MU Ginting : Beberapa terobosan sudah terlihat nyata. Di bidang seni seperti penampilan Pawang Ternalem Joey Bangun, Karodibidang teater, baru bagi Karo dan karena itu juga adalah terobosan tidak hanya keluar Karo tetapi juga kedalam Karo sebagai etnis yang jauh dari kehidupan budaya teater. Banyak sudah pikiran soal budaya teater ini, terutama didalam bidang ekinomi/finansial. Dan ini memang persoalan umum di seluruh dunia teater, dan seni budaya umumnya, yang selalu kekurangan biaya. Kemarin malam satu debat di TV Swedia soal ini juga, bagaimana mengembangkan kultur ini kalau biaya selalu kurang. Negara tidak bisa menanggung semua gaji mereka, dari hasil kerja mereka sendiri tidak pernah mencukupi, sering kalau tidak ada penonton mereka disuruh pulang atau diliburkan. Berlainan halnya dengan seni musik/penyanyi yang tidak pernah kekurangan duit (di barat).
Di Barat sama saja dengan di Timur sini bapa Ginting Mergana... Semua yang telah terjadi dan karya yang telah tertorehkan modalnya hanyalah semangat dan perjuangan. Dibalik semuanya banyak sekali 'perbeben geluh' yang tidak mungkin terpahami oleh kita semua. Tapi itulah resiko hidup saat kita membuat sebuah pilihan. Pilihan yang mungkin tidak semua orang sanggup menjalaninya. But anyway.... Saya sedang menyiapkan sebuah 'Maha Karya' Maha Karya untuk Karo melegenda tentu saja... Apa dan bagaimana... Tunggu saja dan ikuti di..... twitter @joeybangun ________________________________ From: MU Ginting <[email protected]> To: [email protected]; [email protected]; [email protected] Sent: Sun, May 30, 2010 1:46:38 PM Subject: [tanahkaro] kembangkan terus . . . kaipe Mejuah-juah ka permilis simehamat kerina Enda kupostingken mulihken renungan sienggo lepus, refreshing . . . atau lenga sempat nulis hehehe . . . "Our deepest fear is not that we are inadequate. Our deepest fear is that we are powerful beyond measure. It is our light, not our darkness that most frightens us".(Marianne Williamson) Renungan akhir minggu --Sun Nov 23, 2008 Mejuah-juah permilis sirulo Enggo ka menda bagi si seh waktuna merenung, piga-piga tangkelen simbaru simentas ka bas ukurku, si asal-usulna bas teman-teman milis enda nari kang. Maun mentas kang bas ukurku, adi la mindai lit milis enda ja nari kin kueteh atau kudat kerina renungen enda? "siman jerngemen tentu preman berdasi, preman si ndatken amak mbentar rusur katawari paksa pe" nina Pa Changgah. Tuhu enda me si rusur teridah. Enda ndai kumpul-kumpul piga-piga mahasiswa Indonesia (S2,S3) irumahta, ngerana-ngerana soal KKN, erbage-bage pikiren, enggo me lit sitik perubahen nina deba, ibas soal enda. Setidakna enggo lit KPK si ngurus kalak KKN. Enggo me tuhu teridah kalak enda erdahin, tapi hasilna si lenga nangatsa kel man rayat, terutama soal korupsi Suharto, sada pe la pang kalak KPK ngerana. Payo bagi sikataken Evita Ginting "kesusahan yg terjadi sekarang, korupsi yang berjamaah dan merajalela, Kolusi dimana-mana, utang negara seabreg-abreg, semua warisan masa lalu". Tetapi ada perkembangan positif sekarang, "Indonesia adalah negara yang paling demokratis didunia," katanya. Disini tentu ada harapan atau suasana yang memberikan harapan, kebebasan untuk memberikan dan mengutarakan ide-ide yang diyakini oleh perorangan maupun golongan. Kebebasan adalah kunci kreativitas, dan yang pada gilirannya adalah kunci ke perubahan dan perkembangan. Beberapa terobosan sudah terlihat nyata. Di bidang seni seperti penampilan Pawang Ternalem Joey Bangun, Karo dibidang teater, baru bagi Karo dan karena itu juga adalah terobosan tidak hanya keluar Karo tetapi juga kedalam Karo sebagai etnis yang jauh dari kehidupan budaya teater. Banyak sudah pikiran soal budaya teater ini, terutama didalam bidang ekinomi/finansial. Dan ini memang persoalan umum di