"Tiga batu tungku", kerap di dengar masyarakat Sumatera Utara. konon dijadikan salah satu dasar peradatan dan relasi sosial. Kapan tiga batu tungku mulai dikenal masyarakat??
"Tiga batu tungku" erat kaitannya dengan pola kebudayaan Neolitik (batu yang diasah, peternakan juga tembikar), boleh jadi juga pengaruh kebudayaan Dongson di Indochina. Dengan kata lain, Tiga Batu Tungku, belum dikenal pada masa zaman Mesolitikum apalagi Palaelitikum. Tiga batu tungku adalah kebutuhan riil masyarakat dalam menghadapi cara memasak dengan menggunakan tembikar (kudin, kuali) juga alat masak bahan dandang berbahan baku tembaga dlsb. Gelah ola bonggal.. Kenapa?? Bagiamana masayarakat purba memasak?? Salah satu peninggalan yang bisa kita lihat hari ini adalah 'lemang' atau 'rires'. memasak nasi dengan menggunakan bambu http://id.wikipedia.org/wiki/Bambu atau buluh http://id.wikipedia.org/wiki/Buluh adalah cara pemecahan masalah untuk memasak pada waktu itu. Memasak dengan bambu tidak membutuhkan tungku?? Nampaknya demikian, cukup dicelemken ke dalam rara api.. Buluh/bambu juga digunakan sebagai wadah untuk erlanja sira, bahkan untuk bahan packaging kemenyan dan kapur barus. Wadah bambu masih juga digunakan untuk budidaya pola/bagot. Ini hanya mereka-reka... Bujur...
