Sabtu, 20/03/2010 23:15 WIB
Dituding Sering Didatangi Markus
Susno Anggap Brigjen Raja Kebakaran Jenggot
Aprizal Rahmatullah – detikNews
Jakarta - Komjen Pol Susno Duadji enggan menanggapi tudingan Brigjen Raja 
Erizman soal ada markus yang sering datang ke ruangan Susno. Susno menganggap 
tuduhan itu membuktikan kalau Raja sedang panik.

"Ini bentuk pengalihan isu dari orang kebakaran jenggot," ujar Susno melalui 
pesan singkat kepada detikcom, Sabtu (20/3/2010).

Menurut Susno, publik lebih baik fokus pada kasus markus pajak Rp 25 milliar. 
Jangan sampai kasus ini malah ditutupi oleh kasus yang tidak penting alias 
dibuat-buat.

"Isu pokok yang krusial yaitu penyidik polri yang bekerja sama menangani dengan 
markus dalam bahasa hukumnya korupsi penanganan kasus menjadi hilang bahkan 
sama sekali tidak disentuh," jelasnya.

Sebelumnya, Brigjen Raja Erizman menuding ada 2 orang yang sering masuk ke 
ruangan mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji. Dia juga mengatakan 
mempunyai bukti terhadap kunjungan kedua markus itu.

"Saya beberapa kali melihat kedua orang tersebut sering keluar masuk ke ruangan 
Pak Susno," kata Raja, Jumat (19/3/2010) kemarin.

Kasus ini berawal dari adanya kasus korupsi dan pencucian uang senilai Rp 25 
milliar dengan tersangka pegawai pajak Gayus T Tambunan. Kasus tersebut 
ditengarai mandek akibat ada markus yang 'bermain'.

Susno menyatakan uang itu telah dibagi-bagikan kepada para penyidik dan 
beberapa jenderal di Polri. Susno juga sempat menyebut beberapa inisial 
penyidik tersebut. Mereka adalah Brigjen EI, Brigjen RE yang menggantikan EI, 
AKBP M, dan Kompol A.

Kasus ini mulai disidik sejak Maret 2009 atas laporan dari PPATK. Namun, dalam 
prosesnya uang yang berhasil dibuktikan hanya sebesar Rp 370 juta dan Rp 25 
juta, yang merupakan transaksi dari PT. Megah Jaya Citra Garmindo dan Roberto 
Santonius yang merupakan konsultan pajak.

Sementara, sisanya sebesar Rp 24,6 milliar dinyatakan tidak terbukti dan 
penyidik membuka kembali pemblokirannya. Menurut, Wakabareskrim Mabes Polri 
Irjen Pol Dikdik Mulyana, duit tersebut diakui oleh seorang pengusaha garmen 
asal Batam yakni Andi Kosasih. Andi mengaku menitipkan uang kepada Gayus untuk 
membeli tanah.

(ape/ape)

__________________________________________________
Använder du Yahoo!?
Är du trött på spam?  Yahoo! E-post har det bästa spamskyddet som finns 
http://se.mail.yahoo.com 

Kirim email ke