebenarnya punya pewaris empat orang , tapi diklaim Tan 
Malaka pada 1946 hanya untuk dirinya saja.

Tapi cerita pada 1949 , memang ini persaingan TNI dan kelompok sayap kiri. 
Perlu di-ingat peristiwa Madiun pada Nov 48 itu hanya berselang 3 minggu saja 
sebelum Aksi Militer Belanda ke 2 dibawah Jend spoor ke Jogja. peristiwa madiun 
melenyapkan musso dan Amir Sjarifudin.

19 Des 1948 Soekarno menyerahkan diri ke pihak belanda begitu pula Hatta dkk. 
Soekarno dibuang ke Prapat bersama Sjahrir dan Agus Salim sementara Hatta dan 
Suryadharma dibuang ke Bangka.

Tan Malaka dibebaskan setelah itu. Jadi ada masa tenggang waktu tiga bulan 
antara Tan Malaka dibebaskan sampai kemudian terbunuh pada 19 Februari 1949.








> Latarbelakang pembuatan surat itu tadi, karena Tan Malaka adalah seseorang 
> yang cerdas dan revolusioner. Dan yang paling utama adalah, Tan Malaka 
> didukung barisan Jendral Soedirman. Saat itu, AH Nasution masih TNI 
> "danak-danak"
>  

Sebenarnya TM didukung Soedirman itu maksudnya adalah Soediman mendukung  
kelompok persatuan perjuangan yang dibuat Tan Malaka,Soekarni cs pada Feb 1946. 
Jadi ini waktunya sebelum Tan Malaka dipenjarakan pada Juli 1946.  Sedangkan 
pasca pembebasan TM, Pak Dirman masih bergerilya tapi sudah sakit-sakitan.


> Jadi lebih tepatnya kurasa, Tan Malaka dibunuh oknum TNI karena gejolak 
> politik. Saya tidak tahu persis, apakah ada faktor Non Jawa, mengingat Tan 
> Malaka dari Sumatera.
>  
> Einda ka kuakap adi si arah aku.  Kalau ada sumber yang diyakini bisa lebih 
> akurat, juga sangat menarik untuk dibedah-bedah lebih lanjut nake... bujur
>  

TNI Indonesia itu sebenarnya banyak berasald ari perwira Belanda yang dilatih 
di KMA Breda , ini tempat pendidikan Militer di Belanda, lulusanya sangat 
dididik untuk menjadi agen anti-komunis / sosialisme.
Nah, pemimpin dari pasukan yang membunuh Tan Malaka itu : "Soengkono dan 
Soekotjo" , bos besarnya adalah Gatot Subroto, ex perwira KNIL.

Sedikit keluar dari Tan Malaka , Nah kalau sekarang Bob Hasan temanya Soeharto 
juga merupakan anak angkatnya Gatot Subroto sang perwia KNIL.... bisa ditebak 
lah mengapa ... :)



Carlos






>  
> Mjj Man Banta Kerina
>  
> MJS
>  
>  
>

Kirim email ke