NU-Muhammadiyah Sepakat Koruptor itu Kafir 
Kamis, 19 Agustus 2010 | 01:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Apa yang terjadi jika dua organisasi Islam besar di 
negeri ini yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah berkolaborasi melawan 
korupsi? Hasil sementara, setidaknya ditunjukkan ketika keduanya menyatukan 
pikiran dalam sebuah buku: " Koruptor itu Kafir" 
. . . . 
Dalam buku itu, kata Wicaksono, ditegaskan pula kalau tindakan koruptif yang 
pada dasarnya meletakkan uang di atas segalanya sama saja dengan syirik. 
Kemitraan juga berharap bahwa penegasan ini dapat menjadi pendorong gerakan 
sosial anti-korupsi." Kami berharap muncul gerakan sosial untuk menata 
pemerintahan yang lebih baik" ujarnya.
WDA
(Legkapnya baca di sumbernya - MUG)
Rezim Orba Soeharto dijatuhkan dengan gerakan sosial. Mungkinkah sebuah gerakan 
sosial bisa melenyapkan korupsi? Bisa juga dibandingkan dengan gagasan '10 peti 
mati' di China. Revolusi Consciousness?
MUG

Kirim email ke