Kamis, 19/08/2010 03:31 WIB
Ruhut Hanya Peniup Terompet Orkestra Partai Demokrat
Ramadhian Fadillah – detikNews
Jakarta - Ruhut Sitompul kerap mengeluarkan pernyataan yang mengundang 
kontroversi. Namun Ruhut dinilai tidak asal mengeluarkan pernyataan 
kontroversial, ada yang mengatur. Ibarat sebuah orkestra, Ruhut hanya peniup 
terompet.

"Partai Demokrat sebesar ini tentunya punya startegi. Seperti orkestra, ada 
terompet, saxophone, genderang dan ada dirigen," ujar pengamat politik Charta 
Politika, Yunarto Wijaya kepada detikcom, Rabu (18/8/2010).

Menurut Yunarto, semua pengatur orkestra ini adalah Sang Dirigen. Siapa lagi 
kalau bukan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Kalau melihat kultur Partai Demokrat, tentunya dirigennya bukan sekelas ketua 
umum, tapi bergantung pada ketua dewan pembina," terang dia.

Bukti bahwa Ruhut sengaja dipasang untuk melempar isu-isu kontroversial yang 
merupakan test case di masyarakat, jelas terlihat. Ruhut tidak pernah mendapat 
sanksi atas berbagai ucapannya yang kontroversial. 

"Saya melihat ini testing PD melempar polemik. Lebih aman ini dikeluarkan 
public enemy, beban polemik ditanggung Ruhut dan tidak ditanggung PD, sehingga 
lebih ringan. Masyarakat menganggap Ruhut biasa mengeluarkan pernyataan 
kontroversi," tambahnya.

Sebelumnya Ruhut Sitompul mengusulkan untuk mengamandemen UUD 1945 tentang masa 
jabatan presiden, agar SBY bisa menjabat kembali di periode mendatang. Namun 
Ketua Umum PD, Anas Urbaningrum membantah usulan Ruhut ini merupakan usulan 
resmi partai.

Presiden SBY pun menegaskan dirinya menolak usulan Ruhut ini. SBY menegaskan 
masa jabatan presiden tidak perlu ditambah.

"Jadi apakah mungkin masa jabatan yang telah tepat, diubah? Maka semua 
sependapat untuk menolak dan menentang pikiran itu," ujar SBY di depan MPR, 
Rabu (18/8/2010).
(rdf/mei)

Kirim email ke