Buku Salah Satu Sumber Informasi Ilmiah yang Sangat Urgen               
        
                                
                                
                                
                
                                
                                
                                        








Medan, (Analisa)               Kepala
  Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Sumut,  Drs Nurdin 
Pane  MAP menyatakan buku masih merupakan salah satu sumber informasi  
ilmiah  yang sangat urgen. 

               "Bedah buku dan peluncuran  hasil 
karya pengarang Sumut adalah  suatu wahana untuk memicu masyarakat  agar
 mau berkarya melalui tulisan dalam  bentuk buku karena buku  merupakan 
sumber informasi ilmiah yang urgen," kata  Nurdin Pane pada  pembukaan 
bedah buku dan peluncuran hasil karya pengarang Sumut  tahun  2010 di 
Hotel Dhaksina Medan , Selasa (1/6).                Bedah  buku karya penulis 
Drs Sarjani Tarigan MSP 
berjudul  Lentera Kehidupan  Orang Karo Dalam Berbudaya dan buku 
Amarilis Bloom karya Seri  Karmila  Parinduri menampilkan narasumber 
antara lain, Drs Juara Ginting MA   (dosen antropolog USU) dan Dr Ir 
Tavi Supiana MS (Ketua Program  Agribisnis  Fakultas Pertanian USU) 
dengan moderator Sekretaris BPAD  Sumut Drs Chandra  Silalahi MSi.  
              Nurdin Pane  menjelaskan, sebagai 
lembaga penyalur informasi dan  pengetahuan akan  mendukung karya-karya 
dari masyarakat Sumatera Utara khususnya  hasil  karya tentang Sumut 
untuk diterbitkan dan dipublikasikan dengan kriteria   yang telah 
ditetapkan.                Menurutnya, kebiasaan 
 membaca dan menulis tidaklah tumbuh  dengan sendirinya, melainkan  
melalui proses penanaman, pemupukan, pembinaan dan  pendidikan. Hal ini 
 sesuai motto sebagai tempat menulis, meneliti, berdiskusi  dan wisata  
baca.                BPAD Sumut telah mengadakan 
jenis kegiatan  seperti desiminasi  minat baca, bimbingan teknik membaca
 cepat,  bimbingan teknik menulis artikel dan  lainnya yang merupakan 
perwujudan  dari upaya untuk memberikan pengetahuan kepada  masyarakat 
tentang  eksistensi perpustakaan sebagai lembaga yang mengajak  
masyarakat untuk  belajar sepanjang hayat (life long education).    
            Dengan  adanya kegiatan bedah buku ini 
sasaran yang ingin  dicapai adalah  bagaimana agar masyarakat 
termotivasi untuk melahirkan  karya-karyanya  sehingga di masa mendatang
 akan lahir pengarang Sumut yang mampu   menulis tentang berbagai aspek 
ilmu pengetahuan khususnya tentang  provinsi ini.                 Nurdin 
mengharapkan dengan  kegiatan bedah buku ini 
akan dapat  memacu terus meningkatkan sumber  daya manusia di bidang 
tulis menulis yang akan  menghasilkan karya  pengarang Sumut lebih baik 
dan berkualitas.                Oleh  karena 
hadirnya tulisan-tulisan yang bervariasi dan  memiliki visi yang  jelas 
akan menambah kecerdasan masyarakat Sumut. Dengan  demikian dapat  
disimpulkan bahwa antara membaca dan menulis. Peran pengarang dan   
perpustakaan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.   
             Ciri Khas          
     Sementara itu  penulis buku Sarjani Tarigan 
mengemukakan bahwa  karakteristik atau  identitas masyarakat Karo 
memiliki ciri khas berbeda dengan  etnis lain  di Sumut. Keempat 
identitas itu meliputi merga, bahasa, kesenian dan   adat istiadat. 
               Masyarakat Karo yang dulunya  
terisolasi, mulai membuka mata dan  terbuka terhadap dunia luar. Hal ini
  membawa dampak besar yang nampak pada  perubahan sosial dan 
ekonominya.                 Dia juga menjelaskan 
sebelum mengenal  pemerintahan modern,  masyarakat Karo awalnya hanya 
mengenal sistem  pemerintahan adat.                Pemeritahan adat yakni  
pengulu. Yakni seorang dari 
merga  tertentu dan dua orang anggotanya  yakni anak beru dan senina 
yang merupakan tiga  sejalan menjadi satu  badan pemerintahan, kuasanya 
adalah sebagaipemerintahan  kaum keluarga.                "Secara keseluruhan 
budaya Karo sangat beragam dan  
menarik untk  dilihat lebih dekat lagi. Hanya sayang, saat ini usaha  
pelestarian budaya Karo  masih sangat jarang dilakukan," ujarnya.   
            (maf)
Sumber: 
http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=56939:buku-salah-satu-sumber-informasi-ilmiah-yang-sangat-urgen&catid=31:umum&Itemid=143

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community



      

Kirim email ke