buku ini kan ada filmnya tahun 1976 -- berbahasa belanda tapi ada subtitlenya--.
coba film ini diputer di indonesia , pasti heboh. di indonesia kita mesti jg bikin filem2 tentang struggle , tentang soekarno atau tentang hatta/ tan malaka , biar ra'iatnya bangun dari tidurnya yang lelap itu :)) bujur, carlos --- In [email protected], MU Ginting <gintin...@...> wrote: > > Kamis, 11/03/2010 12:46 WIB > Laporan dari Den Haag > Buku Max Havelaar Karya Multatuli sebagai Warisan Dunia > Eddi Santosa â" detikNews > Den Haag - Buku Max Havelaar karya Multatuli diupayakan masuk ke dalam daftar > warisan dunia UNESCO. Multatuli adalah nama pena Eduard Douwes Dekker > (2/3/1820 â" 19/2/1887), novelis era Hindia Belanda. > > Permohonan resmi akan disampaikan kepada PBB pekan ini oleh Universitas van > Amsterdam (UvA) bersama Multatuli Genootschap (Masyarakat Multatuli), > demikian pernyataan kedua pihak seperti disiarkan Trouw, Kamis (11/3/2010). > > Nama Multatuli berasal dari bahasa Latin multa tuli, yang berarti 'aku telah > banyak menderita'. Dengan nama pena ini, Eduard Douwes Dekker menulis buku > Max Havelaar sebagai gugatan atas penindasan di Nederlands-Indie (Hindia > Belanda), kini Indonesia. > > Karya gemilang yang diterbitkan pertama kali pada 150 tahun lalu itu kini > masih aktual dan menjadi sumber inspirasi untuk tata perdagangan dunia yang > adil. > > (es/es) > > __________________________________________________ > Använder du Yahoo!? > Ãr du trött pÃ¥ spam? Yahoo! E-post har det bästa spamskyddet som finns > http://se.mail.yahoo.com >