seluruh dunia teater, dan seni budaya umumnya, yang selalu kekurangan biaya. Kemarin malam satu debat di TV Swedia soal ini juga, bagaimana mengembangkan kultur ini kalau biaya selalu kurang. Negara tidak bisa menanggung semua gaji mereka, dari hasil kerja mereka sendiri tidak pernah mencukupi, sering kalau tidak ada penonton mereka disuruh pulang atau diliburkan. Berlainan halnya dengan seni musik/penyanyi yang tidak pernah kekurangan duit (di barat). Terobosan sidebanna bas soal sejarah Karo Putri Hijau kerajaan Aru. Tabloid SORA SIRULOA enggo berusaha nggerakkan kai si mungkin igerakken, gelah ula bene bage saja kebanggaan ras kebesaran Karo enda. Seterusna ka ngusahaken Pagelaran Revitalisasi Musik Tradisi Karo. Muat lalana terobosan-terobosan enda tentu muat jilena man perkembangan kemajuan Karonta, atau arah enda kin nge dalanna situhuna, arah terobosan-terobosan kreatif jelma Karo. Kuakap bage nge. Kita kalak Karo tetap nge kalak Karo, je kelebihenna je kang kekurangenna. Antara lain nina anakberu 'Zoblok' soal Tifatul, "belum bisa menawarkan diri/sale your self ke orang lain" nina. Cocok kang teku. Sifat enda me si menghalangi atau mengurangi munculnya terobosan-terobosan adah ndai. "Sisingamangaraja jadi gelar Kuala Namo" ningkalak. Sada terobosan sangat garang. Ini soala "menawarkan diri/sale your self" adah ndai, sudah bisa, sudah berani atau trlalu berani. Sama halnya dengan mengusulkan Tahura jadi nama yang sama. Daerah orang lain, tanah leluhur orang lain mau diganti namanya seenaknya sendiri. Tetapi mereka punya perhitungan sendiri, 5 terobosan barangkali 1 yang lulus, sudah lumayan pikirnya. Terkadang terpikir juga aku, apakah salah orang bikin usul atau terobosan apa saja? Karo rukur mbages, piah sungkan bikin terobosan, atau perlu juga kadang-kadang tanpa pikir? Tentu perbedaan aproaching enda ndai pasti lit ka nge hubungenna ras sifat-sifat introversi atau extraversi etnis-etnis. (berbagai studi terakhir terlihat perbedaan otak kedua sifat ini). Kemanusiaan akan sangat diuntungkan jika semakin banyak manusia mengetahui persoalan ini. Sekalak pengarang buku psikolog Swedia ngusulken gelah psikologi ibahan jadi ilmu pengetahuan wajib man seluruh rayat. Menarik! Sekalak politikus Karo Kena Ukur Surbakti ikut bas milis komunitaskaro mereken pikirenna. Enda sada pemikiren maju, sebab miliskaro enggo jadi sarana komunikasi si mejile, murah janah banci maksimal kalak Karo ikut. Kita ngarapken muat buena perpolitikta ikut tentu muat jilena. Bagekape dikalangan pengusaha, muat randalna nge adi ikut 'merakyat' bas milis/jambur si enggo tersedia. Ibas usaha pertanian-peternaka n enggo ka lit si 'setia' ngikuti milista (Karo Karo Sitepu, Perbaroeng Peceren). Sope lenga lit koran nasional harian Karo, tentu milis enda me simerandalna. Janah uga ka meningkatken kualitas milis enda tentu kerina kita anggota enda ka nge si ngukurkensa. Muat belinna arti milis enda man banta kalak Karo berarti muat ganjangna kualitas milis enda. Adi koran nasional, ma enggo me si idah uga koran sib erbahan terobosan kalak Teba, koran harian nasional mbelin ertina man tiap etnis. Soal "perubaten" atau "sipanjang punjuten" ku salinken mulihken kata-kata Henry Barus, "Ibas proses mencari kesesuaian antara berbagai orang dengan karakter yang berbeda-beda, maka kondisi perubaten enda merupakan hal yang wajar saja." nina. "Ini merupakan satu bentuk pandangan baru man aku,"nina Evie Sitepu, dan "bahwa perubaten ras sipandang punjuten tidak selalu bermakna negatif". GREAT MINDS, pernah ikirimkan S. Jawak ku milista: Small Minds discuss people Average Minds discuss events Great Minds discuss ideas Enda kuakap banci jadi pilihenta ningkatken kualitas milista. Kerina minds enda perlu, tapi lit pilihen. Bujur ras mejuah-juah kita kerina MUG
