KABANJAHE - Setelah tiga tahun masuk dalam kategori Rintisan Sekolah
Bertaraf Internasional (RSBI), status yang dimiliki SMA Negeri 1
Berastagi itu terancam dicabut. Hal ini menunggu pengumuman dari
Departemen Pendidikan Nasional pada bulan Agustus ini. Akibatnya,
sekolah ini terancam kembali ke Sekolah Standar Nasional (SSN).

Pengelola
RSBI SMA Negeri 1 Berastagi tidak  diundang Kementerian Pendidikan
Nasional Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah 
untuk mengikuti perihal Workshop Pengelola Rintisan SMA bertaraf
Internasional untuk angkatan 1 pada 19-22 Juli 2010, angkatan ke-2
pada  26-29 Juli dan angkatan ke-3 pada  2-5 Agustus di Hotel Jaya Raya
Jalan  Raya Puncak Km 17 Bogor Jawa Barat.

“Undangan itu untuk
mengikuti workshop dalam meningkatkan wawasan tentang program
peningkatan menuju sekolah bertaraf internasional dan review rencana
kerja tahunan sekolah,” ujar Bupati LSM LIRA Kabupaten Karo, Aditya
Sebayang, didampingi wakil ketua, Robinson Purba, kepada Waspada Online di 
Berastagi, malam ini.

Dikatakannya,
pada angkatan ke-1 di Propinsi Sumatera Utara yang diundang untuk
mengikuti workshop masing-masing SMA Negeri 2 Kisaran, SMA Negeri 1
Sidikalang, SMA Negeri 1 Lubuk Pakam, SMA Negeri 2 Plus Sipirok, SMA
Negeri 1 Matauli, SMA Neger 2 Balige, SMA Sutomo 1 dan SMA Negeri 1
Medan. Sementara RSBI 1 Berastagi sama sekolah tidak diundang.

“Departemen
Pendidikan Nasional telah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap
dan pelaksanaan rintisan sekolah bertaraf internasional yang berjalan
sejak tahun 2006 di seluruh Indonesia termasuk RSBI SMA Negeri 1
Berastagi sejak bulan Juli 2010,” katanya.

Menurutnya, empat
parameter evaluasi yang akan dilakukan RSBI yakni akuntabilitas
keuangan, proses rekrutmen siswa, staf pengajar apakah S1 dan S2
,prestasi akademik yang dihasilkan, dan apakah persyaratan RSBI sudah
terpenuhi.

Apabila sekolah yang bersangkutan tidak bisa memenuhi
persyaratan dan terjadi penyimpangan, imbuhnya, kemungkinan Direktorat
Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah  akan menjatuhkan
sanksi berupa mengembalikan ke sekolah reguler.

“Apabila
ditemukan banyak penyimpangan, tidak menutup kemungkinan Pemerintah
akan mengembalikan RSBI SMA Negeri 1 Berastagi kepada program sekolah
reguler,”ungkapnya

Selain itu, LSM LIRA juga menemukan
pengutipan SPP bagi siswa baru tahun ajaran 2010-2011 sebesar Rp 200
ribu/bulan per siswa selama tiga bulan ke depan tanpa mengundang orang
tua siswa dan komite sekolah dalam penetapannya.

“Sesuai
keterangan Ketua Komite Sekolah, Rahman Tarigan yang belum pernah
diajak berunding atau menandatangani surat persetujuan pengutipan SPP
selama tiga bulan per siswa sebesar Rp 600 ribu per siswa, uang
pembangunanan Rp 1 juta per siswa sehingga pengutipan, sehingga
totalnya sebesar Rp 537 juta,” katanya lagi.

Padahal, sekolah
ini mendapatkan dana bantuan dari pemerintah pusat untuk pengembangan
setiap sekolah RSBI sebesar Rp 300 juta. “Apabila RSBI Sma Negeri 1
Berastagi dicabut bakal akan menimbulkan gejolak bagi siswa dan orang
tua siswa di sekolah tersebut,” tukas Aditya.

Kepala sekolah
RSBI SMA Negeri 1 Berastagi, Alberto Colia, yang dikonfirmasi mengenai
hal ini, mengakui bahwa pihaknya tidak diundang Direktorat Jenderal
Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mengikuti perihal
workshop pengelola rintisan SMA bertaraf internasional.

“Kami
telah menanyakan ke Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan
Menengah melalui email, namun belum juga ada jawaban pasti,” ujarnya.

Sementara,
mengenai pengutipan yang dikenakan, Alberto mengatakan bahwa hal itu
adalah hak sekolah sepenuhnya. “Dalam RSBI, SMA Negeri 1 Berastagi 
mandiri dalam menetapkan biaya-biaya yang dikenakan terhadap siswa
tanpa perlu melibatkan komite sekolah dan dinas pendidikan Kabupaten
Karo,” katanya.

Secara terpisah, Dikemendiknas Pendidikan
Nasional, Sugihanta, mengatakan, pihaknya belum mengetahui bahwa RSBI
SMAN 1 Berastagi  tidak diundang untuk mengikuti workshop. “Setelah
saya cek ke Kepsek RSBI SMA Negeri 1 Berastagi benar bahwa tidak
diundang untuk mengikuti workshop,” pungkasnya.

Sumber: 
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=134382:sman-1-berastagi-terancam-tidak-masuk-rsbi&catid=15:sumut&Itemid=28

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community



      

Kirim email ke