Senin, 05/07/2010 17:39 WIB
Harus Seperti Tikus, Golkar Sama Saja Tidak Antikorupsi
Indra Subagja – detikNews
 
Jakarta - Tikus identik dengan koruptor. Karena itu pernyataan Ketum Golkar 
Aburizal Bakrie (Ical) yang meminta agar politisi partai beringin harus seperti 
tikus jadi bahan pertanyaan. Apakah Golkar ingin menyebarkan semangat korupsi?

"Itu menunjukkan kalau misalnya diartikan konotatif, Golkar tidak antikorupsi. 
Tikus sama dengan korupsi, semua orang tahu," kata Koordinator Divisi Korupsi 
Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Ibrahim Fahmi Badoh di Jakata, Senin 
(5/7/2010).

Fahmi menilai, sudah menjadi hal yang umum bahwa tikus dikonotasikan sebagai 
koruptor. Dikhawatirkan, perumpamaan tikus ini justru mencerminkan hal lain.

"Atau jangan-jangan itu cara mencari-cari cara untuk bermain belakang. Ini 
berbahaya," tambahnya.

Dikhawatirkan pula, jangan-jangan cara seperti tikus itu dipakai dalam hal 
mengakses anggaran dan sumber daya publik, terkait dana.

"Politik aji mumpung, sehingga cara-cara tikus yang mesti dipakai," kata Fahmi.

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dalam sambutannya di acara Rapat 
Koordinasi Teknis (Rakornis) Wilayah Jawa-Bali-NTB Partai Golkar di Hotel 
Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Minggu (4/7), menyampaikan bahwa 
kader-kader Golkar dalam berpolitik harus meniru gaya tikus. Tidak langsung 
menggigit, tapi mengendus terlebih dahulu.

"Kita politisi bekerja keras, main taktis. Jangan kemudian kita dalam permainan 
itu menggigit terus. Golkar harus berprinsip seperti tikus, ngendus, baru 
gigit," kata Ical.
(ndr/nrl)

Kirim email ke