Written by Redaksi Web          
                  
        



        
                Monday, 31 May 2010 09:41       





Pengaruh narkoba bagi pemakai ternyata tidak hanya berdampak buruk 
bagi kesehatan tubuh saja, namun juga berdampak pada kejiwaaan. Sakit 
kejiwaan, bisa terjadi jika seseorang yang telah mengalami 
ketergantungan namun tiba-tiba terputus.
Direktur RS Jiwa 
Pemprovsu, Dapot Gultom, kemarin mengatakan sedikitnya 2-3 orang setiap 
hari datang berobat karena pengaruh narkoba. "Mengapa bisa stres, ini 
karena tubuhnya sudah tergantung dengan narkoba, termasuk otaknya. 
Pikirannya terpengaruh pada narkoba, sehingga jika tidak memakai,  ia 
menjadi pusing, lalu mengamuk bahkan nekat bertindak," kata Dapot.


Para pemakai yang stres akibat narkoba yang datang berobat ini, 
kata Dapot biasanya orang muda, dan cara pengobatannya akan dilakukan 
observasi kemudian dilakukan terapi. "Dan jika sudah tahap stres, memang
 akan sulit mengembalikan pikirannya jadi normal, karena sekali-kali, 
ia  kembali stres," kata Dapot.
Ia menambahkan, saat ini 
pasien inap di RSJ Pemprovsu, 420 orang, di mana mereka rata-rata usia 
produktif. "Enam puluh lima persen yang dirawat di sini dalam usia 
produktif, usia duapuluh lima tahun sampai empat pulu tahunan," kata 
Dapot. 
Sedangkan penyebabnya, selain karena pengaruh narkoba,
 65 persen karena faktor ekonomi. Hal ini  telihat dari  pasien yang 
datang 70 persen merupakan pasien yang memiliki kartu miskin, yakni 
Jamkesmas atau pengurus kartu miskin. "Rumah sakit ini juga sama,  
melayani pasien miskin yang memiliki Jamkesmas dan Jamkesda,"kata Dapot.
Jumlah
 pasien tahun 2009 menerima pasien poli inap sebanyak 420 orang, 
sedangkan untuk poli rawat jalan sebanyak  14.400 orang. Asal penduduk, 
60 persen dari Medan, kemudian 15 persen dari Deliserdang dan 10 persen 
dari Karo. 
"Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) 
ke tahun 2009,  jumlahnya sama. Akan tetapi jika dibandingkan dengan 
tahun 2000, jumlah ini turun. Karena tahun 2000  setiap hari, kita 
menerima 70 sampai 80 orang," kata Gultom. 
Ia melanjutkan, 
langkah yang dilakukan pihaknya untuk penyembuhan pasien dengan beberapa
 metode, seperti metode bioligis, yakni dengan obat-obatan kemudian 
dengan metode cara psikater. "Tentu sebelum dilakukan pengobatan, kami 
harus tetap melakukan obeservasi, apakah benar ia mendapat gangguan 
jiwa," katanya.
Dalam penyembuhan, tambahnya, pasien rawat 
jalan harus melapor atau periksa ke rumah sakit ini selama 6 bulan 
dengan rutin. "Kemudian sebaiknya, si pasien tidak terlalu dipaksa untuk
 melakukan sesuatu," katanya lagi.



Sumber: 
http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&task=view&id=37837&Itemid=53

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community



      

Kirim email ke