Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Universitas Harvard disambut 
tepuk tangan riuh dari hadirin. Mereka tidak segan memberikan standing applause 
, atas pidato SBY tentang hubungan dunia Islam dan Barat tersebut.
 
Pantauan wartawan detikcom Budiono Darsono yang turut dalam rombongan, SBY 
berpidato sekitar 30 menit di John F Kennedy Jr Forum, Kennedy School of 
Government Institute of Politics, Harvard University, Rabu (30/9/2009) dini 
hari.
 
Dalam isi pidatonya, SBY menyampaikan bahwa dalam abad ke 21, tren utama di 
dunia adalah sikap toleransi antar umat beragama dan ras. Sikap rasisme dan 
diskriminasi sudah harus dihilangkan.
 
"Justru pernikahan antar ras kini sudah mulai terjadi. Tidak ada lagi warna, 
agama dan etnis," kata SBY.
 
SBY juga memaparkan, keluarga Presiden AS Barack Obama adalah contoh nyata 
hubungan multi kulturalisme yang sehat. Dengan latar belakang keluarga yang 
multi ras, Obama mampu menciptkan keluarga yang harmonis.
 
"Presiden Barack Obama, adalah potret nyata bentuk multi kuluturalisme, dengan 
latar belakang Kenya dan Indonesia," ucapnya.
 
Di akhir pidatonya, SBY meminta agar semua kalangan mau bersikap toleran untuk 
menciptakan dunia yang lebih baik. "Mari kita ciptakan dunia baru yang lebih 
baik, dan semuanya akan bahagia, Insya Allah," kata SBY yang disambut standing 
applause hadirin.
 














      

Kirim email ke