Payo bang. Lima kalak enda dilaki. Empat diantaranya terkoneksi dengan jaringan 
milis kita. Dua adik pak Petrus Sitepu adalah diplomat. Yang paling bungsu 
lelaki, juga terkoneksi dengan milis ini, adalah Vice President salah satu 
perusahaan swasta di Jakarta. 

Selamat buat pak Andreas Sitepu.....


Salam

MJS

--- On Tue, 8/10/10, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: [tanahkaro] Re: [komunitaskaro] Duta besar 17. Andreas Sitepu Negara 
untuk Papua Nigini
To: [email protected], [email protected], 
[email protected]
Date: Tuesday, August 10, 2010, 3:43 AM







 



  


    
      
      
      Mejuah-juah





Selamat man sitepu mergana, Andreas Sitepu Negara untuk Papua Nigini, merangkap 
Kepulauan Solomon, berkedudukan di Port Moresby;





Semoga banci ndalanken tugas alu mehuli.





Btw adi banci nungkun sitik, apakah Andreas Sitepu enda payo nge agi calon 
bupati karo 2010-2015 Petrus Sitepu?


HGK 0819 3321 3262


LALUME INDONESIA


Medan - Sumatera





-----Original Message-----


From: [email protected]


Sender: [email protected]


Date: Tue, 10 Aug 2010 07:20:12 


To: komkar<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>


Reply-To: [email protected]


Subject: [komunitaskaro] Duta besar 17. Andreas Sitepu Negara untuk Papua Nigini





JAKARTA, KOMPAS.com -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (10/8/2010), 
melantik 24 duta besar luar biasa dan berkuasa penuh. Pelantikan dilakukan di 
Istana Negara. Presiden didampingi Wakil Presiden Boediono dan Ibu Negara Ani 
Yudhoyono.



Pengangkatan itu didasarkan Keputusan Presiden RI No 21/P Tahun 2010 pada 
tanggal 12 Februari 2010 dan Nomor 84/P-88/P Tahun 2010 tanggal 9 Agustus 2010.



Ke-24 duta besar luar biasa dan berkuasa penuh itu adalah sebagai berikut:



1. Sudirman Haseng untuk Nigeria merangkap Kamerun, Togo, berkedudukan di Abuja;



2. Aloysius Lele Madha untuk Cile, berkedudukan di Santiago;



3, Hamdani Djafar untuk Meksiko, merangkap Honduras, Costa Rica, Nikaragua, 
Guatemala, berkedudukan di Mexico City;



4. Rezlan Ishar Jenie untuk Perancis, merangkap Kepangeranan Monako dan 
Kepangeranan Andorra, berkedudukan di Paris;



5. Arif Havas Oegroseno untuk Negara Kerajaan Belgia, merangkap Keharyapatihan 
Luxembourg dan Uni Eropa, berkedudukan di Brussels;



6. Sudaryomo Hartosudarmo untuk Negara Republik Federasi Brasil, berkedudukan 
di Brasilia;



7. Nahari Agustini untuk Turki, berkedudukan di Ankara;



8. Dino Patti Djalal untuk Amerika Serikat, berkedudukan di Washington DC;



9. Hasan Klein untuk Perutusan Tetap RI di PBB dan Organisasi Internasional 
lainnya di New York, berkedudukan di New York;



10. Ferry Adamhar untuk Kuwait, berkedudukan di Kuwait City;



11. Ramli Sa'ud untuk Republik Demokratik Federal Etiopia, merangkap Republik 
Djibouti dan Republik Somalia, berkedudukan di Addis Ababa;



12. Nasri Gustaman untuk Republik Korea, berkedudukan di Pyongyang;



13. Antonius Agus Sriyono untuk Selandia Baru, merangkap Samoa dan Kerajaan 
Tonga, berkedudukan di Wellington;



14. Semuel Samson untuk Republik Serbia, berkedudukan di Beograd;



15. Muhammad Lutfi untuk Jepang merangkap Federasi Mikronesia, berkedudukan di 
Tokyo;



16. Maruli Tua Sagala untuk Republik Hongaria, merangkap Republik Macedonia, 
berkedudukan di Budapest;



17. Andreas Sitepu Negara untuk Papua Nigini, merangkap Kepulauan Solomon, 
berkedudukan di Port Moresby;



18. Emeria Wilujeng Amir Siregar untuk Republik Ceko, berkedudukan di Praha;



19. Darmansjah Djumala untuk Republik Polandia, berkedudukan di Warsawa;



20. Wahib untuk Republik Arab Suriah, berkedudukan di Damaskus;



21. Sujatmiko untuk Republik Sudan, merangkap Eritrea, berkedudukan di Khartoum;



22. Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir untuk Republik Argentina, merangkap 
Paraguay, dan Uruguay, berkedudukan di Buenos Aires;



23. Nur Syahrir Rahardjo untuk Republik Suriname, merangkap Republik Kooperatif 
Guyana, berkedudukan di Paramaribo;



24. Dimas Samodra Rum untuk Republik Lebanon, berkedudukan di Beirut.



Acara pelantikan itu turut dihadiri jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu 
II, seperti Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Sekretaris Negara 
Sudi Silalahi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, dan 
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono.



Hadir pula pejabat tinggi negara lainnya, seperti Ketua DPR RI Marzuki Alie dan 
Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. 





Salam,


Antoni Ginting





MyPhone®



------------------------------------



Yahoo! Groups Links





    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke