Antara - Rabu, 14 Juli Jayapura (ANTARA) - Freeport diduga menggali bahan baku uranium secara diam-diam sejak delapan bulan silam, kata Yan Permenas Mandenas S.Sos Ketua Fraksi Pikiran Rakyat Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua kepada ANTARA di Jayapura, Selasa, di ruang kerjanya.
"Kegiatan ini dilakukan secara tersembunyi dan telah berlangsung cukup lama," ungkapnya yang juga anggota Komisi C DPRDP. Ia menambahkan, Freeport telah mencuri hasil kekayaan masyarakat Papua dan membohongi pemerintah dengan hasil tambang yang disalurkan lewat jaringan pipa-pipa bawah tanah. "Selain emas, uranium juga diproduksi oleh Freeport," tambahnya. Informasi ini menurutnya, didapatkan dari sejumlah masyarakat dan karyawan Freeport di Timika. "Selain karyawan dan masyarakat, saya juga mendapat laporan dari sumber yang dapat dipercaya," tandasnya. Hal ini sangat disayangkan mengingat pajak yang didapatkan dari perusahaan emas terbesar didunia ini, hanya berjumlah Rp30 milyar pada tahun lalu. Mandenas juga mengeluhkan, bahwa dewan belum bisa bergerak karena terkendala masalah klasik, yaitu belum ada alokasi dana untuk turun ke lapangan. "Kami belum bisa ke lapangan karena terkendala dana," katanya. Sungguh suatu ironi yang kasat mata : 1. pajak yang didapat oleh rakyat papua 30 milyar bulan lalu, yang cuma sebanding dan sekelas dengan pasar mangga dua http://www.wartapapuabarat.org/index...galir-ke-pusat 2. Sudah pernah di bongkar kebusukan freeport mengenai pengemplang pajak ini.. hanya saja pemerintah kita cuma bisa diam... 3. Sudahkah ada kajian menasionalisasikan freeport ini?? mengingat banyak nya pelecehan yang telah mereka lakukan pada bangsa ini, terakhir adalah larangan garuda diberi avture di freeport http://www.detiknews.com/read/2010/0...uda-minta-maaf
